Secarik Kertas
Terkadang ada hal yang sangat dan amat ku inginkan namun tak dapat ku utarakan kepada siapapun. Sore itu, di kala sunyi sendiri ku ambil secarik kertas pada binder, ku ambil sebuah pensil mekanik di dalam tas dan lihat sekelilingku begitu hampa, sepi dan sunyi, tidak ada seorangpun menemaniku, dan ku mulai menuliskan apa yang ku butuhkan pada saat itu, aku benar-benar membutuhkan nya. Ku tuliskan keinginanku untuk kembali ke kota asal untuk berkumpul bersama orang tua, kakak, adik dan kucing-kucing nakal. Sebenarnya ada alasan yang begitu spesifik yang membuatku untuk kembali ke kota ini, namun untuk saat ini aku belum bisa mengutarakannya disini, maka dari itu maafkan aku. Setelah tulisan tersebut selesai, secarik kertas itu kulipat bagian kiri dan kanan, lalu kulipat bagian depan, kulipat kembali bagian kiri dan kanannya maka jadilah sebuah pesawat kecil, lalu ku simpan di dekat cermin. Cermin adalah salah satu benda yang sering ku hampiri. Bukan karena ku sering bercermin tapi karena skincare ku berada di dekatnya. Maka dari itu ketika ku menghampiri cermin, aku pun dapat melihat sebuah pesawat kecil yang berasal dari secarik kertas yang didalamnya terdapat keinginanku. Sebulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan akhirnya Allah mengabulkan keinginan ku. Alhamdulillah, aku merasa setiap apapun yang kuinginkan berdasarkan apa-apa yang kubutuhkan dengan doa dan usaha Allah selalu mengabulkan nya. Secarik kertas itu pun masih ku simpan, agar aku selalu ingat alasan mengapa ku kembali ke kota ini.
*Catatan : Terkadang ku membutuhkan waktu untuk sendiri untuk berpikir apa yang kuinginkan dan apa yang kubutuhkan, karena apa yang kuinginkan terkadang bukanlah apa yang kubutuhkan.


















