Matamu merambat pada waktu-waktu yang terasa melambat. Kau jadi semakin akrab dengan sebab. Namun, selalu kalah membelah paradoks yang mulai merekah di sekujur batin.
Kadang, dirimu mampu menjadi kawan sekaligus lawan. Tergantung bagaimana caramu mengelola emosi di berbagai kondisi.
Jika memang masalah menghantammu dengan kejamnya, membuat langkahmu tersandung berkali-kali. Menangislah jika itu melegakan hati. Menyendirilah pada ruang sepi jika itu mampu membuatmu melepaskan segalanya perlahan-lahan.












