#seminarhidupbarudalamroh2019 #sesi2 #penyelamatanallah #brofrancis (at St Francis Catholic Church) https://www.instagram.com/p/B1hxMr2A-R2XcAAO7EkVb_Daz8MPbY6Kcwph6k0/?igshid=kb8rp8witiuo
seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Yemen
seen from United States

seen from United States
seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from Canada

seen from Türkiye
seen from United Arab Emirates
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States
#seminarhidupbarudalamroh2019 #sesi2 #penyelamatanallah #brofrancis (at St Francis Catholic Church) https://www.instagram.com/p/B1hxMr2A-R2XcAAO7EkVb_Daz8MPbY6Kcwph6k0/?igshid=kb8rp8witiuo
201017 - AFTERNOON TALK #2 - PART 1
Semua orang di dunia ini ingin sukses dan tentunya siapapun berhak sukses. Kesuksesan dapat diartikan menurut sudut pandang yang berbeda-beda. Setiap manusia punya sudut pandangnya masing-masing, itulah uniknya. Untuk memandang satu hal yang sama, setiap orang akan mengkonstruk penafsiran yang berbeda-beda di dalam kepala.
Di dunia ini, ada orang yang berhasil dan ada orang yang belum berhasil. Kata ‘gagal’ sepertinya menjadi momok yang begitu menakutkan untuk sebagian orang, karena seringkali dipersepsi sebagai suatu keadaan di mana seseorang kehilangan segalanya dan tidak bisa melakukan apa-apa.
Seperti halnya peribahasa “Banyak jalan menuju Roma”, keberhasilan dapat diraih lewat berbagai cara. Setiap orang punya caranya masing-masing untuk mencapai keberhasilan. Beberapa melalui cara yang ia senangi, beberapa lagi melalui cara yang terpaksa ia senangi. Tidak apa-apa, setiap orang bebas memilih caranya sendiri-sendiri untuk menentukan ke mana hidupnya akan dibawa. Namun tentunya, sebelum mulai melangkah seseorang harus punya titik awalnya. Manusia hidup tidak semerta-merta bisa berlari begitu saja. Sebelum melakukan sesuatu, ada baiknya manusia harus tahu terlebih dahulu apa yang akan ia lakukan dan apa saja modal yang ia butuhkan untuk melakukan hal tersebut.
Menjadi seorang mahasiswa semester 5 dan 7 bukanlah sebuah hal yang mudah. Pertanyaan mengenai akan bekerja di mana setelah lulus, ingin menjadi apa setelah lulus, akan melanjutkan kuliah ke jurusan apa lagi setelah lulus, dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali membuat mahasiswa galau, berpikir sekuat tenaga mencari jawaban namun sayangnya buntu juga. Akhirnya, yang sering terjadi adalah ketika sudah lulus kuliah ia bekerja pada bidang yang sebenarnya tidak ia minati sama sekali. Mereka tidak bekerja sesuai dengan passion mereka. Akhirnya, mereka bekerja dengan terpaksa.
Kegiatan Afternoon Talk Session #2 ini membahas tentang HOW TO DISCOVER YOUR PASSION. Lalu, apa sebenarnya passion?
Secara bahasa, Passion itu artinya “gairah”. Namun, jika dikembangkan lebih jauh passion itu adalah suatu hal atau kegiatan yang sangat kita sukai dan kita mampu lakukan. Passion adalah suatu hal yang memunculkan antusiasme yang tinggi dari dalam diri, kemudian kita melakukan hal tersebut dengan senang hati dan bukan karena suatu perintah tertentu. Passion adalah suatu hal, yang kalau kita lakukan maka kita seolah lupa diri dan lupa waktu. Passion adalah suatu hal yang kita kerjakan semaksimal mungkin dengan sukarela.
You got it? Sekali lagi, passion itu adalah suatu hal yang kita sukai, mampu dilakukan dengan antusiasme tinggi dan tanpa paksaan.
Setiap orang pasti punya passion. Tidak ada orang yang tidak punya passion, karena ingat ya.., dalam pandangan psikologi manusia itu tidak ada yang nol. Manusia memiliki semua hal, namun barangkali kebanyakan manusia belum menemukan hal tersebut dalam dirinya.
