Aku hampir lupa kapan terakhir kali benar benar kubuat dengan serius resolusi tahunan. Sampai akhirnya tadi kuacak sedikit buku buku lama dilaci rumah dan kutemukan buku berharga berisi jejakku di tahun 2014 :" Sempat kaget sih ngeliat isi bukunya, kenapa dulu bisa seniat itu menuliskan semua evaluasi, mimpi, target,kata-kata motivasi, bahkan targetan targetan kecil yang kalo dibaca lagi bikin pengen ketawa :D Ah, rasanya waktu tiba-tiba melompat menuju akhir 2018. Padahal, bahkan belum sempat benar2 kutulis semua targetan yang ingin kucapai. Disamping itu tetap ada rasa lega sekaligus sesal yang masih mengganjal dipenghujung tahun ini. Lega atas segala pelajaran, suka duka, dan perjuangan yang satu tahun ini sempat diusahakan. Walau banyak sesal atas semua keterbatasan dan ketidakmaksimalan dari ikhtiar-ikhtiar tersebut. Satu hal yang harus menjadi pelajaran untuk tahun tahun kedepan bahwa dalam menjalani kehidupan harus ada tujuan yang terencana. Kalau kata jhon c maxwell dalam buku Success 101 " you can't achieve what you have not defined". Yap pencapaian yang kita dapatkan tanpa indikator yang jelas hanya akan memunculkan bias. Terakhir, let Ridho Allah be the greatest achievement in our journey. Selamat menyusun apa yang perlu disusun dan berjuang untuk apa yang perlu diperjuangkan! #roadto2019 https://www.instagram.com/rumaishofaa/p/BsC8AdmFTjZzWs7DJqdhTK4rviMkirmGe0NwIs0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1581w7ryp5flu