Layang-layang
Aku gagah di semua mata yang melihat. Seperti Arjuna dalam pewayangan, ceritaku adalah babak-babak kesempurnaan di panggung ini, memukau penonton yang larut dalam sandiwara. Hidupku dipenuhi gelimang harta dan setumpuk rasa iri dari orang-orang. Mereka bilang, "aku ingin menjadi sepertimu!". Aku tirukan mereka "aku ingin menjadi sepertimu!". Mereka bingung, atau lebih tepatnya tak percaya. Barangkali yang mengerti aku hanyalah orang yang tahu lelahnya berdiri kemudian duduk, lantas tak lama ia berdiri lagi karena bosan duduk. Jika mereka bertanya apa hewan kesukaanku, aku akan menjawab burung. Mereka terbang dengan kedua sayapnya, kemana pun mereka mau. Tak perlu ada tali yang mengikat agar tak lepas meski terbang setinggi awan pun. Tali yang kunamai kebebasan. Jakarta 22 Maret 2017 1.14 UTC +7










