Self-rewards
Inspired by: ronasalma
Sebagai makhluk sosial, tentunya kita nggak terlepas sebagai makhluk yang saling bergantung pada orang lain. Kurang lebih dalam sehari kita pasti berinteraksi dengan lebih dari satu orang. Terlepas dengan kondisi work-from home seperti sekarang ini, tidak menutup kemungkinan kita menjadi antisosial, atau nggak mungkin kita jadi orang yang sama sekali nggak berkomunikasi dengan orang lain. Kita memang ditakdirkan untuk selalu bergantung dengan orang lain. Karena kita nggak mungkin bisa hidup tanpa bantuan oranglain.
Secara alami, manusia memiliki kecenderungan untuk meminta bantuan dari oranglain. Atas dasar seperti ini kita akan memberikan feedback kepada orang tersebut, seperti mengucapkan terimakasih sambil tersenyum atau lebih dari itu, memberikan sedikit bingkisan yang dia suka atau sebagainya. Jika dalam sehari kita dapat memberikan feedback kepada oranglain, lalu bagaimanakah dengan diri kita sendiri?
Pernahkah kalian memberikan feedback kepada diri kita sendiri? Sesuatu yang sederhana misalnya, saat bangun tidur di pagi hari, kalian mengucapkan kepada diri kalian sendiri sambil menatap keluar jendela: “Terimakasih hari ini aku bangun pagi pukul 04.30” atau, “Terimakasih hari ini aku tidak makan mie instant karena aku telah berusaha untuk menguranginya”. Hal ini yang dinamakan self-rewards. Sesuatu hal yang terjadi dalam diri kita yang juga patut kita give an appreciation. Meskipun terlihat sepele, namun hal ini berpengaruh terhadap mental health kita. Atau sederhananya, terhadap perkembangan diri kita.
Self-rewards disini merupakan sebuah penghargaan terhadap diri sendiri ketika kita telah melakukan hal baik pada diri sendiri. Meskipun terlihat sepele, namun jika kita perhatikan dampaknya akan terasa ketika kita melakukan self-rewards ini secara continue. Penghargaan karena tidak mengatakan hal-hal buruk terhadap orang lain, atau penghargaan karena kita telah menyingkirkan sampah plastik di jalan dan membuangnya di tempat sampah, atau membantu teman yang catatannya ketinggalan di kost, lalu dengan senang hati kita memfotokan catatan itu karena nggak mungkin dia pulang untuk mengambil bukunya. Penghargaan kepada diri sendiri yang ketika kita membantu oranglain dan melakukannya dengan ikhlas akan membawa kebahagiaan tersendiri, karena belum tentu orang lain merasa bahagia seperti yang kita lakukan.
Manusia memang tidak pernah merasa cukup, selalu saja merasa kurang atas apa yang telah kita miliki. Tetapi, kita bisa mereduksi hal-hal yang diluar kemampuan dan hanya fokus dengan apa yang bisa kita kontrol. Kita cukup mensyukuri apa yang kita raih hari ini, aktivitas ataupun hal-hal sekecil apapun yang membawa kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Bersyukur atas apa yang kita makan hari ini. Se-sederhana makanan yang kita makan selagi makanan kita halal mulai dari proses mendapatkannya sampai pengolahannya dengan cara yang halal akan terasa nikmat. Apalagi jika kita berbagi dengan teman, sepele tetapi menambah kedekatan dengan teman karena kita jarang bertemu selain hanya di kantor atau kampus saja. Dengan begitu, hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup kita bisa kita syukuri.
Oftentimes manusia lupa atas apa yang telah dicapai dan masih selalu merasa kurang. Lalai bahwa ada diri yang perlu diberi kata terimakasih. Ada pikiran yang harus di-istirahatkan, ada diri yang perlu waktu tidur malam yang cukup. Beberapa hal yang harus kita beri kesempatan pada diri sendiri, lalu kita beri apresiasi. Karena, jika bukan kita yang peduli dengan diri sendiri, lalu siapa lagi?
Selamat mencoba:)












