Padahal sudah berulangkali bilang pada diri sendiri, "jangan terlalu berharap", "jangan berekspektasi tinggi". Karena ya, memang seringnya, dua hal itu sangat berdekatan dengan akhir yang mengecewakan. Apalagi jika yang menjadi tumpuan harapan itu adalah juga manusia biasa seperti kita.
ya memang ya, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. :))
Ingat prinsip hidup seorang Muslim. Jangan mengharap sesuatu kepada manusia, kita wajib mengharap hanya kepada Allah ﷻ.
Ingat! Orang yang mengharap kepada Allah ﷻ, dia tidak akan kecewa selama-lamanya. Tapi, orang yang mengharap kepada manusia, dia pasti akan kecewa.
Dan kita tidak boleh meminta-minta kepada manusia. Islam sangat mencela perbuatan meminta-minta. Perbuatan menghinakan diri kepada manusia, ini dilarang dalam Islam.
— Ustadzuna Yazid bin Abdul Qadir Jawas رحمه الله.
Ringkasan faedah dari Ustadzuna Yazid bin Abdul Qadir Jawas رحمه الله.
Khutbah Jum'at — Prinsip Hidup Seorang Muslim.
1. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah ﷻ.
Pokok dari tujuan Allah ﷻ menciptakan makhluk agar semua beribadah kepada Allah ﷻ, bukan untuk main-main, bukan untuk bersenda gurau, bukan untuk jalan-jalan, bukan untuk mencari ma'isyah sepenuhnya. Sebagaimana firman Allah ﷻ,
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.” [Al-Zariyat/51: 56-57].
Kita hidup untuk beribadah kepada Allah ﷻ. Maksud dari Ibadah adalah mentauhidkan Allah ﷻ. Dan ketika Allah ﷻ menyebutkan bahwa Allah ﷻ menciptakan makhluk untuk beribadah, Allah ﷻ juga telah menjamin mereka dengan rezeki. Allah ﷻ berfirman,
يقول الله عز وجل: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ . مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ . إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” [QS. Az Zariyat/51: 56-58]
2. Allah ﷻ mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab untuk menjelaskan kepada manusia bagaimana cara beribadah kepada Allah ﷻ.
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thagut itu.” [An Nahl/16 :36].
3. Kewajiban setiap Muslim adalah untuk menuntut ilmu syar'i.
Setiap Muslim wajib untuk belajar, belajar, dan terus belajar. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” [HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224]
Wajib bagi setiap Muslim untuk menuntut ilmu syar'i. Dia harus luangkan waktu untuk belajar ilmu agama ini. Sangat disayangkan betapa banyak kaum muslimin yang tidak tahu tentang Islam.
Sangat disayangkan, dia hanya tahu hidup ini hanya untuk mencari ma'isyah, makan, minum, nikah. Tapi dia tidak tahu tentang agama ini. Dia hanya tahu tentang dunia, tapi dia tidak tahu tentang akhirat.
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” [QS. Ar-Rum/30: 7]
Tentang wudhu mereka tidak tahu. Tentang لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ; mereka tidak tahu tentang rukun, syarat dan konsekuensinya. Mereka tidak tahu cara beribadah kepada Allah.
Ini adalah Aib bagi seorang Muslim.
Sampai ada seorang Muslim yang tidak bisa baca Al-Qur'an. Antum harus belajar, belajar dan belajar. Allah sudah mudahkan semuanya. Al-Qur'an sangat mudah dibandingkan dengan seluruh kitab yang ada di muka bumi ini.
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk peringatan atau pelajaran, maka adakah orang yang (mau) mengambil pelajaran?” [Al-Qamar/54:17]
Al-Qur'an adalah kitab yang sangat mudah untuk dibaca dan diamalkan.
4. Allah menyuruh kita untuk beribadah, Allah juga menyuruh kita untuk mencari ma'isyah.
Sebagai seorang makhluk, kita tidak boleh bergantung kepada orang lain. Dia wajib menopang hidupnya sendiri dan wajib beribadah kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman,
“Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya“. [QS. Al Mulk/67 : 15].
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” [QS. Al Jumu’ah/62: 10].
Setiap anak lahir membawa rezekinya masing-masing. Ketika masih kecil, ia menjadi tanggungan kedua orang tuanya, tapi ketika ia baligh, ia harus berusaha untuk menghidupi dirinya sendiri.
