Suara Kampus Terima Award SPS 2025
Capaian sangat dihargai tinggi dan teruskan berkarya untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Australia

seen from United States

seen from Philippines
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Poland
seen from China

seen from United States

seen from Philippines
seen from United Kingdom
seen from Philippines
seen from United States
seen from Germany
seen from China
seen from United States
Suara Kampus Terima Award SPS 2025
Capaian sangat dihargai tinggi dan teruskan berkarya untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
Bpk/ibu, para senior, kawan² yg pulang duluan. Kita kirim do'a, alfatihah :
1. Uda Yonda
2. Uni Rosdiati
3. Nazif Basir
4. Nasrul Siddik
5. Bang Chairul Harun
6. Bang M Joesfik Helmy
7. Bang Moeclis Sulin
8. Pak A.A.Navis
9. Uda Ince/Nasrun Khatib
10. Bu Nila
11. Uda Cap Sjafrial Arifin
12. Muslih Sayan
13. Pak Indin
14. One
15. Bang Abrar Yusra
16. Darlis Syofyan
17. Naswardi
18. Yulius Amadin
19. Aciak Has Ahmad
20. Darmidjas Madjid
21. Mak Etek Edi Suardi
22. Ni Wa
23. Neng
24. Liza Vitres
25. Can Bosa (driver)
26. Busmadi
27. Dody Nurja
28. Deliwar Thahar
29. Cun Masido
30. Armen
31. Wannedi Saman
32. Zahardi
33. Zul Syafni
34. Ibnu Hayat
35. Jaratan
36. Amra Rasyid
37. Rinto (Solok)
38. Syukri Nor
39. Nilwan Bata
40. SH Limpatiah
41. Indomer
42. Muchtar Lubis
43. Asril Djoni
44. Su'ud Aufia (SDA Kamli)
45. Marzi Thamrin
46. Nusyirwan Zakaria
47. Nusyirwan Damhoeri
48. Adli Etek
49. Oce 83/Arizal
50. Bang Hamid Djabar
51. Halim Yunus
52. Masrizal (Zal Caruik)
53. Erman Tasrial (meliput berita, meninggal di helikopter jatuh)
54. Hartono
55. Edi Gope (Pariaman)
56. Munlika
57. Wardin (ob)
58. Edi Taluak
59. Buk Nila
60. Bantian (driver)
61. Sayuti (driver)
62. Syahrial (driver).
63. Risman/Ris (driver)
64. Uda Nal Zainal (tukang aie)
65. Zainal Abidin (Pemasaran)
66. Indra Kusnadi
67. Zai Thamrin (Pauh Kamba)
68. Emi Bahar
69. Erizal Effendi
70. Zainal Piliang
71. Bang Wisran Hadi
72. Pak Suardi
73. Amrin Amir
74. Metrizal
75. Yusron Matondang
76. Julius Bahari
77. Nasarudin (ketua loper)
78. Cui Indra
79. Jisman (driver)
80. Dt. Nurli
81. Usman Poerba
82. Subandi (lipek koran)
83. Syofyan Kudan
84. Noor W Sutan Mudo
85. Ramli Karlen
86. Awaludin Kahar
87. Burhanudin Rasyid
88. Baharudin (layout)
89. As Tekong
90. Nasrul Rasyad
91. Bastian W Sompie (pimpinan perusahaan)
92. Hardimen Koto
93. Ronal Situmorang
94. Sudirman Limi (Jkt)
95. Maizar Dt. Tantano (Jkt)
96. Yus Parmato Intan (Jkt)
97. Wisja Sikumbang
98. Ahmad Ibrahim
99. Achyar Sikumbang Tanbaro
100. Baswir Abas (layout)
Moga Allah ampuni segala dosa²nya. Diterima amal ibadah.
Dilapangkan kuburnya.
Bebas azab yaumil mahsyar
Masuk surga, aamiin.
Menjadi Bayi Setelah Menua
BincangSyariah.Com- Seringkali kita mendengar atau kita amati bersama bahwa orang yang sudah lanjut usia akan kembali kepada sifat kekanak-k
Tafsir Yasin [36]: 68, Menjadi Bayi Setelah Menua
La Aa Li Maknunah
17 September 2019
tafsir surah yasin, menua
tafsir surah yasin, menua
BincangSyariah.Com– Seringkali kita mendengar atau kita amati bersama bahwa orang yang sudah lanjut usia akan kembali kepada sifat kekanak-kanakannya. Mereka akan menjadi pelupa bahkan pikun dan mau dituruti segala kemauannya layaknya anak kecil. Hal tersebut tertulis dalam al-Quran di antaranya dalam surah Yasin ayat ke 68;
وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ
“Dan Barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalika dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?”
Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa Allah mengabarkan kepada anak cucu Adam apabila ia dipanjangkan umurnya maka Allah akan kembalikan mereka ke dalam keadaan lemah setelah kuat dan tidak bersemangat setelah bergairah sebagaimana firman Allah;
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” (QS. Ar-Rum[30]: 54)
Ayat yang senada juga berbunyi sebagaimana berikut;
وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا
“Dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya.” (QS. Al-Hajj[22]: 5)
Maksud dari ayat di atas adalah bahwa Allah ingin mengabarkan kepada umatnya bahwa dunia sebagai tempat tinggal ini merupakan tempat tinggal yang akan hilang dan berpindah bukan tempat tinggal yang kekal dan tetap oleh karenanya Allah berfirman
أَفَلَا يَعْقِلُونَ
“Maka mengapa mereka tidak mengerti?” (QS. Yasin[36]: 68)
Allah menginginkan umatnya berpikir sejak proses permulaan mereka diciptakan lalu dewasa hingga menua agar tahu bahwa mereka diciptakan untuk tempat tinggal yang lain, yang tidak akan hilang, tidak akan berpindah serta tidak bisa menghindar darinya yaitu alam akhirat.
As-Syinqithi juga menjelaskan dalam tafsir Adwhaul Bayan bahwa pada mulanya Allah menciptakan manusia dalam keadaan jasad yang lemah, tidak berakal dan tidak berilmu. Kemudia Allah menjadikan mereka bertambah serta berpindah dari suatu keadaan kepada keadaan lain hingga sempurna kekuatannya, berakal serta berilmu. Dan ketika sudah sampai pada puncak artinya mereka sudah menua Allah kembalikan lagi kepada keadaan semula yaitu keadaan yang serupa dengan bayi dari segi lemah fisiknya, kurang akalnya serta berkurang ilmunya.
Wallahu Ta’ala A’lam.t
Menghindarinya:
Sifat Anak Kecil Pada Lansia
Di usia yang lebih lanjut, banyak lansia mengalami perubahan dalam perilaku mereka, termasuk perubahan yang menyerupai perilaku anak kecil. Seringkali, ini disebabkan oleh penyakit neurologis seperti demensia atau stroke, atau akibat kondisi medis lainnya yang mempengaruhi fungsi otak dan kognitif. Namun, ada juga kasus di mana perilaku anak kecil pada lansia muncul karena faktor psikologis seperti stres, depresi, atau rasa kesepian.
Beberapa contoh perilaku anak kecil pada lansia termasuk kecenderungan untuk mengabaikan kebersihan pribadi, makan dengan tangan, atau bermain-main dengan mainan anak-anak. Ada juga kasus di mana lansia dapat menunjukkan perilaku agresif, seperti memukul atau merobek barang, atau perilaku impulsif, seperti berbicara tanpa henti atau tidak bisa duduk diam.
Meskipun perilaku anak kecil pada lansia dapat menjadi sulit untuk ditangani, penting untuk diingat bahwa perilaku ini tidak selalu disebabkan oleh keinginan lansia untuk bersikap seperti anak kecil. Sebaliknya, kondisi medis atau psikologis yang mendasarinya dapat membuat lansia kehilangan kemampuan untuk mengontrol perilaku mereka atau membuat mereka merasa tidak nyaman dengan cara mereka yang lebih tradisional.
Untuk membantu lansia yang mengalami perilaku anak kecil, penting untuk memperhatikan penyebabnya dan mencari bantuan medis jika diperlukan. Terapis atau konselor dapat membantu mengidentifikasi masalah psikologis dan memberikan dukungan emosional, sementara dokter dapat membantu mengelola kondisi medis yang mendasarinya. Selain itu, keluarga dan teman-teman dapat membantu mempromosikan kemandirian dan kepercayaan diri dengan memberikan dukungan dan perhatian yang tepat.
