Seiring bertambah usia, semakin sedikit kesempatan untuk menikmati di dunia, tidak mengherankan sebab, momen bertambah usia menjadi ajang untuk mempersiapkan diri, memperbaiki semua sebelum semuanya terlambat. tidak bagi aku moment menua merupakan moment sakral yang bias, bahkan terkesan fatamorgana. tapi tidak mengapa, sekali lagi selamat bertambah umur putri kecil! selamat menua.
beberapa manusia menjadikan ulangtahun penuh dengan penantian pada hari-hari sebelumnya. memimpikan perayaan pesta, ucapan-ucapan hangat yang silih berdatangan dari orang-orang tercinta dan terkasih menjadi balasan penantian yang sadar atau tidak menjadi hal yang dinanti-nantikan ketika tiba berulang tahun.
Tapi beberapa manusia lain justru sebaliknya, bukan karena ulang tahun tak memiliki moment yang istimewah, karena seiring berjalannya kehidupan beberapa orang sadar, bahwa moment sakral ulang tahun tidak lebih dari alarm pengingat akan kematian, alarm mengingat semakin mendekati batas pintu kehidupan. alarm yang semakin jauh dari kehidupan masa kecil yang semakin jauh tertinggal dibelakang dan tibalah proses pendewasaan yang penuh akan kejutan.
Kenyataan demikian, bukan berarti moment sakral ulang tahun tidak menjadi istimewah sama sekali bukan, hanya saja perayaan ulang tahun berganti makna menjadi ritual sakral penerbangangan doa-doa pada tuhan yang maha agung, agar apapun yang ditemui di umur baru ini pundak kita selalu dikuatkan. menjadikan hari perayaan Hari lahir menjadi sakral sebab tiada kuasanya sehingga pada detik ini masih diberikan kesempatan umur panjang untuk bernafas bebas tanpa kekurangan apapun.
Tadi malam tepat jarum jam menunjukan pukul 00.00 WIB seketika hatiku terasa menciut, genap usiaku 21 tahun hidup di dunia ini. tidak banyak harapan yang aku minta ketika usiaku bertambah bahkan pula perayaan pesta. aku hanya takut suatu saat nanti tak dapat menikmati moment sakral diperayaan selanjutnya ketika umurku menginjak 22tahun nanti. namun ketika melewati pukul 00.00 wib, kulantunkan doa-doa sebagai wujud terimakasihku pada tuhan yang maha agung atas kebaikannya, ku terbangkan doa-doa padanya yang amat sangat sederhana sebab aku malu padanya terlalu banyak dosaku padanya. aku tidak menghabiskan sepanjang hariku pada perencanaan-perencanaan yang terlalu muluk-muluk bagiku, tentang perencanaan masa depan yang aku saja tidak yakin akan terlukis sebagaiamana, tentang perencanaan yang mulai besok akan dimulai bersama umurku yang baru.
Aku menerbangakan doa pada tuhan yang maha agung di draf pertama diumurku yang baru, tentang ucapan syukur yang tidak ternilai kuasanya, lalu pada draft selanjutnya aku meminta padanya untuk diberikan jalan tenang pada problematika intrik keluargaku, setidaknya aku cukup iklas dan berlapang dada menerima persoalan ini hingga ku mampu lalui selama 21tahun. Doa selanjutnya tidak akan kutuliskan pada lembaran ini yang mungkin akan terkesan sampah, tapi satu yang aku pinta intinya semoga DIA senantiasa diberikan umur panjang, senantiasa diberikan kebahagiaan melimpah persetan dengan kebahagiaanku, karna sekali lagi aku tidak memikirkan akan diriku.
Apapun yang terjadi, bertambah usia di hari 15 juni ini aku akan tetap semangat hidup untuk menjalani hari esok yang bahkan kutak tahu akan terlukis seperti apa karena aku tidak mau mau menebak-nebak akan terjadi seperti apa. aku akan berjuang untuk hidup walupun luka ku belum sembuh, aku berusaha menahan perih yang membiru untuk tetap hidup sambil melupakan sejenak luka ku. aku akan tetap semangat menjalani dan akan terus berjalan di kehidupan yang terus berjalan, kehidupan yang harus aku buka. selamat menua Selamat Bertambah usia wahai putri kecil tetaplah hidup menjalani hari esok dan seterusnya dengan seada-adanya.
Tetaplah hidup karena aku sadar masih banyak kotak-kotak kehidupan yang harus aku isi dan ku buka. Selamat Menua Janganlah Jadi tua yang menyebalkan daun kering yang tak pernah tanggal dari dahannya. Selamat Bertambah usia Langit sore yang hujannya sering ku bawa dalam sunyi disisi remang di Hidupku sendiri. Semoga Tuhan yang maha agung berkenan menjadikan aku hidup dan mati dalam sekelilingan kebaikan dan duka. sebagaimana menjadi manusia yang setidaknya masih terus bertahan walaupun digempur, dihancurkan bahkan dipaksa untuk menelan pil pahit menjalani kehidupan ini. Meskipun dalam hidup ini ketidakmungkinan selalu menjadi hal yang paling menyakitkan dan menakutkan. semoga tuhan memberikan Kebahagiaan, kesehatan, Kuat atas apa yang diriku lalui hari ini dan kemaren.
Terimakasih untuk diriku hari Ini dan Hari kemaren yang masih sanggup untuk berjuang dan bertahan tentang apa yang diriku lalui walapun sangat terjal dan pilu hingga harus menahan luka dalam. terimakasih sudah bertahan hinga detik ini. Terima kasih untuk tangismu dulu, kemaren yang masih mau reda dan kembali menguatkanmu menjadi manusia kuat dan tegar untuk terus menjalani hari, Terimakasih Untuk diriku Kemaren tidak akan ku sesali Perkara kenapa ku diriku lahir sebagai manusia yang dari keluarga amat menyiksa dan hidup di dunia ini. aku Tahu tuhan pasti memberikan semesta didalamnya, mesikpun aku tahu perjalanan untuk sampai ke muara itu penuh lika-liku yang membuat aku menyerah menjadi manusia. Namun aku berusahan untuk tetap hidup dan selalu hidup
Sekali Lagi Selamat Menua, Selamat Bertambah Umur, Selamat Atas Fase Baru yang Akan Aku Lalui :))