Menulis.. selama tangan dan jari jemari masih sanggup bergerak! Yang bermanfaat yang dibutuhkan, bukan tentang aksara sajak yang sia-sia.
Jum’at, 19 Juli 2019
seen from China
seen from Australia
seen from China

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from Belgium
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Finland

seen from Finland

seen from Indonesia
seen from Belgium
seen from China

seen from United States

seen from Belgium
seen from India
seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from Malaysia
Menulis.. selama tangan dan jari jemari masih sanggup bergerak! Yang bermanfaat yang dibutuhkan, bukan tentang aksara sajak yang sia-sia.
Jum’at, 19 Juli 2019
Komedi Putar
Tiba tiba antrian panjang yang telah ku tunggu sudah berakhir. Sekarang adalah giliran ku untuk menaiki “Wahana ini”
Hai Namaku Raka , salah satu mahasiswa teknik di kampus swasta di bilangan kota Jakarta.
Sudah lama tak bersua dalam bentuk tulisan. diumur seperempat abad ini tak afdol katanya kalau tak bisa berbagi apa yang telah kita punya.
Kata orang, dengan menulis akan ada banyak orang yang terinspirasi.
Tapi bagiku,
Sebuah tulisan hanya sekedar ku dedikasikan untuk otak yang lelah berpikir disetiap aktivitasnya , untuk pribadi yang masih terombang ambing karena interaksi sosialnya , dan untuk akal yang belum menetap pada satu tujuan pasti.
Sama seperti Komedi putar yang sedang ku mainkan , sekarang adalah giliranku untuk berperan dari bawah,
( 1 Ramadhan Jakarta Selepas Tarawih ) - Pemudashafar
Ada massanya, yang senantiasa mewarnai memudar menghilangkan diri. #katatanparasa #poems #marimenulis #writingquotes
Semesta, boleh aku meminta sesuatu? Tolong jangan bercanda (lagi) mengenai sebuah rasa.
Sepatu Abu Coklat
Kamu ; Imagination
Hai kamu yang hanya terlintas dalam angan
Kasat mata namun dapat menimbulkan rindu
Memberikan tanya dalam setiap waktu
Memberikan resah dalam tiap angan kehadiranmu
Hai kamu yang sedang ku tunggu
Bisakah kau menghapus kefanaan sang waktu?
Karena aku lelah menunggu
Datang dang berikan segala jelas yang selama ini ku tunggu !
Suatu Hari Tanpa Sepatu
Kau sibakkan belahan indah rambutmu Torehkan wajah lembutmu tiada meragu Kau lukiskan warna di tiap goresan semu Di sekujur pojok gurantan tajam matamu Pagi berkicau di kedua pijakan kakimu Lalui setiap sudut, kautapaki jalanmu Sesekali menebar semerbak syahdu Kauberbisik lagu mentari yang merdu Tak henti kupandangi dirimu Berlenggok dengan kaki jenjangmu Tiada aku pernah merasa malu Keindahan dunia sekejap berlalu
Seperti Daun. Aku tumbuh dan hidup karenamu. Dalam dekap pedulianmu, aku aman dan berbahagia. Hari semakin banyak, ia kita lewati dengan semangat. Menjadi minggu, kemudian berminggu-minggu. Menjadi bulan, kemudian berbulan-bulan. Entah di waktu mana, seketika saja aku cinta. Aku jatuh di tangan ketelusan untuk terus bersamamu. Lahir harap, berkembang angan, muncul rindu. Waktu masih berjalan. Lagi-lagi entah di waktu mana, seketika penglihatanku buram-mengabu. Telingaku tak bisa mendengar dengan baik. Aku kehilangan pelukmu. Aku daun yang mencintai ranting yang menjatuhkanku. Aku daun yang mencintai ranting tapi diabaikan. Aku daun yang mencintai ranting tapi di khianati. "Akan ada daun baru." Ucap bulan, sayup dari jauh. Aku berpasrah. Kita; cinta, memang soal berpasrah. Pasrah menjatuhkan harap, atau pasrah meneruskan harap. Pada aku si daun, cinta memang tak harus bersama. Foto: 15/4 06:42 -tanpa edit- 22/4/17 . . . wirdatrihasfi.wordpress.com #senandungrasa #cintadaunpadaranting #gugur #bulan #puisi #sajak #poetry #poem #writer #sastra #marimenulis #tulisapasaja #lombamenulisD7K #follow @diary7kurcaci (at Syech Yusuf Discovery)
Dear Self, Be patient ,happiness still LOADING .....to come to you