#SAVEPESUT Menurut Peneliti pesut Mahakam dari Yayasan Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI). Dahulu, di era 1970 sampai 1980-an, masyarakat bisa dengan mudah melihat Pesut Mahakam di hilir Sungai Mahakam, seperti di tengah Kota Samarinda. Populasinya Pesut saat ini antara 70-80 berdasarkan perhitungam sirip. Seiring waktu, kini masyarakat tidak mudah lagi menemukan Pesut. . Itu artinya, pakan mereka ikan-ikan kecil, sudah tidak ada lagi di Sungai Mahakam di tengah Kota Samarinda. Mereka bergerak ke hulu sungai mencari makan, dimana banyak ikan kecil disitu. . Faktor lainnya, lalu lalang Tugboat yang menarik kapal ponton Batubara. Menurut Danielle, perilaku Pesut akan merasa sangat bising dan tidak bisa memantulkan gelombang sonar, sehingga bergerak menjauhi kebisingan. . Di video ini juga terangkum aksi warga setempat yang menyelamatkan Pesut yang terdampar. 👩💻Yuk tonton video durasi full 06:41 menit, karena ada penjelasan lengkapnya: Swipe link di instastories (@indoflashlight) | Link: https://youtu.be/r5nkg2WdSOY | atau bisa swipe melalui sorotan “Satwa”. Terima kasih. (@indoflashlightKalimantan) | #imdoflashlight #indoflashlightKalimantan #kemenpar #satwa #lingkungan #pesut #pesutterancampunah #sungaimahakam #kalimantan #indonesia (di Indonesia) https://www.instagram.com/p/BnnEDtInBbk/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=s5eci3uxo6k5


















