Hitam Hangat
17 Januari 2021, setelah seharian berkegiatan perut kami berontak minta diisi. Bandung punya banyak tempat kuliner menarik, tapi akhirnya kami pilih makan di Nasi Bebek Khas Madura (Bu Fita) karena rasa penasaran terhadap bumbu hitam yang sering dipuji puji orang. Kami mengandalkan google maps untuk menuju tempat tersebut. Kami masuk gang kecil di daerah Jln. Rajawali. Kami curiga google maps memberikan arahan jalan yang salah karena saking kecilnya gang itu cuma bisa dilewati 1 motor. Ternyata kecurigaan kami benar, google maps mengarahkan kami ke satu rumah pemilik Nasi Bebek Khas Madura (Bu FIta), ditempat tersebut hanya menyediakan layanan take away. Sedikit kecewa, kami menanyakan apakah bisa makan langsung di rumah si ibu, eh ternyata kami diberi arahan ke tempat makan yang berada di Jln. Rajawali. Jadi ternyata arahan google maps ada 2 titik tempat berbeda nama yang dimana produksi nya sama sama oleh Bu Fita. Singkat cerita, akhirnya kami sampai di tempat yang dimaksud Bu Fita. Untuk seluruh menu, pastinya menggunakan sambal hitam. Isi menu nya bebek yang hanya beda di potongan dan ukuran potongannya + tambahan seperti nasi, tempe, tahu, ati, sambal hitam. Kami pesan 2 porsi Dada Sedang. Bebek dimasak gurih dan sampai benar benar kering, kami bisa makan tulangnya. Kami diberi satu potong ati juga. Sambal hitam yang disajikan juga gurih dan pedas yang seimbang, sehingga rasanya tidak tumpang tindih. Sambal hitam juga buat kami merasa hangat karena didalamnya terdapat rempah rempah yang buat hangat seperti jahe, sedikit banyak rasanya mirip dengan banyak bumbu masakan masakan sumatra, mungkin beda beberapa rempah saja. Satu piring nasi + Satu potong dada bebek sedang bisa buat kami kenyang bego. Makan di tempat itu jadi pilihan yang tepat untuk mengakhiri hari.














