Day 10 : A Song That Makes You Sad
Jogja Hip-hop Foundation (JHF) - Sedulur
Jika berbicara mengenai persatuan saya memang cukup sensitif. Gimana tidak, sebagai salah satu minoritas saya paham betul bagaimana rasanya dipandang aneh karena berbeda.
Saat kawan-kawan SD bisa bercerita tentang asyiknya perang sarung di mushola, saya cuma bisa manggut-manggut dan membayangkan gimana kalo digereja anak-anak sekolah minggu perang-perangan pake salib.
Tidak cukup sampai disitu, hampir setiap paskah temen-temen pasti selalu tanya “Eh, Tuhanmu kok iso mati tow?”. Atau setiap kali masuk bulan Ramadhan, temen-temen suka ngompor-ngomporin buat masuk islam biar bisa ikut perang sarung di mushola.
Ya, itu adalah cerita masa kecil yang cukup membekas. Setelah beranjak dewasa, saya sudah tidak masalah lagi dengan hal-hal semacam itu. Layaknya orang dewasa yang berfikir secara dewasa, perbedaan itu seharusnya tidak untuk dipermasalahkan.
Tapi coba lihat apa yang terjadi sekarang. Semua kembali bersitegang. Unjuk taring kepercayaan siapa yang paling benar dan paling memegang kendali.
Saya sangat prihatin melihat hal ini. Lagu terbaru JHF - Sedulur sepertinya cukup mewakili perasaan miris saya terhadap apa yang sedang terjadi sekarang ini.
Jujur, waktu lagu ini baru pertama kali keluar, saya mendengarkannya sambil mbrebes mili. Tidak ada kata-kata yang bisa mendeskribsikan kesedihan saya.
Yang jelas saya rindu semua bisa kembali kondusif. Sudahlah, orang punya faith masing-masing. Semua pasti merasa paling benar, tapi jangan gunakan itu untuk melakukan konfrontasi dan mencederai persatuan.















