Letjen TNI Muzani Syukur PodCast tentang pendidikan Akmil dan Perjuangan Melawan Musuh dalam Perang.

Love Begins
Cosimo Galluzzi
dirt enthusiast
Keni
Cosmic Funnies
he wasn't even looking at me and he found me
we're not kids anymore.

⁂
TVSTRANGERTHINGS
todays bird

Origami Around

oozey mess

pixel skylines
noise dept.

★
Show & Tell

tannertan36
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

祝日 / Permanent Vacation

No title available

seen from Paraguay

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from Japan

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@inspirasi-1
Letjen TNI Muzani Syukur PodCast tentang pendidikan Akmil dan Perjuangan Melawan Musuh dalam Perang.
Kekayaan Menembus Langit
Ada berita heboh beberapa waktu terakhir tentang kekayaan Elon Musk yang melonjak luar biasa. Forbes menyatakan bahwa IPO SpaceX membuat Elon Musk menjadi *the world’s first trillionaire*, manusia pertama dengan kekayaan menembus satu triliun dolar AS. Pada 12 Juni 2026, kekayaannya diperkirakan sekitar USD 1,1 triliun, dan dalam daftar real-time Forbes kemudian bergerak hingga kisaran USD 1,3 triliun. Wow!
Berapa nilainya dalam rupiah? Lebih dari 23 kuadriliun. Jika ditulis dengan angka, kira-kira menjadi:
Rp23.530.000.000.000.000
Bukan miliaran lagi. Bukan pula sekadar triliunan. Ini angka dengan deretan nol yang bahkan sulit dibaca tanpa berhenti sejenak.
Jika uang itu dijadikan pecahan USD 100, lalu setiap lembarnya disambung memanjang, panjangnya bisa mengelilingi Bumi sekitar 50 kali. Jika ditarik ke arah langit, panjangnya bahkan lebih dari 5 kali jarak Bumi ke Bulan. Jika dijadikan emas, nilainya bisa setara dengan lebih dari 9.500 ton emas, lebih banyak dari total cadangan emas resmi Amerika Serikat.
Kekayaan seperti ini menunjukkan kemampuan luar biasa manusia dalam menciptakan nilai. Ia lahir dari ide, teknologi, keberanian mengambil risiko, dan visi yang melampaui zamannya.
Lihatlah gagasan besar Elon Musk: mobil listrik, roket swasta, satelit, internet global, kecerdasan buatan, energi baru, dan eksplorasi antariksa. Banyak hal yang dulu nyaris tidak terbayangkan oleh orang kebanyakan, tetapi ia berani memikirkannya, mengerjakannya, dan menjadikannya kenyataan.
Manusia memang diberi potensi besar oleh Allah untuk berpikir, bekerja, membangun, dan menaklukkan sebagian rahasia alam. Siapa yang sungguh-sungguh berusaha, ia akan mendapatkan bagiannya.
Angka sebesar itu juga mengajak kita merenung. Batas pencapaian manusia ternyata jauh lebih luas daripada yang sering kita bayangkan.
Dulu, orang terkaya adalah pemilik tanah, tambang, dan jalur dagang. Lalu datang era industri, ketika kekayaan lahir dari manufaktur, baja, minyak, dan rel kereta. Hari ini, kekayaan terbesar lahir dari teknologi, informasi, algoritma, kecerdasan buatan, jaringan global, dan keberanian membangun sesuatu yang belum ada.
Ini adalah pelajaran besar bagi siapa pun: masa depan memberi ruang yang luas bagi manusia yang berani berpikir besar, belajar cepat, bekerja keras, dan menciptakan nilai nyata bagi banyak orang.
Namun ada pelajaran yang tidak kalah penting: semakin besar kekayaan, semakin besar pula tanggung jawab.
