Setiap peringatan kelahiran adalah pengingat betapa hidup adalah rahasia sampai maut meminta diri agar kukut.
morfo biru

seen from United States
seen from Denmark

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Russia
seen from Canada
seen from Germany
seen from Australia
seen from Russia

seen from Canada
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Denmark

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China

seen from United States
Setiap peringatan kelahiran adalah pengingat betapa hidup adalah rahasia sampai maut meminta diri agar kukut.
morfo biru
Ketika lantunan adzan dan Ave Maria dinyanyikan, aku ingat. Kedamaian itu suasana, kita yang buat.
Koesno Sulung
Koes, aku tidak tau apa pun tentangmu. Dan apa-apa yang kuasumsikan saat ini, ya itu hanya akan terus jadi asumsi. Aku berharap tidak pernah peduli. Kita bersahabat sudah sangat lama. Tetapi mengenali seluruhmu kukira butuh seumur hidup.
Aku akan senang saja ketika suatu waktu kita bisa berbicara banyak hal tanpa ada hal yang perlu disembunyikan, menjadi apa adanya, menjadi kau menjadi aku. Tapi aku tidak bisa ingat, kapan terakhir kali hal itu terjadi.
Sekarang, aku cukup senang jika kau sudi membalas pesan atau menanggapi ketidakteraturanku. Tanpa itu pun, aku tidak akan apa-apa. Benar-benar tidak apa-apa.
Bukankah sudah kubilang, aku masih mencintaimu seperti saat kita bersahabat dulu? Sebelum kau ketahui, sebelum kita menjadi dekat dan sama-sama membuat sekat, sebelum negara api menyerang?
Sebelum semua itu, aku sudah mencintaimu. Setelah itu, aku masih mencintaimu. Setelah ini, aku pastikan masih terus mencintaimu. Tapi jangan tanya alasannya. Aku hanya tau, inilah caraku mencintaimu.
Sampai suatu saat kau menyadarinya, atau tidak sama sekali.
Koesno Sulung, 11 Feb 21
Engkoes... Kau tau bagaimana sulitnya menulismu dengan diam-diam semacam ini?
Aku suka menuliskanmu meski harus sembunyi-sembunyi, sebab mereka di sana sangat kurang ajar menginterpretasikan kehadiranmu.
Koes...
Aku tidak suka mereka memata-matai, pun kau sendiri. Jadi benar lirik lagu itu.
"Andai aku bisa
Ceritakan semua
Apa yang tersimpan
Darimu
Biarkan terkunci
Sampai saat nanti
Terjaga semesta
Selamanya."
Potret Roekmini bersama suaminya Santoso di Semarang, circa 1908. Roekmini (1880-1951) adalah satu-satunya di antara ketiga bersaudara itu yang menikah tanpa lewat perjodohan, padahal mereka bertiga sama-sama menentang sistem feudal dan konservatif masyarakat Jawa. Source: blogruanggurudotcom Note: Tidak banyak artikel yang memuat biografi Roekmini. - 📸: KITLV Leiden - Charls&Co. - #potolawas #potolawasroekmini #roekmini #rukmini (di Semarang, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B_AHn7CHLD-/?igshid=15us4xapylcj4