IG : @miftahulfk
seen from Italy
seen from Türkiye
seen from South Korea

seen from Canada
seen from Malaysia
seen from Russia
seen from Thailand
seen from United States
seen from United States

seen from Japan

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from China
seen from China
IG : @miftahulfk
Mustahil aku menyangkal suara yang menggema dalam jiwa.. Mustahil aku abai pada debaran lara yang terdetik dalam dada.. Mustahil aku terus-terusan tak peduli pada perasaan yang terlanjur terjadi..
Nyatanya aku memang benar-benar terjatuh pada yang tak seharusnya terjadi
...
Kita memang bukan negeri empat musim, bukan jenis padang maupun laut yang senantiasa berubah wujudnya dalam setiap seperempat tahun.
Hanya dua muka, kemarau atau hujan. Tapi diantaranya, ada musim yang tak bernama. Ketidakpastian itu bernama pancaroba. Darisanalah, menurut ketetapan Tuhan, maka segalanya akan pergi dan kembali dalam sebuah siklus yang selalu ditepati.
Untukku, untukmu, untuknya, yang pernah bertemu suatu kala...
Tuhan sempat mempertemukan kita dalam rumitnya iklim tropika kehidupan, ketika aku telah lama berteman dengan kerontangnya kesendirian. Kehadiranmu, persis bak masa pancaroba yang seketika mengubah arah hidupku secara luar biasa. Angin bertiup membawa rindu yang lama tak bersua, mengumpulkan uap-uap harap yang cepat naik ke langit seakan membawa kabar gembira. Seketika, rasa gundah itu berpadu bak awan mendung yang tak sabar untuk segera tercurah.
Begitu lama rasa itu kusimpan hingga akhirnya ia jatuh juga dalam bulir hujan pengharapan yang menderas seketika, berharap tanah batinmu menerimanya dengan sukacita. Namun, ternyata bukan padamu padang tempat hujanku berpulang. Bukannya terserap di dalam jiwa, air yang tumpah ruah itu nyatanya berubah menjadi banjir di pelupuk mata. Setelahnya, langkah kita tak lagi sejalan dan menjauh pada mata angin yang berbeda.
Hingga tuntas kutulis cerita ini dalam ribuan goresan pena, akan kukenang bayang dirimu dalam Semusim Cinta.
Untuk mendapatkan deskripsi lengkap tentang buku #SemusimCinta, silakan kunjungi bit.ly/semusimcinta atau WA di 0821-1776-1860.
Siklus pertama akan berakhir di tanggal 6 Oktober 2017. Semoga kita dapat bertemu dalam lembaran makna yang nyata.
-
©miftahulfikri
Kalau ingin berpisah, lebih baik langsung katakan. Memang, siapapun akan terguncang karenanya, apalagi segala pengharapan akan diadu oleh semua prasangka. Segala luka memang akan bersimbah seketika itu juga. Tetapi akan jadi mudah di akhirnya ; keduanya akan berpisah tanpa ada sengkarut yang mengganggu terlalu lama.
Ada juga ingin berpisah tapi tak pernah terang terkatakan. Hubungan yang tak jelas karena semakin renggang, membuat luka-luka kecil akan semakin pedih ketika menemui akhirnya. Siapakah yang begitu tega untuk membuat keputusan yang membingungkan dengan perlahan meninggalkan?
Lebih baik katakan sekarang juga.
#SemusimCinta
Siklus kedua #SemusimCinta ❤️💓 nih tementemen :) 💸 *BIG SALE: Akhir Tahun* *kindipress.com* 💰Serba 50rb-an!! ⏱11 - 30 November 2017 💞 *Twin Path* Kisah dua insan yang dipertemukan Tuhan, bersama-sama memperjuangkan perasaan mereka di jalan yang lurus. - Cetak *Rp59.000* - eBook *Free* . 👤 *Kata Ayah* Kumpulan petuah berharga para ayah kepada anak laki-laki dan perempuannya, disertai 7 materi keayahan yang aplikatif. - Cetak *Rp50.000* - eBook *Rp39.000* . 🍂 *Semusim Cinta* Kumpulan puisi dan prosa yang ditulis seorang laki-laki kala menanti datangnya pujaan hati di jalan yang diridhai ilahi. - Cetak *Rp50.000* - eBook *Rp39.000* . 📦 *Paket BUNDLE* (Twin Path, Kata Ayah & Semusim Cinta) - Cetak *Rp149.000* - eBook *Rp69.000* --*BONUS 📒 Notebook* untuk . *50 pemesan pertama*‼ . *CARA PRE-ORDER ketik:* - Nama - No. Kontak/HP - Alamat - Email - Buku/paket yang dipesan (jumlah) 📲 *Kirim ke* nomor WhatsApp +6282230252229 atau *Klik untuk chat WhatsApp* 👉 https://api.whatsapp.com/send?phone=6282230252229 *_nantikan promo menarik lainnya di bulan Desember 👏_ (at Bandung)
Secara tersiratnya, seseorang memang harus pergi karena tak mungkin terus-terusan berada di satu tempat yang sama. Yang menjadi selaksa tanya adalah "kemana tujuan ia pergi?" dan "apakah ia akan tahu jalan pulang?". Entah, siapa yang bisa menduga? Secara tidak tersirat, seseorang yang mungkin cuma mampir dalam hidupmu memang cuma episode pelengkap saja, kembali lagi pada pembuktiannya maka itulah ukuranmu menaruh harap. Bersabar dan tunggulah (dengan juga berusaha menurut bagianmu) untuk seseorang yang nantinya serius bersamamu. Dan, salah satu caranya adalah dengan meminimalkan pengharapanmu padanya. Setidaknya, sampai belum ada langkah untuk membuktikan, jangan terlalu berharap. Dan tolong, wajarkan bila seseorang pada akhirnya memilih pergi. Toh, kepergian bukanlah hal yang tabu terjadi sewaktu-kala. ©miftahulfikri . PO #SemusimCinta : bit.ly/semusimcinta . Pict credit : Unsplash
Bagi kita, orang-orang yang masih sendiri, berjalanlah saja. Kita jangan menjadi sok tahu hingga terlalu berharap, padahal tugas kita yang sejati adalah berusaha dan berserah. Apa yang terjadi di depan, maka terimalah. Hadapilah walau sulit, hadapilah walau berat.
H-5, dari #SemusimCinta
Selamat sore, semuanya. Terima kasih sebelumnya yang sudah mendoakan kesembuhan saya, sekian hari lalu terkena tifus dan sekarang masih dalam proses pemulihan. Alhamdulillah, sekarang proses packaging buku #SemusimCinta dan #KataAyah sedang dikebut supaya cepat sampai di tangan pengadopsinya. Doakan lancar ya. Terima kasih supportnya :)