--- ❤️❤️❤️
seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from T1
seen from Russia
seen from China
seen from Switzerland

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from China
seen from Netherlands
seen from Singapore
seen from United States

seen from Singapore

seen from Singapore

seen from Singapore
--- ❤️❤️❤️
Yang hari ini mengatur takdirmu adalah Rabb yang sama dengan yang mendinginkan api untuk Nabi Ibrahim, yang membelah lautan untuk Nabi Musa, dan yang memperjalankan Nabi Muhammad dalam Isra' Mi'raj ke Sidratul Muntaha.
So, nothing impossible for Allah ♡♡
Selamat menemukan ketenangan dalam panjangnya doa dan riuhnya isi kepala :)
Kabur dari Antrian
Kita sedang menjalani kehidupan yang lelah, tapi katanya kita tak boleh kalah. Ibarat orang-orang yang sedang mencari tiket berpergian. Sampai di tujuan dengan cepat atau lambat adalah perkara siapa dulu yang mengantri di depan. Cepat atau lambat pun semuanya akan sampai pada tujuan. Akan sampai pada apa-apa yang ia cari.
Mungkin, diantara kita sekarang ada yang sedang dibarisan belakang. Tak apa. Orang-orang yang mencari tiket berpergian akan tetap bisa maju ke depan jikalau bersabar, bukan malah kabur dari antrian.
Cukup temukan satu alasan
Seseorang yang pada dasarnya memang ingin berniat pergi, bagaimana pun kamu menahan nya ia akan tetap meninggalkan mu,
Hanya perlu satu alasan paling tepat untuk membuat seseorang bertahan, meskipun ada banyak kemungkinan membuat nya pergi.
Saat Kehilangan satu pegangan paling Fundamental untuk bertahan, tidak ada hal lagi yang dirasa mampu membuat sebuah raga bertahan lebih lama.
Jangan menahan sesuatu yang tidak ingin tinggal.
@ceritajihan
Apakah Ini jalan aman? - Part 1
Akhir-akhir ini aku mulai melihat diriku sendiri dengan cara yang lebih jujur - meski agak pahit ya shayy, wkwk. Ku akui dalam hidup ternyata bahwa aku sangat penakut. Rasa takutku itu membuatku menjelma menjadi orang yang sangat terorganisir. Aku melakukan audit terhadap setiap jengkal aspal yang akan kupijak.
Obsesi pada keamanan
Actually, tidak semua aspal ku audit sih. Tapi aspal pada jalan-jalan yang menuntunku pada keputusan besar. Aku akan duduk berjam-jam bahkan hari dan mungkin bulan, untuk membedah semua kemungkinan terburuk, lalu membangun barikade di sekelilingnya. Aku memastikan bahwa jika hari buruk itu datang, aku sudah punya protokol penyelamatan di kantong kiri dan kanan saku celanaku.
Aku tidak mau hidup kesusahan. Titik
Bagiku kesulitan, penderitaan, dan kegagalan adalah sebuah variabel yang harus, dan bisa, dieliminasi dengan persiapan yang matang. Aku ingin jalanku mulus, aku ingin segalanya bisa diprediksi. Itulah mengapa jalanku lambat, dan mungkin terlalu lambat dibandingkan orang-orang disekitarku yang berlari dengan nafas tersengal dan luka di lutut, dan aku dengan sadar memilih untuk itu.
D21 Belajar Menulis
To be honest, I struggle to collaborate with them—not due to unwillingness, but because our visions are difficult to reconcile.
This is not a matter of superiority, but of fundamentally different characters. We all recognize that character, once deeply ingrained, is not easily changed except through the guidance of Allah.
I sincerely hope to remain someone who is open to learning and steadfast in gratitude.
Memaafkan itu hangat, seperti air mata jatuh di pipi, coba pikirkan hal itu dan diriku, saat kau berdiri di tengah hujan.
mtsny
10 September, 6 tahun yang lalu.
Tidak terasa semua berhasil kulewati dengan cukup baik, meski ada batu kerikil yang kadang menghalangi perjalananku, tapi tidak apa, kerikil itu cukup membantuku untuk beristirahat sejenak.
Hari ini di waktu itu, di ruangan dosen yang senantiasa mendengarkan keluh kesah mahasiswanya.
Hening, hanya suara rintihan kesakitan sebab CINTA. Iya, hal sepele yang sedikit rumit.
Mahasiswa gila mana yang bercerita tentang CINTA kepada dosennya? Sambil menangis merintih pula. Hahaha aku, aku mahasiswa itu.
Pada waktu itu, aku seperti manusia yang tidak pernah mengenal Tuhan. Sebab CINTA.
Kuucapkan syukur untuk perjalanan hidupku, yang ternyata berawal dari sana, dari 6 tahun yang lalu, segala dari diriku berubah. Sudut pandangku juga tak lagi sama.
Kobaran dendam tentang masa itu berhasil membuatku berada di titik ini.
Menjadi perempuan yang senang sekali dengan kesendirian, penuh ambisi, namun tak lupa untuk terus mengasihi.
Terima kasih, diriku. 🫶
nurlinaism || Magetan, 10 September 2025