Meskipun sulit, menghadapi perilaku anak kecil pada lansia dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan empati dan kepedulian pada orang yang lebih tua. Dalam banyak kasus, perilaku tersebut tidak disengaja dan lansia yang mengalaminya membutuhkan dukungan dan perhatian dari keluarga dan teman-teman mereka. Dengan memahami penyebabnya dan mencari bantuan yang tepat, kita dapat membantu lansia merasa lebih nyaman dan aman dalam lingkungan mereka, sambil menunjukkan penghargaan yang tepat untuk kontribusi mereka dalam kehidupan kita.
Selain bantuan medis dan dukungan emosional, ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menghadapi perilaku anak kecil pada lansia. Salah satu strategi tersebut adalah dengan mengembangkan rutinitas harian yang konsisten dan terstruktur, yang dapat membantu lansia merasa lebih teratur dan lebih aman dalam lingkungan mereka. Hal ini dapat mencakup jadwal makan yang teratur, kegiatan fisik yang seimbang, dan waktu tidur yang teratur.
Selain itu, penting untuk memperhatikan keamanan dan kebersihan lansia yang mengalami perilaku anak kecil. Hal ini dapat mencakup memastikan bahwa lingkungan mereka aman dan bebas dari bahaya fisik, serta membantu mereka menjaga kebersihan pribadi mereka dan ruangan tempat mereka tinggal. Dalam hal ini, keluarga atau perawat yang memperhatikan keamanan dan kesehatan lansia akan sangat membantu.
Terakhir, penting untuk mengelola harapan terhadap perilaku anak kecil pada lansia. Meskipun sulit, penting untuk memahami bahwa perilaku tersebut tidak selalu dapat diubah dan mungkin membutuhkan waktu dan kesabaran untuk dikelola. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan dan perhatian yang konsisten, tanpa mengekspektasi lansia untuk berubah dengan cepat atau tanpa memahami kondisi yang mendasarinya.
Dalam kesimpulannya, perilaku anak kecil pada lansia dapat menjadi tantangan yang sulit untuk ditangani, namun dengan perhatian dan dukungan yang tepat, kita dapat membantu lansia merasa lebih nyaman dan aman dalam lingkungan mereka. Dengan memperhatikan kebutuhan dan keadaan lansia secara individu, dan mencari bantuan medis atau psikologis jika diperlukan, kita dapat membantu lansia menikmati masa tua mereka dengan cara yang lebih bermakna dan tenang
Isi naskah artikel yang dimuat pada Golantang seluruhnya menjadi tanggungjawab penulis atau di luar tanggungjawab panitia
Rahasia Menjadi Lansia Produktif
BKKBN
Kampung KB "BUMI LESTARI"
Dipublikasi pada 20 March 2023
Deskripsi
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia adalah dengan tetap bergerak aktif, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan istirahat.
Cara Menjaga Kesehatan Lansia
1. Bergerak Aktif
Kebanyakan lansia lebih sering menghabiskan waktu di rumah ketimbang beraktivitas. Padahal, cara ini bisa menjaga fisik dan mental, sekaligus menambah harapan hidup menjadi lebih lama.
Manfaat lainnya termasuk meningkatkan kekebalan tubuh, memproduksi hormon endorfin yang bisa mengurangi stres, menjaga berat badan tetap ideal dan menjaga kesehatan tulang seiring bertambahnya usia.
Aktivitas fisik juga berperan penting dalam meningkatkan kesehatan otak. Lansia yang aktif bergerak mengalami penurunan risiko penyakit Alzheimer, demensia vaskular dan penyakit Parkinson.
Penting untuk menyesuaikan jenis dan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan. Adapun jenis aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk lansia, meliputi:
Menari, jalan cepat, bersepeda dan berenang. Kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan paru-paru dan jantung.
Naik dan turun tangga, squat serta angkat beban. Kegiatan ini dapat menjaga kekuatan otot dan tulang.
Latihan keseimbangan yang berfungsi menjaga gerak tubuh agar tidak mudah jatuh saat berjalan.
Yoga, meditasi dan peregangan untuk membantu tubuh bergerak lebih fleksibel.
2. Menjaga Berat Badan
Lansia dengan obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk hipertensi, penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, gangguan tidur dan radang sendi. Namun, memiliki berat badan di bawah normal juga tidak disarankan.
Badan yang terlalu kurus meningkatkan risiko kematian. Sebab, ini bisa jadi pertanda tubuh yang semakin melemah atau gejala penyakit serius seperti kanker, diabetes atau gangguan pencernaan.
