Okay, yes
I am working on a meta post about THEM
but in the meanwhile
here they are from the special chapter ☺️
working together!!!

#dc comics#batman#dc#bruce wayne#batfamily#dick grayson#tim drake#dc fanart#batfam

seen from Finland
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Denmark

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Germany
Okay, yes
I am working on a meta post about THEM
but in the meanwhile
here they are from the special chapter ☺️
working together!!!
Agon with various styles... and Akaba, too!
Saikyoudai Announcement
"Tch. Urutan paling atas, dengan nilai terbaik, huh?" Gadis yang sedang menatap papan pengumuman itu langsung menoleh ke asal suara sambil menunjukkan senyum kebanggaannya. "Tentu saja. Dengan IQ segitu, aku sudah tergolong jenius." "Tetapi kejeniusanmu selalu kalah dengan trik dan tipuanku, Rumi." "Aku tidak bisa menang melawanmu, aku sudah katakan itu berulang kali, Youichi." Saikyoudai, suatu universitas di Kyoto dengan tim Amefuto Saikyoudai Wizards. 3 pendiri Devil Bats memilih untuk berpisah karena Musashi tidak bisa melanjutkan untuk kuliah. Ia harus melanjutkan perusahaan ayahnya, sehingga 3 sahabat itu membuat keputusan: bersama atau tidak sama sekali, suatu keputusan yang sulit memang. Namun, tak ada masalah bagi Rumi, karena ia akan selalu bersama Hiruma, apapun yang terjadi. Tim Amefuto Saikyoudai dapat dibilang tim 'All-Star' dengan adanya Hiruma, Akaba, Yamato, Taka, Ikkyu, Banba, Juumonji, dan... Agon. Nama terakhir itu awalnya membuat Rumi ragu-ragu untuk masuk ke Saikyoudai. ----- 4 tahun lalu, tahun ketiga di SMP. "Kau... jangan menyentuhku!" Ditepisnya kasar tangan yang berada di bahunya itu. Kongo Agon, seorang iblis kejam yang suka bermain-main dengan perempuan. Namun, rupanya kali ini, Agon berani macam-macam dengan seorang gadis jenius nan cantik seperti Koizumi Rumiko. Rumi tidak tertarik sama sekali pada Agon. Bagi Rumi, Agon hanya sekedar pria brengsek yang sombong. "Hanya kau, Koizumi Rumiko, yang sok jual mahal padaku," ujar Agon santai, "karena itulah aku merasa tertantang." Seringaian penuh ejekan terlukis di wajah Rumi. "Kau itu tak lebih dari sampah di mataku. Jadi, untuk apa aku meladenimu? Membuang-buang waktuku saja." Ujar Rumi lalu berjalan meninggalkan Agon yang tercengang dengan kata-kata Rumi. Ingat jika Rumi pandai menyembunyikan perasaannya? Walaupun ia membalas perkataan Agon dengan lantang dan tegas, di dalam hatinya, gadis itu sangat ketakutan. Catat, sangat. Agon adalah orang yang kasar, yang menganggap semua orang disekitarnya tak lebih dari sampah. Rumi sama sekali tidak setuju saat orang-orang mengatakan bahwa Hiruma dan Agon itu sama, sama-sama menyerupai iblis. Hiruma memang iblis, namun Agon melebihi itu. Ia lebih kejam dari siapapun. Maka dari itu, Rumi membencinya, lebih dari apapun. Tangan Agon meraih bahu Rumi, menariknya ke belakang sampai gadis itu terjatuh ke tanah. "Keterlaluan kau, gadis sialan. Sekarang kau tidak bisa lari lagi." Benar kata Agon. Jalan buntu, dead end, karena kini Agon sudah di depannya dan tembok ada di sebelah kanan-kiri dan belakangnya. "Ckck. Kau berulah lagi, Kongo Agon?" Suara itu! Suara yang sangat dikenali oleh baik Rumi maupun Agon. Suara Hiruma. "Jangan mencampuri urusanku, sampah." "Cih. Sampah teriak sampah? Hiruma jauh lebih baik darimu!" Dengan tangan gemetar, ia menunjuk Agon. 