Ternyata Saat Teduh Bolong-Bolong Karena.....
Hi! Saat ini saya sedang ingin ajak anda berpikir tentang saat teduh.
Seperti yang kita tahu bahwa saat teduh merupakan salah satu inti dari hidup dengan Kristus. Buat kamu yang belum tahu apa itu saat teduh, saya akan bantu jelaskan. Mudahnya, Saat Teduh adalah waktu khusus anda dengan Tuhan. Kita memang menjalani setiap hari dengan Yesus. Tapi saat teduh berbeda dari waktu yang lain. Sekali lagi, saat teduh adalah waktu KHUSUS anda dengan Tuhan. Berarti segala hal yang ada dalam Saat Teduh adalah KHUSUS. Mulai dari doa, pujian, obrolan, apapun itu yang ada dalam saat teduh bersifat KHUSUS.
Bayangkan kamu punya pacar, lalu seminggu sekali kamu nge-date sama doi. Seperti itulah Saat teduh. Tapi bedanya, saat teduh dilakukan setiap hari.
Sudah dapat konsep saat teduh? Sudah. Bagus.
Mari melangkah ke persoalan yang ingin saya bahas.
Kerap kali kita mengalami hal seperti ini, (sekali lagi saya membawa contoh yang sangat dekat dengan kita, karena saya juga pernah seperti ini)
“Aduh, hari minggu ada pelayanan nih. Harus saat teduh biar pelayanannya ada kuasa.”
“Masalah gua lagi banyak banget. Orang tua berantem, ga ada kerjaan. Gua harus saat teduh, datang sama Tuhan supaya hati gua damai.”
“Semoga saat gua saat teduh, gua ketemu Tuhan. Gua yakin Tuhan bisa bantu masalah gua, gua yakin dapat kekuatan. Tuhan tolong.”
Kita sering menganggap Saat Teduh merupakan waktu khusus kita untuk datang sama Tuhan. Disitu kita merasakan hadirat Tuhan, mendapatkan kekuatan, dan ingin Tuhan bertindak dalam masalah di kehidupan kita.
Sadar apa yang salah? Tidak ada. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.
Saat Teduh memang waktu KHUSUS dimana Tuhan ingin bertemu dengan kita secara pribadi, Dia berbicara dalam waktu tersebut, memberikan kekuatan, dan menjawab doa kita. Karena memang siapapun yang datang kepada Tuhan dengan lemah, letih lesu, dan beban berat akan diberikan kekuatan.
Pertanyaannya, apakah itu inti dari Saat Teduh?
Banyak orang yang merasa dirinya tidak bisa Saat Teduh secara terus menerus. Misalnya, anggaplah namanya Mawar. Mawar datang kepada Tuhan dalam Saat Teduh. Saat itu dia sedang mengalami banyak masalah dan berharap mendapat kekuatan dan jawaban dari masalahnya. Lalu setelah satu minggu rutin bersaat teduh, tiba-tiba masuk minggu kedua Mawar merasa bosan dan akhirnya Saat Teduhnya menjadi “bolong-bolong” sampai akhirnya tidak Saat Teduh lagi.
Atau sebutlah alasan lain yang sering digunakan untuk datang Saat Teduh. Contohnya,
“Gua merasa diberkati dengan lagu Hillsong yang baru. Jadi pengen saat teduh”
“Ih, kok dia bisa ya dapet mujizat kayak gitu, gua juga pengen, gua mau serius ah. Waktunya saat teduh, lets go!”
Alasan-alasan diatas memang dapat membawa kita kepada Saat Teduh. Tapi MUNGKIN, nggak akan bertahan lama. Kenapa?
Because that is not the real point.
Mari kita bayangkan, kamu sedang nge-date dengan pacar kamu. Lalu alasan pacar kamu mau nge-date adalah supaya kamu bisa tolong masalah yang sedang dia alami.
Gimana rasanya? Males kan? Cuma dateng kalau lagi ada masalah, atau pengen dapet sesuatu aja.
Untungnya Tuhan Yesus nggak pernah males sama kita.
Ketika kamu ingin Saat Teduh, janganlah datang HANYA karena kamu menginginkan sebuah jawaban atas sebuah masalah. Jangan datang HANYA karena kamu ingin pelayanan dan ingin hidupmu dikuduskan. Jangan datang HANYA karena kamu dengar sebuah pujian atau kesaksian yang memberkati sehingga ingin mendapatkan berkat seperti mereka.
Dalam Saat Teduh mu, cobalah untuk datang sama Tuhan HANYA untuk kenal sama Dia. CUMA itu aja. Titik.
Jangan minta apapun (yah, meskipun kalau kita minta Dia bisa aja tetep kasih).
Kalau kita datang sama Tuhan supaya Dia jawab doa kita atau kasih kita kekuatan untuk hadapi masalah, semuanya nggak akan bertahan lama. Kalau doanya nggak dijawab, kita bosan dan akhirnya nggak saat teduh lagi. Kalau doanya dijawab, mungkin kita lupa sama Tuhan.
Ingat Daud? Dalam keadaan apapun, dia hanya ingin merasakan, menikmati, dan mencari apa kehendak Tuhan. Saya kutip satu ayat untuk anda.
Mazmur 24:5 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Mazmur tersebut bukan diciptakan saat dalam kondisi baik tetapi dalam kondisi sangat buruk, yaitu dikejar-kejar oleh musuhnya. Tapi dalam kondisi seperti itu, Daud tetap MENCARI dan MENGINGINI Tuhan.
Jadi daripada minta jawaban akan sesuatu yang pasti Tuhan bisa jawab, lebih baik cari tau SIAPA TUHAN (sesuatu yang Tuhan berikan hanya untuk orang yang mencarinya). Saya bisa jamin kamu akan betah berlama-lama dalam saat teduhmu.
Saya berdoa supaya kamu bisa menemukan siapa Tuhan dalam Saat Teduhmu. Selamat mencoba!