3. Makan Makanan Sehat Bergizi Seimbang
Menjaga pola makan tak hanya berguna untuk menjaga kesehatan lansia saja, tapi juga meningkatkan energi guna mencegah serangan penyakit. Disarankan untuk membatasi asupan lemak jenuh, banyak mengonsumsi buah dan sayuran serta ikan dengan kandungan asam lemak omega-3.
Lansia juga bisa mengonsumsi produk susu rendah lemak dan banyak minum air putih. Mereka juga masih diperbolehkan mengonsumsi teh, kopi dan jus buah tanpa gula tambahan.
4. Mencukupi Waktu Istirahat
Gangguan tidur yang umum dialami oleh lansia adalah mengantuk di siang hari, insomnia dan terbangun saat tidur di malam hari. Untuk mencegahnya, disarankan untuk mengatur kebiasaan tidur dalam waktu yang tetap.
Adapun langkah untuk meningkatkan kualitas tidur yang baik, antara lain:
Mematikan televisi dan lampu sebelum tidur.
Pastikan kamar memiliki suhu ruangan yang rendah.
Kamar berada dalam kondisi tenang dan gelap.
5. Melatih Ketajaman Ingatan
Ini berfungsi untuk mencegah penurunan kemampuan kognitif dan masalah ingatan pada lansia. Caranya adalah dengan aktif berkegiatan dan bermain puzzle atau teka teki silang di waktu senggang.
BincangSyariah.Com- Seringkali kita mendengar atau kita amati bersama bahwa orang yang sudah lanjut usia akan kembali kepada sifat kekanak-k
Daftar Media Online Sumbar – Majalah Intrust
Inilah Daftar Media Online yang beroperasi di Sumatera Baratklikpositif.comHarianhaluan.comHariansinggalang.comSumbar.antaranews.comLanggam.
Khasiat cuka apel
Daftar manfaat cuka apel untuk kesehatan tubuh dan cara mengonsumsinya dengan benar supaya memberikan efek samping yang positif dan menyehat
Cara Konsumsi Obat Hipertensi dengan Benar
Cerita dari Tempo.co
• 23 jam • Bacaan 2 menit
TEMPO.CO, Jakarta - Hipertensi adalah kondisi medis di mana tekanan darah terus-menerus berada di atas angka normal, yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Tekanan darah yang terlalu tinggi bisa merusak dinding pembuluh darah dan organ vital seperti ginjal, jantung, dan otak. Dalam jangka panjang, hipertensi yang tidak ditangani dapat memicu terjadinya serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal.
Untuk mengatasi hipertensi, selain menerapkan pola hidup sehat, sangat diperlukan obat-obatan tertentu. Obat hipertensi bertujuan untuk menurunkan dan mengontrol tekanan darah agar tetap berada dalam rentang normal. Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan hipertensi secara permanen, pengelolaan yang baik dapat mengontrol tekanan darah dan mencegah dampak negatifnya.
Penggunaan obat hipertensi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan sesuai rekomendasi dokter. Berikut beberapa tips penggunaan obat hipertensi yang benar.
Ikuti petunjuk dokter
Setiap obat hipertensi memiliki cara penggunaan yang berbeda. Ikuti petunjuk dokter mengenai dosis yang tepat dan cara mengonsumsi obat hipertensi. Jangan mengganti atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter meskipun tekanan darah sudah normal.
Rutin pantau tekanan darah
Mengontrol tekanan darah secara rutin sangat penting untuk memastikan obat yang dikonsumsi bekerja dengan baik. Pengukuran tekanan darah secara teratur dapat membantu mendeteksi fluktuasi yang mungkin perlu penyesuaian obat.
Jaga kepatuhan pengobatan
Kepatuhan dalam mengonsumsi obat sangat penting. Jangan melewatkan dosis obat karena dapat mengurangi efektivitas pengobatan. Gunakan pengingat atau alat bantu seperti aplikasi untuk membantu mengingatkan Anda agar tetap teratur mengonsumsi obat.
Perhatikan efek samping obat
Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping bisa ringan, seperti pusing atau kelelahan. Namun jika merasakan efek samping yang lebih serius, segera hubungi dokter untuk penyesuaian obat.
Makanan yang dapat membantu mendukung pengobatan hipertensi
Pola makan yang sehat juga berperan penting dalam pengelolaan hipertensi. Dikutip dari pafiandolo.org, berikut beberapa jenis nutrisi dan makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Potasium
Makanan yang kaya potasium seperti pisang, kentang, dan tomat dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan mengimbangi efek natrium dalam tubuh.