Kekayaan yang hanya berhenti sebagai angka akan menjadi kekaguman sesaat. Tetapi kekayaan yang digunakan untuk menciptakan manfaat akan menjadi sejarah dalam peradaban.
Uang dapat membeli aset. Uang dapat membeli emas. Uang dapat membangun gedung, pabrik, kendaraan, bahkan roket. Namun ada pertanyaan yang menggelitik:
Dapatkah uang membeli kebahagiaan?
• Uang tidak dapat membeli umur ketika ajal telah datang.
• Uang tidak dapat membeli ketenangan hati ketika jiwa kosong dari iman.
• Uang tidak dapat membeli ampunan Allah jika manusia datang kepada-Nya dalam keadaan lalai, sombong, dan jauh dari ketaatan.
Al-Qur’an mengingatkan dengan sangat kuat dalam Surah Al-Ma’idah ayat 36 bahwa seandainya orang-orang kafir memiliki seluruh isi bumi, bahkan ditambah lagi sebanyak itu, lalu semuanya digunakan untuk menebus diri dari azab pada hari kiamat, tebusan itu tidak akan diterima. Mereka tetap menghadapi azab yang pedih.
Ayat ini mengguncang kesadaran kita. Dunia boleh menobatkan seseorang sebagai manusia terkaya. Pasar modal boleh menaikkan valuasi perusahaan hingga triliunan dolar. Media boleh menyebut angka-angka fantastis yang membuat manusia berdecak kagum. Tetapi di hadapan Allah, seluruh isi bumi tidak cukup untuk menebus satu jiwa dari siksa neraka apabila ia datang tanpa iman dan amal saleh.
Rasulullah SAW juga memberikan peringatan yang sejalan dengan hal ini. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, Nabi SAW bersabda bahwa Allah akan bertanya kepada orang yang paling ringan siksaannya di neraka: seandainya ia memiliki seluruh isi bumi, apakah ia akan menebus dirinya dengan itu? Ia menjawab, “Ya.” Lalu Allah berfirman bahwa dahulu Dia telah meminta sesuatu yang jauh lebih ringan, yaitu agar manusia tidak menyekutukan-Nya, tetapi manusia itu tetap memilih kesyirikan. (HR. Bukhari dan Muslim)
Di sinilah letak pelajaran besarnya. Masalah manusia bukan semata-mata seberapa banyak harta yang ia miliki, tetapi untuk apa harta itu digunakan. Harta bisa menjadi jalan kebaikan jika digunakan untuk menolong, membangun, memberi, memerdekakan, mendidik, mengobati, dan menegakkan kemaslahatan. Tetapi harta juga bisa menutup hati jika melahirkan kesombongan, kelalaian, dan perasaan tidak membutuhkan Allah.
Kekayaan dunia, setinggi apa pun, hanyalah titipan. Ia bisa naik karena harga saham, bisa turun karena pasar, bisa berpindah karena warisan, bisa hilang karena krisis, dan pasti akan ditinggalkan saat kematian datang.
Tidak ada satu pun manusia yang membawa rekening bank, saham, emas, properti, atau valuasi perusahaan ke dalam kubur. Yang dibawa hanyalah iman, amal, niat, dan pertanggungjawaban.
Karena itu, berita tentang kekayaan manusia yang menembus satu triliun dolar bukan hanya bahan kekaguman. Ia seharusnya menjadi cermin. Jika harta sebesar isi bumi pun tidak dapat menebus seseorang dari neraka, sadarlah kita betapa pentingnya menjaga iman, memperbaiki amal, membersihkan niat, dan menggunakan rezeki sebagai jalan menuju ridha Allah.
Kekayaan sejati bukanlah jumlah nol di belakang angka. Kekayaan sejati adalah hati yang mengenal Allah, hidup yang bermanfaat bagi sesama, harta yang menjadi amal jariyah, dan jiwa yang kembali kepada Rabb-nya dalam keadaan selamat.
Padang, Juni 2026
Henmaidi
