Russian State Social University (RSSU) Tertarik Jalin Kerjasama dengan Universitas di Indonesia
Kerjasama pendidikan antara Indonesia dan Rusia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai negara dengan tingkat ilmu pengetahun dan teknologi yang tinggi, Rusia adalah mitra kerjasama yang memiliki banyak potensi. Terkait hal tersebut, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Djauhari Oratmangun mengunjungi Russian State Social University (RSSU) pada 18 Februari 2014 untuk menjajaki peluang kerjasama dan memberikan kuliah umum.
Sebagai universitas yang didirikan pada tahun 1991, RSSU dapat dikatakan sebagai salah satu universitas terbaru di Rusia. Universitas tersebut didirikan pada tahun dimana Uni Soviet secara resmi berakhir untuk mengisi kebutuhan akan ahli-ahli ilmu sosial.
“Waktu zaman Uni Soviet tidak ada ahli ilmu sosial. Ketika sistem komunis runtuh, universitas ini didirikan untuk mencetak ahli-ahli di berbagai bidang imu tersebut,” demikian dinyatakan Rektor Vasily Zhukov ketika menerima Duta Besar RI.
“Terkait kerjasama, kami sudah memiliki sekitar 50 MoU dengan berbagai universitas mancanegara. Kerjasama kami meliputi pertukaran pelajar dan pengajar serta penelitian bersama,” imbuh Rektor.
Duta Besar Djauhari Oratmangun menyampaikan,”Berbagai universitas di Indonesia sudah menyatakan ketertarikan untuk berkerjasama dengan universitas di Rusia. Saya akan segera menyampaikan tawaran kerjasama ini kepada berbagai universitas di Indonesia. Semoga kontak sudah dapat terjalin sebelum semester ini berakhir”.
Lebih lanjut, Duta Besar menambahkan,”Universitas ini memiliki peran penting karena ilmu sosial sangat penting dalam mempersiapkan orang menghadapi berbagai perubahan global yang begitu cepat. Seperti halnya Rusia, Indonesia juga sempat mengalami perubuhan struktural berskala besar di tahun 1998.”
Selain bertemu dengan rektor, Duta Besar berkesempatan memberikan kuliah umum kepada sekitar 40 orang mahasiswa RSSU. Dalam kuliah tersebut, Duta Besar memaparkan tentang Indonesia serta hubungannya dengan Rusia serta ASEAN. Duta Besar menyampaikan bahwa hubungan diplomatik RI-Rusia belum lama ini melewati usia 64 tahun. Selain itu, Kemitraan Strategis antara kedua negara sudah berumur 10 tahun.
Dalam sesi tanya-jawab, timbul diskusi mengenai antara lain perekonomian, ASEAN dan Pemilu 2014. Menanggapi pertanyaan mengenai keanekaragaman agama di Indonesia, Duta Besar menjawab bahwa di Indonesia terdapat lima agama dengan pemeluk terbanyak. “Walaupun pemeluk agama Islam sekitar 90%, Indonesia bukan negara Islam. Ini menunjukkan bahwa Indonesia dapat dicontoh sebagai negara dimana toleransi antar agama dijamin” tambah Duta Besar.
Meskipun tergolong baru namun RSSU sudah berkembang dengan pesat. Waktu didirikan, universitas ini hanya memiliki 150 mahasiswa dan 2 fakultas. Saat ini, universitas ini sudah memiliki sekitar 150.000 mahasiswa dan 6 fakultas termasuk Hukum, Psikologi, Pekerjaan Sosial dan Kedokteran Sosial. Selain itu, universitas ini memiliki banyak cabang di seluruh Rusia termasuk di Penza, Saratov, Kursk, Voronezh serta di luar Rusia termasuk di Belarus dan Kyrgyzstan.