SIT Insantama Galang Dana untuk Muslim Rohingya Senin pagi (18/09) auditorium SIT Insantama dipenuhi para siswa SDIT dan SMAIT. Mereka berkumpul dalam rangka penggalangan dana untuk Muslim Rohingya. Acara ini mengambil tema Rohingya Memanggil #SaveMoslemRohingya. Acara dimulai dari pukul 7.30. Setelah dibuka dengan tilawah Alquran. Kemudian disusul dengan pembacaan puisi yang dibawakan oleh Duo F, yakni Faqih dan Fatih. Puisi yang mereka bacakan terlihat mengundang perhatian seluruh yang hadir di auditorium. Puisi itu menggambarkan derita umat Islam Rohingya dan ketakberdayaan umat Islam di wilayah lain untuk mengulurkan tangan. Perhatian audiens kemudian lebih terhentak lagi oleh suara pekikan penuh semangat dari seorang siswi SMAIT, yakni Devina yang menyampaikan orasi penyemangat. Orasinya menyeru kepada audiens untuk berjuang menjadi para mujahid agar dapat meringankan derita Muslim Rohingya. Selanjutnya, orasi penyemangat disampaikan oleh perwakilan siswa SMAIT, yaitu Hanzalah dan Khrisna. Orasi ini menekankan bahwa Muslim itu satu tubuh, yang jika satu organ sakit, maka tubuh lainnya merasakan sakit. Penggalangan dana pun digelar. Beberapa orang panitia menggunakan menggelar sorban untuk menampung uang donasi dari seluruh hadirin di auditorium Insantama. Kemudian unit SDIT menyerahkan secara simbolis. Beberapa siswa SDIT naik panggung untuk menyerahkan dana kepada ACT serta menyampaikan surat untuk Muslim Rohingya. Selanjutnya audiens hanya terdiri dari siswa SMAIT karena siswa SDIT keluar dari auditorium. Mereka bersiap-siap untuk mengikuti presentasi mengenai Muslim Rohingya yang disampaikan dari ACT, yaitu Pak Diki Irawan. Dia memiliki pengalaman langsung terjun ke wilayah Rakhine. Pembicara mengakui bahwa acara ini membuatnya bertambah semangat. Dia menyangka acara yang digelar hanya galang dana sepert biasa, tapi ternyata acara ini di luar perkiraannya. Dia pun memekikkan takbir yang kembali dibalas takbir penuh semangat oleh seluruh audiens. Pak Diki menceritakan, korban meninggal dalam pelarian mencapai ratusan orang. Jika media memberitakan meninggal 20 orang, maka sebenarnya korbannya adalah 200 orang. Lanjutin di komen.. #SaveMoslem Rohingya








