Puisi Malam
Ketika matahari mulai memancarkan sinar dibalik ketiak purnama Ketika bintang-bintang berkilauan Entah membawa suka atau duka Pintu kegelapan mulai terbuka Kunci kebohongan mulai memutar Empat dinding setia menyapa Tembok-tembok menjadi saksi Atma bercengkrama dengan logika Memeluk nada-nada yang berdenting Mendekap hati-hati yang berdegap Merangkul jiwa-jiwa yang berdentak
-Seniman Proletar
