Rezeki sudah dibagi-bagi oleh Allah ﷻ, tidak boleh hasad, iri dan dengki dengan rezeki orang lain. Harus diingat bahwa rezeki kita tidak akan dimakan oleh orang lain. Allah ﷻ berfirman,
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” [QS. Thaha/20: 132]
Ketika sedang mencari ma'isyah selama antum bertakwa kepada Allah ﷻ maka Allah ﷻ akan bukakan pintu rezeki. Allah ﷻ berfirman,
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” [QS. Ath Talaq/65: 2-3]
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia).” [Syaikh Al-Albani berkata, Shahih [Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/300 ; Shahih Sunan Ibni Majah, 2/393]
Nabi ﷺ khawatir jika Allah memberikan kekayaan kepada manusia. Beliau ﷺ bersabda,
“Sesungguhnnya di antara yang aku khawatirkan atas kamu sekalian sepeninggalku nanti adalah terbukanya lebar-lebar kemewahan dan keindahan dunia.” [HR. Muslim]
Allah ﷻ memberikan rezeki kepada kita untuk menegakkan ibadah. Ketika Allah ﷻ memberikan rezeki yang banyak maka gunakan untuk ibadah haji, untuk ibadah umroh, untuk anak & istri, untuk orangtua, untuk bersedekah.
6. Dalam hidup, kita wajib menggantungkan hati kita dan hidup kita hanya kepada Allah ﷻ.
Disamping ibadah, disamping kita usaha dalam mencari ma'isyah. Kita gantungkan hidup kita hanya kepada Allah ﷻ, kita tawakal kepada Allah ﷻ, Allah pasti akan memberikan rezeki kepada kita.
Dari ‘Umar bin Khottob, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
“Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.” [HR. Tirmidzi no. 2344. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih]
Ingatlah prinsip hidup seorang Muslim. Jangan mengharap sesuatu kepada manusia, kita wajib mengharap hanya kepada Allah ﷻ.
Ingat! Orang yang mengharap kepada Allah ﷻ tidak akan kecewa selama-lamanya. Tapi orang yang mengharap kepada manusia, dia pasti akan kecewa.
Dan kita tidak boleh meminta-minta kepada manusia. Islam sangat mencela perbuatan meminta-minta. Perbuatan menghinakan diri kepada manusia, ini dilarang dalam Islam.
Diriwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله عنهما, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda,
“Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya.” [Muttafaqun ‘alaihi. HR al-Bukhari (no. 1474) dan Muslim (no. 1040 (103)]
Ajarkan kepada anak kita untuk tidak meminta-minta, bahkan hanya sekedar meminta permen. Apabila minta, mintalah kepada Allah ﷻ, minta tolonglah hanya kepada Allah ﷻ,
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” [QS. Al-fatihah/1: 5]
Prinsip hidup seorang Muslim yang harus ditanamkan kepada anak dan istri kita yaitu jangan mengharap kepada manusia, tapi banyak berharap kepada Allah ﷻ.
Allah Yang Maha Kaya; seluruh langit dan bumi ini milik Allah. Berdo'a, terus berdo'a kepada Allah ﷻ, pasti Allah ﷻ berikan kemudahan.
Semoga bermanfaat untuk ana dan antum sekalian. Semoga Allah ﷻ mengampuni dosa-dosa kita. Dan menetapkan kita diatas Islam dan Sunnah. آمين يا رب العالمين.
Aku mengantung harapanku pada pucuk pohon mahoni, lalu dedaunnya berguguran sediki demi sedikit saat musim semi. Yang tersisa hanya rangka dan kecewaku yang tak reda.
Dilain waktu, kusempatkan memahat mimpi-mimpi di langit malam, ah rupanya hujan, ia pun jatuh remuk berhamburan.
Dan kini, aku tak memiliki apa-apa selain jera. Tak lagi kuminta apapun kepada yang fana. Sebab, tak ada yang tersisa kecuali lelah yang tak ada ujungnya.
Maka, ".... hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (QS. Al-Insyirah : 8).
Benar kata orang terdahulu nona, kau tak perlu turun dari tahta mu jika raja menginkan kamu, Seperti Klisenya sebuah kata "Takdir" maka dia sendiri yang akan mendatangi dan meminta mu bersama nya.
Cukup dewasa jika kamu sudah bisa menerima dan memaknainya <3 :'))