Kekayaan Menembus Langit Ada berita heboh beberapa waktu terakhir tentang kekayaan Elon Musk yang melonjak luar biasa. Forbes menyatakan ba
Check out this TikTok I found! https://vt.tiktok.com/ZS9TSLKoJ/
TikTok - Make Your Day
Suara Kampus Terima Award SPS 2025
Capaian sangat dihargai tinggi dan teruskan berkarya untuk kemaslahatan umat dan bangsa.
Bpk/ibu, para senior, kawan² yg pulang duluan. Kita kirim do'a, alfatihah :
1. Uda Yonda
2. Uni Rosdiati
3. Nazif Basir
4. Nasrul Siddik
5. Bang Chairul Harun
6. Bang M Joesfik Helmy
7. Bang Moeclis Sulin
8. Pak A.A.Navis
9. Uda Ince/Nasrun Khatib
10. Bu Nila
11. Uda Cap Sjafrial Arifin
12. Muslih Sayan
13. Pak Indin
14. One
15. Bang Abrar Yusra
16. Darlis Syofyan
17. Naswardi
18. Yulius Amadin
19. Aciak Has Ahmad
20. Darmidjas Madjid
21. Mak Etek Edi Suardi
22. Ni Wa
23. Neng
24. Liza Vitres
25. Can Bosa (driver)
26. Busmadi
27. Dody Nurja
28. Deliwar Thahar
29. Cun Masido
30. Armen
31. Wannedi Saman
32. Zahardi
33. Zul Syafni
34. Ibnu Hayat
35. Jaratan
36. Amra Rasyid
37. Rinto (Solok)
38. Syukri Nor
39. Nilwan Bata
40. SH Limpatiah
41. Indomer
42. Muchtar Lubis
43. Asril Djoni
44. Su'ud Aufia (SDA Kamli)
45. Marzi Thamrin
46. Nusyirwan Zakaria
47. Nusyirwan Damhoeri
48. Adli Etek
49. Oce 83/Arizal
50. Bang Hamid Djabar
51. Halim Yunus
52. Masrizal (Zal Caruik)
53. Erman Tasrial (meliput berita, meninggal di helikopter jatuh)
54. Hartono
55. Edi Gope (Pariaman)
56. Munlika
57. Wardin (ob)
58. Edi Taluak
59. Buk Nila
60. Bantian (driver)
61. Sayuti (driver)
62. Syahrial (driver).
63. Risman/Ris (driver)
64. Uda Nal Zainal (tukang aie)
65. Zainal Abidin (Pemasaran)
66. Indra Kusnadi
67. Zai Thamrin (Pauh Kamba)
68. Emi Bahar
69. Erizal Effendi
70. Zainal Piliang
71. Bang Wisran Hadi
72. Pak Suardi
73. Amrin Amir
74. Metrizal
75. Yusron Matondang
76. Julius Bahari
77. Nasarudin (ketua loper)
78. Cui Indra
79. Jisman (driver)
80. Dt. Nurli
81. Usman Poerba
82. Subandi (lipek koran)
83. Syofyan Kudan
84. Noor W Sutan Mudo
85. Ramli Karlen
86. Awaludin Kahar
87. Burhanudin Rasyid
88. Baharudin (layout)
89. As Tekong
90. Nasrul Rasyad
91. Bastian W Sompie (pimpinan perusahaan)
92. Hardimen Koto
93. Ronal Situmorang
94. Sudirman Limi (Jkt)
95. Maizar Dt. Tantano (Jkt)
96. Yus Parmato Intan (Jkt)
97. Wisja Sikumbang
98. Ahmad Ibrahim
99. Achyar Sikumbang Tanbaro
100. Baswir Abas (layout)
Moga Allah ampuni segala dosa²nya. Diterima amal ibadah.
Dilapangkan kuburnya.
Bebas azab yaumil mahsyar
Masuk surga, aamiin.
Agartha - Wikipedia
Anunnaki - Wikipedia
.
Thawaf n Sai utk Lansia by mobile 🚘 golf
Menjadi Bayi Setelah Menua
BincangSyariah.Com- Seringkali kita mendengar atau kita amati bersama bahwa orang yang sudah lanjut usia akan kembali kepada sifat kekanak-k
Tafsir Yasin [36]: 68, Menjadi Bayi Setelah Menua
La Aa Li Maknunah
17 September 2019
tafsir surah yasin, menua
tafsir surah yasin, menua
BincangSyariah.Com– Seringkali kita mendengar atau kita amati bersama bahwa orang yang sudah lanjut usia akan kembali kepada sifat kekanak-kanakannya. Mereka akan menjadi pelupa bahkan pikun dan mau dituruti segala kemauannya layaknya anak kecil. Hal tersebut tertulis dalam al-Quran di antaranya dalam surah Yasin ayat ke 68;
وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ
“Dan Barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalika dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?”
Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa Allah mengabarkan kepada anak cucu Adam apabila ia dipanjangkan umurnya maka Allah akan kembalikan mereka ke dalam keadaan lemah setelah kuat dan tidak bersemangat setelah bergairah sebagaimana firman Allah;
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” (QS. Ar-Rum[30]: 54)
Ayat yang senada juga berbunyi sebagaimana berikut;
وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا
“Dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya.” (QS. Al-Hajj[22]: 5)
Maksud dari ayat di atas adalah bahwa Allah ingin mengabarkan kepada umatnya bahwa dunia sebagai tempat tinggal ini merupakan tempat tinggal yang akan hilang dan berpindah bukan tempat tinggal yang kekal dan tetap oleh karenanya Allah berfirman
أَفَلَا يَعْقِلُونَ
“Maka mengapa mereka tidak mengerti?” (QS. Yasin[36]: 68)
Allah menginginkan umatnya berpikir sejak proses permulaan mereka diciptakan lalu dewasa hingga menua agar tahu bahwa mereka diciptakan untuk tempat tinggal yang lain, yang tidak akan hilang, tidak akan berpindah serta tidak bisa menghindar darinya yaitu alam akhirat.
As-Syinqithi juga menjelaskan dalam tafsir Adwhaul Bayan bahwa pada mulanya Allah menciptakan manusia dalam keadaan jasad yang lemah, tidak berakal dan tidak berilmu. Kemudia Allah menjadikan mereka bertambah serta berpindah dari suatu keadaan kepada keadaan lain hingga sempurna kekuatannya, berakal serta berilmu. Dan ketika sudah sampai pada puncak artinya mereka sudah menua Allah kembalikan lagi kepada keadaan semula yaitu keadaan yang serupa dengan bayi dari segi lemah fisiknya, kurang akalnya serta berkurang ilmunya.
Wallahu Ta’ala A’lam.t
Menghindarinya:
Sifat Anak Kecil Pada Lansia
Di usia yang lebih lanjut, banyak lansia mengalami perubahan dalam perilaku mereka, termasuk perubahan yang menyerupai perilaku anak kecil. Seringkali, ini disebabkan oleh penyakit neurologis seperti demensia atau stroke, atau akibat kondisi medis lainnya yang mempengaruhi fungsi otak dan kognitif. Namun, ada juga kasus di mana perilaku anak kecil pada lansia muncul karena faktor psikologis seperti stres, depresi, atau rasa kesepian.
Beberapa contoh perilaku anak kecil pada lansia termasuk kecenderungan untuk mengabaikan kebersihan pribadi, makan dengan tangan, atau bermain-main dengan mainan anak-anak. Ada juga kasus di mana lansia dapat menunjukkan perilaku agresif, seperti memukul atau merobek barang, atau perilaku impulsif, seperti berbicara tanpa henti atau tidak bisa duduk diam.
Meskipun perilaku anak kecil pada lansia dapat menjadi sulit untuk ditangani, penting untuk diingat bahwa perilaku ini tidak selalu disebabkan oleh keinginan lansia untuk bersikap seperti anak kecil. Sebaliknya, kondisi medis atau psikologis yang mendasarinya dapat membuat lansia kehilangan kemampuan untuk mengontrol perilaku mereka atau membuat mereka merasa tidak nyaman dengan cara mereka yang lebih tradisional.