Sama halnya dengan passion, kita tidak bisa begitu saja menyebutkan bahwa “itu passion saya.” Teman-teman, nyatanya passion itu seperti berlian. Ia hanya dapat ditemukan ketika kita menggali diri dengan begitu dalam, sampai akhirnya menemukan satu titik terang. Ia hanya dapat ditemukan ketika kita mau berproses dengan sabar dan telaten untuk mengenal diri sendiri. Passion dapat ditemukan ketika kita tahu siapa diri kita dengan cara menghayati setiap pengalaman, dan menghayati adalah suatu proses yang tidak sebentar.
So, who am I? Siapa saya? Apa yang saya hayati? Lalu apa passion saya?
Sekali lagi, passion dapat ditemukan ketika kita mengetahui diri kita dengan cara menghayati setiap pengalaman. Pertanyaannya, jika dilihat dalam setting mahasiswa kira-kira apa yang perlu dihayati? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering mampir di telinga kita, maka mari kita mulai untuk menghayati setiap pengalaman yang telah dilalui ketika belajar setiap mata kuliah.
Pada catatan dua minggu yang lalu, teman-teman diminta untuk melingkari KHS mana mata kuliah yang paling disukai dan mampu untuk dilakukan. Langkah sederhana itu rupanya dapat membantu kita untuk menemukan passion yang tepat di dalam diri. Setelah melingkari mata kuliah yang paling disukai dan mampu dilakukan, coba kelompokkan. Kira-kira, mata kuliah tersebut ada di ranah apa jika dilihat dari keilmuwan psikologi?
Diagnostik? Sosial? Pendidikan? Perkembangan anak? Perkembangan dewasa? Klinis? Pengukuran?
Jika telah menemukan, maka bisa jadi itu yang disebut dengan passion. Disukai, mampu dilakukan, antusias, dan tanpa paksaan. Ingat, PASSION.
Ada sebuah kutipan dari Soham Dutta yang berbunyi, “Who Am I? I’m the sum total of my experiences.”
Siapa aku? Aku adalah jumlah total dari pengalaman-pengalamanku.
See? Jadi, untuk mengenal diri kita harus menghayati setiap pengalaman yang terjadi. Sayangnya, banyak sekali mahasiswa yang tidak menjadi ‘total sum of experiences’, mereka tidak menghayati pengalaman mereka sendiri. Mereka membiarkan segalanya terjadi begitu saja, mengalir seperti air. LET IT FLOW.
Untuk beberapa hal, let it flow memang perlu. Tapi untuk mengenal diri sendiri, let it be well-understood. Ketika kita tahu apa yang kita suka dan mampu dilakukan, akan lebih mudah untuk menentukan ke mana harus melangkah untuk mencapai tujuan.
Teman-teman, Di dunia ini ada dua tipe pekerja.
Ia yang bekerja dengan passion dan tanpa passion.
Mereka yang tanpa passion bisa jadi mencari satu atau tiga hal ini: penghasilan, status, dan jabatan. Barangkali mereka masuk ke dalam satu profesi tertentu, bekerja dari pagi hingga malam, mendapatkan bayaran yang cukup besar, dipandang sebagai seseorang yang statusnya tinggi, mempunyai jabatan yang dihormati, namun sayangnya jauh di dalam lubuk hati mereka melakukan pekerjaan tersebut dengan sangat terpaksa. Mereka menjadi robot yang punya hati nurani. Bekerja dengan baik dan benar, namun hatinya berontak ingin keluar. Akibatnya apa? Stress. Namun tidak sedikit loh, yang bekerja tanpa passion tapi tetap terlihat sejahtera dan baik-baik saja. Bisa jadi, orang-orang seperti itu mempunyai strategi coping stress yang baik. Mereka bisa menghilangkan stress yang dirasakan dengan cara-cara yang baik, sehingga mengembalikan fungsi fisik serta mental mereka pada kondisi yang stabil. Tapi, apa kabarnya dengan mereka yang tidak mampu untuk coping stress? Mereka berakhir depresi dan yang paling buruk adalah bunuh diri.
