Match 09: Semarang United 1 - 0 Real Mataram FC , Need another plan B
Hasil memang mengecewakan kalah 1-0, namun dari aspek permainan tim The Reds Army secara keseluruhan tidak mengecewakan. Skenario permainan dengan bola-bola pendek tidak jalan, dikarenakan lapangann yang becek dan sedikit tergenang air. Strategi yang diterapkan oleh Real Mataram adalah menggunakan umpan-umpan panjang. Demikian pula tim Semarang United FC (SUFC) juga menggunakan pola yang sama. Tembakan bebas Amarildo Souza pada menit ke-3 gagal dihalau oleh Arik Bakhtiar, sehingga SUFC unggul 1 – 0. Gol tersebut sebenarnya tidak menjadikan patah semangat para pemain RMFC, terbukti mereka mampu mengimbangi permainan lawan. Pada babak pertama, serangan kedua tim silih berganti. Permainan duet penyerang RMFC, Fernando Soler dan Eko Wijayanto, bermain cukup baik.Sundulan Soler mampu ditepis oleh kiper lawan, sedangkan sundulan Eko melebarTipis. Tembakan dari lini kedua, juga dilakukan oleh Eko Prasetyo dan Bisri Mustofa, namun tembakan mereka yang mengarah ke gawang masih terlalu lemah. Percobaan tembakan yang dilakukan oleh Zainal Abidin dan Supriyanto juga tidak menemui sasaran. Pada babak kedua, The Reds Army mampu mengusai jalannya pertandingan. Ball position 60% dikuasai oleh tim RMFC. SUFC sesekali mengandalkan serangan balik dan cenderung bertahan. Serangan balik dilakukan oleh pemain sayap Amancio Fortes dan Simon Quienteri.Beberapa peluang emas yang diperoleh Bisri Mustofa, F. Soler, dan Christian Febre gagal menjadikan gol.
Ada beberapa catatan dari hasil laga tersebut: 1) Pemain RMFC mampu bermain consisten selama 90 menit, hal ini merupakan indikator kondisi fisik pemain yang membaik namun juga disebabkan karena cuaca mendung sehingga tenaga pemain tidak terlalu terkuras. 2) Konsentrasi pemain yang tidak melorot dalam 15 menit terakhir yang krusial, hal ini disebabkan karena kondisi fisik pemain yang cukup baik. 3) Dengan kondisi lapangan yang becek dan tergenang air, ada hikmah yang terselubung yaitu tim RMFC ternyata juga mampu bermaian dengan umpan-umpan bola panjang dengan cukup baik. 4) “Tradisi” terjadi gol (no clean sheet) dan terkena kartu terus berlanjut dalam pertandingan tersebut. 5) “Tradisi” finishing touch penyerang RMFC yang buruk dalam laga tandang juga terus berlanjut.
















