SEBENERNYA AKUTU BISA GA SIHHHH NYELESAIN INII?????? ARGHHHHHH!!!!!!
seen from Türkiye
seen from China
seen from Venezuela

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from Japan
seen from United States
seen from Australia

seen from Bulgaria

seen from Sweden

seen from France

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Russia
seen from Norway
seen from Vietnam
SEBENERNYA AKUTU BISA GA SIHHHH NYELESAIN INII?????? ARGHHHHHH!!!!!!
Kukira Lampu Hijau
Kecewanya jiwa akhirnya membuatku berlari kesana kemari dan terkatung-katung karena tak ada yang mengulurkan tangannya memberikan jawaban. Kebingungan. Mengapa yang buruk tetap tercipta meski jiwa selalu meniatkan dan mengusahakan kebaikan itu ada? Hingga akhirnya aku sadar aku sedang menyeberang jalan dengan lampu merah yang menyala. Dipertengahan jalan itu aku baru tersadar aku berada di tengah jalan yang penuh dengan mara bahaya. Kukira lampu hijau. Tuhan telah berikan tandaNya. Tinggal putusanku yang akan tentukan segalanya. Berlarikah untuk menyelamatkan hati atau tetap berdiam layaknya bunuh diri.
Ens
Salah Jalan
Bagaimana jika kamu terpaksa masuk ke jalan yang salah? Jalan yang sejatinya dilewati oleh banyak orang. Jalan yang memang ditujukan untuk arah utara misalnya, lantas kamu dengan seenaknya masuk, melewatinya dengan arah sebaliknya; selatan.
Saat itu, kamu pasti mulai mendengar kebisingan sekitar. Tatapan sinis dengan cepat mendatangimu, seperti hujan yang tiba-tiba menderas. Belum lagi kosakata cacian yang tidak sempat kamus besar bahasa Indonesia cantumkan, faktanya keluar. Ada pula bahasa daerah yang sifatnya negatif. Mengusirmu untuk pindah haluan nyatanya membuahkan persepsi sendiri-sendiri pada diri orang lain.
Selalu saja ada manusia yang bersikap tak peduli, membiarkanmu dalam kesesatan dan ada pikiran yang sangat arogan, tentang siapa dia, untuk apa pula aku repot-repot mengurusi ia? Toh celaka pun ia yang rasa.
Namun di sisi lain, akan ada orang-orang yang berusaha berteriak dalam hatinya, mendoakanmu untuk bisa kembali ke jalan seharusnya, tanpa perlu repot-repot berbicara di depanmu, mereka berpikir mendoakan adalah cara ternyaman menyampaikan perhatian.
Kamu juga jangan kaget. Seharusnya sudah bisa menyiapkan hati bilamana ada orang-orang yang menegurmu dengan kasar, di depan orang banyak pula, bahkan kamu sampai diperhatikan warga sekitar. Ah, jangan marah ya. Itu kan juga salah satu alternatif untuk mereka yang ingin mengajakmu kembali pada jalan kebenaran.
Berpikir jernih merupakan suatu sikap yang harus dimiliki. Semuanya, aku, kamu, pun mereka. Jika kita sudah meletakkan suatu pilihan, berjalan pada arah utara yang harusnya diperuntukkan ke selatan, terima dengan lapang segala hujan komentar orang lain. Bisa saja kan ini salah satu cara Allah menyapamu, itu pun semata agar kamu tidak larut dalam kesalahan. Tidak pula membiarkan kesalahan yang kamu anggap sederhana ini berkelanjutan. Setidaknya kamu mau merendahkan hati. Mengambil segala hikmah yang terjadi.
Kemudian setelahnya, kamu pun mudah tersenyum, sebagai tanda bahwa di dunia ini kita tidak hidup sendirian. Pasti akan selalu ada orang-orang yang menampilkan perhatian dengan caranya sendiri-sendiri. Tak perlulah pedulikan caranya. Terpenting kamu bisa menyerap setiap isi dari perhatiannya.
Semoga kamu tidak salah jalan ya…
07.11 AM 4 Syawwal 1436 H