'PLAK!' Pipi mulus Rumi memerah akibat tamparan keras Agon. Dan seketika itu pula, Hiruma meninju Agon di bagian perutnya dengan sekuat tenaganya. Ia berhasil menyita beberapa waktu dan membawa Rumi pergi dari tempat itu. Mereka berhenti di pinggir sungai. "Apa yang kau lakukan, hah?! Beraninya kau membelaku dan menunjuk Agon tepat di depannya pula! Kau ini sedang memikirkan apa sih bocah pendek?!" "Etto... entahlah. Tadi itu refleks. Aku tidak bisa membiarkan siapapun memanggilmu seperti itu," ujar Rumi pelan. "Bocah bodoh. Kau bisa dibunuhnya nanti! Bagaimana jika kau bertemu dengannya saat aku tidak ada? Siapa yang mau melindungimu? Dasar." "Maka dari itu, kau harus selalu bersamaku." "Tch, Merepotkan." Meskipun Hiruma berkata seperti itu, semenjak kejadian pertengkaran Rumi dan Agon, Hiruma selalu ada di dekat Rumi, walaupun frekuensi kebersamaan mereka berkurang saat masuk SMA. Rasa aman yang didapat oleh Rumi benar-benar absolute. Tanpa ia sadari, hatinya sedikit demi sedikit memilih Hiruma. ----- "A-Agon...." ujar Rumi pelan dan terbata-bata. "Hm?" Hiruma melihat tatapan mata Rumi dan menoleh ke arah yang sama dengan tatapannya. Dan orang penyandang nama yang tadi disebutkan oleh Rumi memang ada, tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang. Refleks, Rumi menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh Hiruma. Tubuhnya gemetar karena ketakutan. Ia memegang lengan kiri Hiruma dengan erat, seakan-akan ia takut dipisahkan dengan iblis itu. "Kau juga masuk ke sini, sampah?" Rumi sudah mau melangkah maju namun Hiruma mencegahnya. Berbeda dengan adiknya yang sangat kalem, Rumi sebenarnya orang yang emosional. Ia tidak akan membiarkan siapapun menjelek-jelekkan orang yang dicintainya. "Akhirnya kita bertemu lagi, dread sialan." "Tunggu, siapa itu di belakangmu? Ahh, biar kutebak. Koizumi Rumiko?" Wajah Rumi pucat pasi seketika setelah mendengar namanya disebut. Namun, berbeda dengan Hiruma. Pria itu justru menampilkan deretan gigi runcingnya. "Ya. Dia kekasihku, Koizumi Rumiko." Jawab Hiruma dengan santai. "Oho. Tetapi kenapa ia malah berdiri di belakangmu?" Tanya Agon penuh selidik. "Karena aku tidak ingin ia bertemu dengan kain pel sialan sepertimu." Sedetik kemudian, Hiruma berbalik dan menyambar tangan kiri Rumi lalu mengajaknya meninggalkan tempat itu. "Kau mau bertingkah apalagi tadi? Sudah kubilang kau jangan macam-macam dengannya. Nanti kalau--" "Aku sudah bilang, aku tidak suka ada orang yang menjelek-jelekkanmu." Potong Rumi cepat. "Biarkanlah dia menjelek-jelekkanku, asal kau tidak kenapa-kenapa." Rumi sontak menoleh menatap pria penyandang nomor punggung 1 itu. Ia terkekeh dan langsung memeluk kekasihnya dari samping dengan erat. "Aku tidak tahu kau begitu mengkhawatirkanku," goda Rumi. "Maka dari itu, jangan buat aku terlalu mengkhawatirkanmu, bocah jelek." Hiruma menjewer telinga Rumi yang disambut dengan erangan putri sulung keluarga Koizumi itu. "Ckck, mereka tidak berubah, dari dulu sampai sekarang. Pasangan sampah itu," ujar Agon dengan gaya arogannya. Tujuan baru dengan tim yang baru. Bersama Saikyoudai Wizards, mereka semua memiliki satu impian, yaitu memenangkan Rice Bowl!
Saikyou College
So I had this blank moment where I realised that the college Hiruma and Mamori go to is called 最京大学 = Saikyou Daigaku (Saikyou College), yet I've been calling it Saikyoudai College all this while cause that's what I've been told it was called... I'm guessing it's normal to just cut out the word Daigaku and keep it as dai for short? Gah, don't think I can figure this out right now.
And then my mind blanks out again and thinks Saikyou (最京) means Saikou (最高) which means the best/supreme/highest and then I thought, "Hah! No wonder Hiruma wants to go to this college! It's the best!!"
... I think I'll go to bed now. XD