Sebaliknya, mereka yang bekerja dengan passion mungkin saja tidak mudah mendapatkan penghasilan, status, dan jabatan. Mereka melakukan hal yang mereka sukai dan mampu. Untuk penghasilan, mungkin mereka hanya mendapatkan materi yang tidak seberapa. Namun untuk keterampilan? Bisa jadi mereka akan begitu mahir karena menekuni apa yang ia mampu lakukan. Percaya kan, bahwa rezeki tidak akan pernah tertukar? Melalui cara-cara yang baik serta doa yang tulus, passion bisa menjadi jumlah materi yang begitu besar. Baiknya lagi, tingkat stressnya rendah. Kenapa? Kembali lagi, mereka melakukan hal yang DISUKAI dan MAMPU. Memang prosesnya lama, tapi sekali dibayar besar jumlahnya.
Ingat kan satu kutipan, Pekerjaan paling baik adalah hobi yang dibayar.
Jadi mau yang mana? Dengan passion atau tanpa passion?
Tidak apa-apa, jika nanti diantara kita semua ingin bekerja walau tanpa passion. Namun, harus mulai belajar dari sekarang bagaimana caranya coping stress yang efektif. Bagaimana cara coping stress yang efektif? Teman-teman akan tahu jawabannya asalkan kenal diri sendiri.
Nah, sekarang bagaimana ya mahasiswa yang sudah ‘terlanjur basah’? Artinya ia sebenarnya tidak suka, namun sudah terlanjur menjalani begitu lama dan tidak mungkin jika mengulang dari awal. Caranya sederhana. Pertama, tentunya kenali diri sendiri. Kenali apa yang sebenarnya saya sukai, saya minati, dan apa yang saya mampu lakukan. Kedua, cari mata kuliah yang kira-kira mendekati dengan passion tersebut. Cari sampai menemukan. Ketiga, mulai hayati dengan sungguh-sungguh mata kuliah tersebut dan hal-hal yang bisa memfasilitasi diri mencapai apa yang diinginkan. Keempat, teruskan dan jangan berhenti.
Sulit? Mungkin sulit. Tapi bisa dilakukan? Bisa. Intinya, HAYATI, TEMUKAN, TERUSKAN.
Kegiatan Afternoon Talk Session #2 ini mencoba memfasilitasi teman-teman untuk tahu bagaimana cara menemukan passion dalam diri. Selain itu, Bapak Chandra juga menjelaskan hasil analisa survey yang sudah teman-teman sempat isi dua hari yang lalu mengenai Prediksi Prestasi Akademik.
Sebagai informasi, survey ini berisikan beberapa item yang disinyalir sebagai prediktor prestasi akademik seseorang. Bagi teman-teman yang sudah mengisi, kemarin ada item yang menanyakan asal kota, jarak rumah dengan kampus, gaya belajar, lama belajar, IPK terakhir, dan perkiraan potensi kecerdasan (IQ). Sore tadi, Pak Chandra membagikan hasil analisanya kepada teman-teman yang hadir dalam kegiatan Afternoon Talk. Hasil analisa ini mengungkapkan berdasarkan survey pada sekian banyak mahasiswa, prediktor mana yang kira-kira perlu diketahui dan diaplikasikan agar seseorang dapat sukses belajar di perguruan tinggi.
Selain itu, Pak Chandra juga membantu teman-teman yang hadir di dalam kegiatan Afternoon Talk untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada di dalam diri kita melalui satu tes yang dulu, teman-teman Fakultas Psikologi UNJANI Angkatan 2014 pernah mengisi dan mengikuti kuliah umumnya. Mungkin, pada saat itu teman-teman hanya belum tahu bagaimana cara membaca hasil tes tersebut. Nah, kegiatan Afternoon Talk hari ini membantu teman-teman untuk membaca tipologi itu. Alatnya disebut TM30. Pernah dengar?
