Sengau di Gerbang Utama
“ Gua berani taruhan kalau lo sekarang lagi gak punya agama.” Sabath menyalakan selinting ganja dari bungkus rokoknya dan dengan tanpa rasa was-was menghisapnya, ia tersenyum saat Jojo yang jadi celingak-celinguk mengawasi sekitar mereka. Setelah merasa aman, Jojo menganggukan kepalanya lalu setelahnya Sabath melanjutkan.” Jangan pernah nganggap jelek agama atau suatu agama. Lo boleh membenci pemeluknya tapi lo gak boleh membenci agamanya. Nama agama tuh menjadi jelek karena pemeluk agamanya sendiri. Dan banyak orang yang tidak mengerti itu.” ia membuka tutup botol bir itu dengan giginya lalu mulai meneguknya.” Karena semua agama itu baik. Hanya orang yang kurang mendalami agamanya sendiri yang berani mengatakan bahwa agama lainnya buruk.”
“ Tapi buktinya banyak banget kekacauan yang dihasilkan karena pertikaian agama. Lebih baik kalau dunia tanpa agama aja kan?”
“ Itu karena kedua pemeluk agama yang bertikai itu orang-orang yang paling tolol di dunia. Berdebat masalah perbedaan agama sama saja berdebat bayi siapa yang paling lucu.” Ia menghisap ganjanya lalu meneguk lagi birnya,” Lo bisa bayangin kalau ada dua orang ibu yang baru aja ngelahirin trus berdebat tentang siapa diantara bayi mereka berdua yang paling lucu. Kan perdebatan yang sangat bodoh apalagi kalau sampai berantem. Nah semacam itulah kalau ada dua kubu yang bertikai gara-gara perbedaan agama.”
“ Tapi lebih baik kalau dunia ini tanpa agama. Kan gak akan ada orang-orang bodoh itu.” Jojo tak segan mengambil botol bir yang sedang digenggam Sabath lalu meneguknya.
“ Lo bener, otak kita berbeda sama makhluk-makhluk di sini karena kita punya otak. Ada satu lagi, karena kita punya agama. Itu hak lo kalau lo gak mau milih satu agama yang udah ada. Tapi sebenarnya lo masih punya agama.” Ia melihat sebentar wajah Jojo yang melongo tidak mengerti.” Iya… banyak banget kan orang yang ngaku gak punya agama ? tapi kalau menurut gua mereka tuh punya agama. Yaitu agama mereka sendiri. Misalnya elo nih. Lo ngaku gak punya agama, tapi sebenarnya lo punya agama. Namanya agama Jojoisme, atau terserah lo lah!”
Mereka berdua tertawa setelah Sabath mengatakan hal itu. bahkan Jojo sampai melompat-lompat dari kursinya. Sabath menggenggam bahunya, “ Karena menurut gua, agama adalah suatu cara untuk mendekat pada Tuhan. Jadi asal lo percaya sama Tuhan, lo pasti punya agama. Just take it simple, girl !”
Jojo yang masih tertawa, melompat berdiri dari kursinya lalu membalikkan badannya agar dapat berhadapan dengan Sabath. Kedua tangannya memegang kepalanya, “ Baru kali ini, aku diceramahin tentang Tuhan dan Agama sama cowok gimbal yang pake jaket penuh paku dengan logo anarchy di punggungnya. Trus nyeramahinnya sambil minum bir dan ngeganja! Dan sampai sekarang aku belon tau nama kamu. Hahhh…..” ia menarik kedua tangan Sabath, “ Ayo kita ke kandang kuda Nil, bukannya kamu awalnya pengen kesana.”
“ Nama gua Sabath.” Sabath menurutinya, ia menggenggam botol birnya dan menggendong tasnya sambil digiring Jojo menuju kandang kuda Nil. Di tengah jalan ia bertanya, “ Kalo gua boleh tau, sebenernya lo lagi punya masalah apaan Jo?”. Tapi sepertinya gadis itu berpura-pura tidak mendengar pertanyaannya sambil berlari menuju kandang kuda Nil yang sedang diberi makan oleh penjaganya.