Serat
Makanan tinggi serat seperti oatmeal, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Ikan berlemak
Ikan yang kaya omega-3 seperti salmon, sarden, dan tuna dapat membantu mengurangi tekanan darah.
Kesimpulan
Mengatasi tekanan darah tinggi butuh pendekatan yang holistik, termasuk penggunaan obat yang tepat, pemantauan tekanan darah secara rutin, dan gaya hidup yang sehat. Dengan mengikuti petunjuk medis dan menjaga kepatuhan dalam pengobatan, Anda dapat mengelola hipertensi dengan efektif.
Anda harus selalu memeriksa tekanan darah secara teratur dan menjaga pola makan sehat untuk mendukung pengobatan hipertensi. Dengan pemahaman ini, diharapkan Anda dapat mengatasi hipertensi dengan lebih efektif dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan di masa depan.
foto © Copyright (c) 2016 TEMPO.CO
Kunjungi Tempo.co
8 Cara Temukan Arah Kiblat dengan HP Tanpa Aplikasi
Mengenal Teori Gujarat yang Menjelaskan Penyebaran Islam ke Indonesia
Meutya Hafid Copot Dirjen IKP Komdigi, Berikut Profil dan Perjalanan Karir Prabu Revolusi
Bebapa Penyakit yang Harus Konsum Obat Sepanjang Hayat
TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa penyakit kronis atau tidak bisa sembuh total memerlukan pengobatan terus-menerus untuk mengontrol gejala dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Berikut adalah beberapa penyakit yang mengharuskan penderitanya untuk minum obat sepanjang hidup.
1. Hipertensi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kekuatan yang mendorong darah ke dinding bagian dalam arteri. Dampak dari hipertensi dapat menggandakan risiko serangan jantung, meningkatkan risiko gagal jantung, hingga gangguan sirkulasi seperti penyakit arteri perifer.
Dilansir dari Vinmec, pengidap tekanan darah tinggi perlu mengonsumsi obat seumur hidup dengan dosis yang disesuaikan resep dokter. Pengobatan ini bertujuan untuk mencegah dan menghindari komplikasi penyakit yang berbahaya. Selain itu untuk mempertahankan pengobatan penting untuk mencegah kekambuhan dan meminimalkan perkembangan kondisi yang lebih serius.
2. Diabetes
Diabetes merupakan penyakit kronis yang banyak diderita oleh orang Indonesia. Dikutip dari URMC Rochester, penyakit diabetes harus dikontrol dengan mengonsumsi obat, terutama penderita diabetes 1. Diabetes tipe 1 harus menggunakan suntikan insulin dikarenakan tubuh yang tidak lagi memproduksi insulin sama sekali.
Sementara itu diabetes tipe 2 harus mengonsumsi obat, namun tidak semuanya. Kemudian diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi selama kehamilan. Dengan kadar gula darah yang dapat dikontrol sejak awal kehamilan tanpa obat-obatan.
3. HIV
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. HIV menyerang sel darah putih tubuh, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat orang mudah terserang penyakit seperti kanker, tuberkolosis, dan infeksi. Penderita penyakit HIV dianjurkan mengonsumsi obat tiap hari sesuai anjuran dokter.
Dilansir dari Hiv.gov, dengan minum obat dapat membantu menjaga ga supaya viral load tetap rendah. Sebaliknya apabila melewatkan obat meskipun sesekali sama dengan memberi kesempatan HIV dapat berkembang biak dengan cepat. Ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang membuat jatuh sakit.
4. Asma
Dikutip dari Mayo Clinic, asma adalah penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, dan mengi. Walaupun pengobatan asma bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahan, penderita asma sering kali perlu mengonsumsi obat-obatan seperti bronkodilator atau kortikosteroid inhalasi sepanjang hidup mereka untuk mengendalikan peradangan dan mencegah serangan asma.
5. Depresi dan Gangguan Kecemasan
Penyakit mental seperti depresi dan gangguan kecemasan dapat berlangsung lama dan memerlukan perawatan medis jangka panjang. Obat antidepresan dan antianxiety digunakan untuk mengatur keseimbangan kimiawi otak, yang membantu penderita mengelola gejala mereka. Walaupun terapi psikologis seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy) juga efektif, obat-obatan sering kali menjadi bagian penting dalam pengobatan jangka panjang.
Sukma Kanthi Nurani berkontribusi dalam penulisan artikel ini.