Nah, omong-omong Hasil analisa survey Prediksi Prestasi Akademik serta TM30 nya akan diposting pada catatan berikutnya. Akan ada informasi lagi mengenai kegiatan Afternoon Talk pada catatan selanjutnya. Oleh karena itu, nantikan terus catatan yang akan di-update pada alamat secangkirkopisore.tumblr.com, ya!
Untuk malam ini, cukup sekian.
Selamat menutup hari, selamat beristirahat. Selamat malam, sampai jumpa pada catatan berikutnya!
Sincerely, susanokw.
Laporan pandangan mata dari posisi nyelonjor di undakan atas. #mahabharatashow #sesi2
Engkos Kosashi dan Tetet Rohayati
FF2in 1 sesi 2
"Tampang lo kok biasa banget si?" Leslie kesal melihat Ugie hanya bisa diam menyaksikan Engkos nama panjangnya Engkos Kosasih, berduaan di kursi taman komplek perumaha Leslie bersama seorang wanita bernama Tetet nama panjangnya Tetet Rohayati..
"Kalo gue jadi elu, gue nggak akan tinggal diem. Gue bakal hajar si engkos, laki-laki nggak tau diri. Dia pikir dia siapa mesra-mesraan jam segini." Leslie mengepalkan tinju tanda bahwa dia sedang geram..
"Ya nggak enak juga kali kalo gue tiba-tida nyamperin dan marah-marah depan banyak orang. Untuk kali ini gue akan kasih dia kesempatan dulu, mungkin hari ini dia emang lagi khilaf kali lie." Ugie mengusap punggung Leslie. Keadaan berbalik, bukan ugie yang geram malah Leslie yang kesal mati-matian..
"Hah, lu tuh kelewatan sabar gie, laki-laki kaya gitu tuh nggak bisa dikasih hati. Harusnya kan dia jemput elu gie, kenapa dia malah mesra-mesraan di sini sama si Tetet. Dibandingin si Tetet, masih mending mbok Yem dah, mbok Yem nggak genit, nyucinya bersih, nyetrika juga rapi, gue beruntung punya mbok Yem. Si Tatang juga dia nggak pernah terlambat jemput gue." Lanjut Leslie. "Tatang mana?" Ugie memiringkan kepalanya tanda sedang berpikir. "Itu Tatang Sutarma yang sering jemput gue. Beruntung gue punya si Tatang." Leslie tersenyum bangga.
"Ya mau gimana lagi Lie, nyesel juga percuma, Engkos kan pilihan nyokap gue. Gue nggak bisa nolak."
Keseokan harinya Engkos tidak menjemput Ugie lagi. Ugie dan Leslie mendapati Engkos sedang berada di mall bersama, eeuuuhh siapa lagi kalo bukan Tetet..
"Inget gie udah dua kali dia begini."
Yaudah deh gue telpon mama dulu. "Ma, pokoknya aku minta supir baru, aku nggak mau punya supir si Engkos lagi. Dia nggak pernah jemput aku, bisanya jalan-jalan mulu." Dari sebarang telepon ibunya menjawab. "Yasudah biar nanati mama yang bicara sama papa. Kita suruh si Engkos jadi tukang kebun aja ya. biar nggak kelayapan terus."
Tiga hari setelah kejadian di mall itu, Engkos dipindah tugaskan menjadi tukang kebun..Hahaha
Dengan langkah terburu-buru Ugie turun dari tangga sambil mengenakan kaus kakinya. "Aduuuuhhh mama kenapa nggak bangunin aku sih mah." Masih tetap berjalan sambil mengenakan kaus kaki. "Lagi kamu semaleman online terus, mama gedor-gedor pintunya nggak bangun-bangun." Mama menuangkan jus mangga untuk Ugie, "Cepet sarapan dulu nih." Ugie mengambil selembar roti tawar dari meja dan bergeas keluar. "Ma jam segini angkot penuh nggak ya?" Ugie bertanya sambil menghambur keluar rumah. "Ngapain.." Belum selelsai menjawab Ugie sudah tak terlihat. "Baru mama mu bilang ngapain naik angkot kan udah ada supir baru."Berkata pelan..
