Lights out!
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Belgium
seen from South Africa

seen from Netherlands
seen from Argentina

seen from Iraq

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Netherlands

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from China

seen from Indonesia
seen from United States
seen from United States
Lights out!
Love to jam?? here it is! “HaikuJAM”. Fun N Free.....
Go write and jam, writers!
Kalau boleh Nun saja... (Judulnya di bawah :3)
"Kemari, Nun, temani aku di bale. Nikmati layung, desir angin sore, bau khas pantai a'la gacoan yang tengah kasmaran. Tak lupa kusematkan seruput nyiur, boleh satu atau dua. Untung kau jadi mampir, karena berayun-temayun seorang diri tanpa Nun adalah dosa besar. Aku disini menduduki hakku, jangan lupa kalau aku ingin kau pun merengkuhnya. Ayo, Nun, minum airnya. Mereguk manis-segarnya kelapa muda di sela-sela udara sore begini mungkin takkan terulang lagi esok hari. Kita tahu bahwa ada dua hal sama persis yang takkan terjadi dua kali, itu adalah anugerah. Sama seperti bola mata ini yang gemar mengawai setiap lekuk segala yang jamal dari dirimu itu. Sepasang ain khas seorang muslimin, memaksaku 'tuk lebih lama lagi bermain-main, di sebuah cangkir berisikan minuman pekat hangat bernama 'yakin'. Tuh! lihat, buru-buru memerah lesung pipi itu yang kucuri pandangnya sesekali dari sepoi bayu, buatnya tersingkap itu si poni-dagu. Andai halal sudah kugenggam, kasdu aku mencumbumu, Nun. hic et nunc." "Abid" Ibu Kota, 08.02.2017 03:37 A.M
HAYAFIYI
Gelas-gelas kaca milik Om Pur Yang ditata sedemikian rupa di rangkaian besi karatan di sudut dapur Terlihat arogan, congkak, pongah Maunya terus disimpan di tempat aman Diapik-apik… Om Pur takut kalau nanti pecah Padahal memang sudah retak parah Itulah dia, kan memang pongah!
Dipakai pun bikin bibir luka Tapi enggan beringsut dari kami punya muka Pengennya selalu dipandang Ingin sekali aku berkoar, “Tempatmu itu di gudang!”
Duh…Om Pur…. Kami tak mampu buatmu berlogika Kami bisa apa? Kau terlalu dermawan Tiap pagi suka bagi-bagi makan Hanya agar kami bungkam
Nn. Karat 04.02.17 03:12 A.M Ibu Kota
“A perfect perfection is just a fancy phantom. This is the way I carry myself.”
15.01.17 22:38
Nn. Karat
Kau tahu…? Bisa saja surga begini adanya.. Hanya seonggok bangunan tua, yang daun pintunya telah usang Lengkap dengan bunyi derak engselnya yang nyaring Menegaskan dirinya yang lama tak dibuka.
Bagaimana jika tak berlantaikan emas? Bagaimana jika tak ada bidadari? Bagaimana jika hanya punya sepetak langkan? Tak apa kan, jika hanya beranjang walau sejenak?
Selama kau & aku saling menggamit begini, aku cuma mau surga yang ini. Yang ada kamunya, Manis.
“Surga yang Ini” -01.01.17-
“Buatmu ini sinar atau cahaya?”, tanyanya seraya beringsut dari pandanganku. “Bisa jadi cahaya yang bersinar atau sinar yang bercahaya”, jawabku. “Yang jelas buatku, ia selalu setia mengawai rindumu tentang pagi juga senja. Ia yang tetap megah walau bias, terus miliki kilau walau tanpa ambisi”
-Nn. Karat ‘17-