Nan,,,!!!!
Aku tidak pernah merasa ada yang salah dengan kebaikanku kepadamu
Hanya saja kamu yang salah mengartikan kebaikanku untukmu,
dan kamu yang kini hanya bisa kukenang melalui tulisan
pada kepergian yang tak pernah kembali
dalam sepi yang mungkin hanya bisa dinikmati dengan secangkir rindu yang terseduh hangat pada malam-malam sunyi.
adakah yang salah dari caraku ingin mengenalmu
hanya berselang beberapa hari kau beri keramahan yang tak terhingga
lalu pergi menghilang tenggelam dalam kekaburan...
entah tak terhitung lagi sudah berapa kali aku bertemu sepi ditengah lara hati,
ditemani rintik hujan yang kian menyentuh dengan suara gemericiknya bertemu tanah basah,
kau tak perlu mengatakan apapun, aku sudah cukup sakit dengan kediamanmu
senyum kecut perpisahan yang kau beri mungkin tak berarti apa-apa untukmu, namun tidak untukku.
Jika ada salah dari caraku memperlakukanmu, tolong beri tahu aku.
Kau tak perlu merasa tidak enak harus membalas dengan perlakuan manis
Hanya untuk kebaikan-kebaikan yang pernah ku bagi untukmu
Aku tak pernah meminta itu.
Aku membaginya suka cita,
Hanya untuk dikenang sebagai orang baik dimatamu
Apa itu berlebihan?
Padahal aku Cuma berharap saat nanti aku tau kau harus pergi
Kau ingat ada orang yang pernah baik tanpa alasan sama kamu disini
Namun kau salah mengartikan kebaikanku,
Aku Cuma ingin dikenang yang baik-baik saja,
Hidup dan mati itu ditangan Tuhan,
Tapi menjadi orang baik kepada orang lain dalam hidup adalah pilihan.
Pada saat kau mendapat kabar tentang kepergianku untuk slama-lamanya nanti
Aku hanya ingin kau tersenyum sambil berkata
“Yang ku ingat Dia adalah perempuan yang sangat baik, setidaknya kepadaku”
Hanya itu Nan…. Hanya itu inginku…
Berlebihan kah????
Namun seringnya yang lebih banyak dikenang bukanlah orang yang baik kepadamu
Melainkan orang yang sangat menyakitimu…
Kalo begitu, kau yang justru berhasil….
Dan kini aku telah kembali bertemu sepi ku lagi,
Tak mengapa,
Mungkin kita dulu pernah saling menyapa
Lalu kini hilang dalam nestapa
Pernah saling mengabari
Lalu berakhir dengan saling menyakiti
Pernah saling dekat,
Sampai pada akhirnya aku yang kini menutup cerita ini rapat-rapat
Kini tak perlu ada lagi rasa sakit karena kehilangan
Karena aku cukup tau kau baik-baik saja
Tanpa perlu mengabaikan kebaikan-kebaikan orang sekitarmu
