"Aaaaaaaaa. mamaaaaa.." Karena terburu-buru Ugie berlari tak melihat sekitar, tanpa sadar ia menabrak tubuh tinggi berwajah tampan berkulit putih, berkcamata, hidung mancung, bola mata hitam dan senyum manis.. Tapi kenapa Ugie teriak ya? "Ada apa sig gie?" Mama menaruh gelas di atas meja kemudia menghampiri Ugie di luar. "Mama kok ganteng dia siapa?" Ugie menunjuk wajah tampan itu dengan mata kosong. "Yaampun kiain apa. Kamu sih tadi main lari aja, mama tadi mau bilang kamu nggak usah naik angkot, sekarang mas putra yang akan gantiin si Engkos, Engkos Kosasih pacarnya Tetet Rohayati, yang sering pacaran sama Tetet Rohayati kalo jam kerja, yang sekarang udah jadi tukang kebun. Nah sekarang yang akan gantiin si Engkos ya mas putra ini, tenang aja supir kamu yang ini dia jomblo nggak punya pacar, jadi dia nggak akan pacaran pas waktunya kamu jemput dia. Paling terlambat2 sedikit karena dia juga masih kuliah, Iya kan Putra?" Mama mengalihkan pandangannya ke Putra. "Kuliah di mana deh put, Putra maksudnya bukan Putri. Hehe" Mama merangkul pundak Ugie yang masih memandang putra dengan tatapan kosong. "FH, bu." Jawab putra sambil menunduk. "Waaaaaaaaa mama ini mah rejeki nomplok." Masih dengan tatapan kosong Ugie asal jeplak. "Kenapa gie?" Putra dan mama menoleh ke arah putri. Ugie terkesiap dan langsung naik mobil. "Ayo mas Putra. Ugie udah telat nih."
Hari2 Ugie lebih menyenangkan bersama Putra. Tak ada lagi kekesalan setiap jam pulang. Apa lagi menyesal.. Putri tidak akan pernah menyesal Ketika Engkos Kosasih digantikan oleh Putra. Bahkan dia berterimakasih pada Tetet Rohayati telah karena telah menggoda Engkos.. Dengan begitu Engkos tidak lagi menjadi supir pribadinya.
Carol.
Satu minggu kebahagaan itu menyertai keluarga baru Carol, seorang bayi perempuan kecil bernama Mazea hadir diantara keharmonisan hubungan Carol bersama isteri tercinta. Suara tangisan di pagi hari itu selalu menjadi kabahagiaan bagi Carol, menjadi penyemangat pagi sebelum pergi mencari nafkah. Rengekan bayi kecil dan senyum sang istri selalu menjadi pengantar baginya sebelum bekerja. Menjadi suntikan semangat untuk mencari nafkah. Satu minggu sudah kehadiran Bayi Mazea menjadi warna dalam hari-hari Carol beserta isteri tercinta. Namun tangisan malam itu berbeda dengan tangisan biasanya. Tangisan Mazea membuncah, suhu badan bayi mungil itu naik. Entah berapa, yang Carol tahu sangatlah panas. Namun itu sudah malam, Carol tak tega kalau harus membawa malaikat kecilnya ke rumah sakit. Carol, dan isteri mencoba bersabar mengurus bayinya sampai pagi tiba. Setelah dibawa ke rumah sakit, keadaan Bayi Mazea kritis dan butuh perawatan khusus. Sampai beberapa hari di rawat, Carol terus duduk di depan ruangan menunggu perkembangan Mazea. Carol berusaha tegar tak mengeluarkan air mata, meski ingin sekali dia menangis sejadi-jadinya. Tapi dia seorang ayah, seorang suami yang harus lebih tegar dari sang istri yang dari kemarin terus mengeluarkan air mata. Hari ketiga Bayi Mazea dirawat, perkembangan mulai muncul meski dia akhir Carol harus merelakan kepergian Mazea, yang Tetap tersenyum meski sudah tak bernyawa. Carol menatap dalam wajah Cantik Mazea, dan berkata lirih “Malaikat Kecilku.” Kemudian tersenyum karena rasa ikhlasnya.