Untuk membantu lansia yang mengalami perilaku anak kecil, penting untuk memperhatikan penyebabnya dan mencari bantuan medis jika diperlukan. Terapis atau konselor dapat membantu mengidentifikasi masalah psikologis dan memberikan dukungan emosional, sementara dokter dapat membantu mengelola kondisi medis yang mendasarinya. Selain itu, keluarga dan teman-teman dapat membantu mempromosikan kemandirian dan kepercayaan diri dengan memberikan dukungan dan perhatian yang tepat.
Meskipun sulit, menghadapi perilaku anak kecil pada lansia dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan empati dan kepedulian pada orang yang lebih tua. Dalam banyak kasus, perilaku tersebut tidak disengaja dan lansia yang mengalaminya membutuhkan dukungan dan perhatian dari keluarga dan teman-teman mereka. Dengan memahami penyebabnya dan mencari bantuan yang tepat, kita dapat membantu lansia merasa lebih nyaman dan aman dalam lingkungan mereka, sambil menunjukkan penghargaan yang tepat untuk kontribusi mereka dalam kehidupan kita.
Selain bantuan medis dan dukungan emosional, ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menghadapi perilaku anak kecil pada lansia. Salah satu strategi tersebut adalah dengan mengembangkan rutinitas harian yang konsisten dan terstruktur, yang dapat membantu lansia merasa lebih teratur dan lebih aman dalam lingkungan mereka. Hal ini dapat mencakup jadwal makan yang teratur, kegiatan fisik yang seimbang, dan waktu tidur yang teratur.
Selain itu, penting untuk memperhatikan keamanan dan kebersihan lansia yang mengalami perilaku anak kecil. Hal ini dapat mencakup memastikan bahwa lingkungan mereka aman dan bebas dari bahaya fisik, serta membantu mereka menjaga kebersihan pribadi mereka dan ruangan tempat mereka tinggal. Dalam hal ini, keluarga atau perawat yang memperhatikan keamanan dan kesehatan lansia akan sangat membantu.
Terakhir, penting untuk mengelola harapan terhadap perilaku anak kecil pada lansia. Meskipun sulit, penting untuk memahami bahwa perilaku tersebut tidak selalu dapat diubah dan mungkin membutuhkan waktu dan kesabaran untuk dikelola. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan dan perhatian yang konsisten, tanpa mengekspektasi lansia untuk berubah dengan cepat atau tanpa memahami kondisi yang mendasarinya.
Dalam kesimpulannya, perilaku anak kecil pada lansia dapat menjadi tantangan yang sulit untuk ditangani, namun dengan perhatian dan dukungan yang tepat, kita dapat membantu lansia merasa lebih nyaman dan aman dalam lingkungan mereka. Dengan memperhatikan kebutuhan dan keadaan lansia secara individu, dan mencari bantuan medis atau psikologis jika diperlukan, kita dapat membantu lansia menikmati masa tua mereka dengan cara yang lebih bermakna dan tenang
Isi naskah artikel yang dimuat pada Golantang seluruhnya menjadi tanggungjawab penulis atau di luar tanggungjawab panitia
Rahasia Menjadi Lansia Produktif
BKKBN
Kampung KB "BUMI LESTARI"
Dipublikasi pada 20 March 2023
Deskripsi
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan lansia adalah dengan tetap bergerak aktif, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang dan mencukupi kebutuhan istirahat.
Cara Menjaga Kesehatan Lansia
1. Bergerak Aktif
Kebanyakan lansia lebih sering menghabiskan waktu di rumah ketimbang beraktivitas. Padahal, cara ini bisa menjaga fisik dan mental, sekaligus menambah harapan hidup menjadi lebih lama.
Manfaat lainnya termasuk meningkatkan kekebalan tubuh, memproduksi hormon endorfin yang bisa mengurangi stres, menjaga berat badan tetap ideal dan menjaga kesehatan tulang seiring bertambahnya usia.
Aktivitas fisik juga berperan penting dalam meningkatkan kesehatan otak. Lansia yang aktif bergerak mengalami penurunan risiko penyakit Alzheimer, demensia vaskular dan penyakit Parkinson.
Penting untuk menyesuaikan jenis dan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan. Adapun jenis aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk lansia, meliputi:
Menari, jalan cepat, bersepeda dan berenang. Kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan paru-paru dan jantung.
Naik dan turun tangga, squat serta angkat beban. Kegiatan ini dapat menjaga kekuatan otot dan tulang.
Latihan keseimbangan yang berfungsi menjaga gerak tubuh agar tidak mudah jatuh saat berjalan.
Yoga, meditasi dan peregangan untuk membantu tubuh bergerak lebih fleksibel.
2. Menjaga Berat Badan
Lansia dengan obesitas meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk hipertensi, penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, gangguan tidur dan radang sendi. Namun, memiliki berat badan di bawah normal juga tidak disarankan.
Badan yang terlalu kurus meningkatkan risiko kematian. Sebab, ini bisa jadi pertanda tubuh yang semakin melemah atau gejala penyakit serius seperti kanker, diabetes atau gangguan pencernaan.
3. Makan Makanan Sehat Bergizi Seimbang
Menjaga pola makan tak hanya berguna untuk menjaga kesehatan lansia saja, tapi juga meningkatkan energi guna mencegah serangan penyakit. Disarankan untuk membatasi asupan lemak jenuh, banyak mengonsumsi buah dan sayuran serta ikan dengan kandungan asam lemak omega-3.
Lansia juga bisa mengonsumsi produk susu rendah lemak dan banyak minum air putih. Mereka juga masih diperbolehkan mengonsumsi teh, kopi dan jus buah tanpa gula tambahan.
4. Mencukupi Waktu Istirahat
Gangguan tidur yang umum dialami oleh lansia adalah mengantuk di siang hari, insomnia dan terbangun saat tidur di malam hari. Untuk mencegahnya, disarankan untuk mengatur kebiasaan tidur dalam waktu yang tetap.
Adapun langkah untuk meningkatkan kualitas tidur yang baik, antara lain:
Mematikan televisi dan lampu sebelum tidur.
Pastikan kamar memiliki suhu ruangan yang rendah.
Kamar berada dalam kondisi tenang dan gelap.
5. Melatih Ketajaman Ingatan
Ini berfungsi untuk mencegah penurunan kemampuan kognitif dan masalah ingatan pada lansia. Caranya adalah dengan aktif berkegiatan dan bermain puzzle atau teka teki silang di waktu senggang.
BincangSyariah.Com- Seringkali kita mendengar atau kita amati bersama bahwa orang yang sudah lanjut usia akan kembali kepada sifat kekanak-k
Terapi kesehatan di Cirendeu Wed Feb 12nd 2025 @0920 & Feb 11th 2025.
Dari WA BP Pitan Daslani: Kambing Hitam
Daftar Media Online Sumbar – Majalah Intrust
Inilah Daftar Media Online yang beroperasi di Sumatera Baratklikpositif.comHarianhaluan.comHariansinggalang.comSumbar.antaranews.comLanggam.
Umur 20 an jaman kuliah, mau lembur tugas jalan dari mall ke mall, gym maraton 3-4 kelas sehari smua dijabani😅😅 . Sekarang usia 40….kualitas