Hasut, Sifat Buruk yang Membinasakan Pelaku dan Orang di Sekelilingnya
Hasut; Sifat Buruk yang Membakar Keimanan!
Satu dari penyakit hati yang buruk dan sangat berbahaya adalah hasut. Banyak orang yang mengidap penyakit hasut, tapi tidak menyadarinya. Hasut sangat berbahaya tidak hanya bagi setiap individu, tapi bagi masyarakat.
Ulama akhlak menggolongkan penyakit hasut dalam kategori sifat paling tercela. Karena hasut memiliki dua dampak merusak; merugikan orang yang hasut dan orang yang dihasuti dalam bahaya akan dihancurkan. Kebanyakan masyarakat berada di antara dua kondisi ini.
Hasut menyerang siapa saja dan dari kalangan manapun. Penyakit hasut tidak menyerang satu kalangan tertentu. Penyakit ini dapat menyerang orang dari kalangan atas, atau kalangan miskin. Jangan membayangkan bahwa mereka yang berasal dari kalangan atas dan kaya, tidak terkena penyakit hasut, hanya dikarenakan hidupnya secara material berkecukupan. Karena orang-orang kaya yang terkena penyakit ini juga banyak.
Hasut membakar iman
Dalam buku Wasail Syiah diriwayatkan dari Imam Shadiq as, "Hasut membakar keimanan seperti api membakar kayu."
Hal ini dikarenakan tahapan paling ringan dari hasut adalah berbicara buruk dan gibah. Dalam ilmu akhlak, gibah adalah menampakkan titik hitam dan kelemahan orang lain. Gibah tergolong dosa besar dalam Islam. Bila seorang yang hasut tidak mampu meraih tujuannya lewat gibah dan menyebarkan kelemahan orang, maka pada waktu itu orang tersebut akan melangkah lebih jauh dan melemparkan tuduhan. Ia akan menuduh orang yang dihasuti dengan tuduhan yang tidak-tidak. Ia akan menyebarkan kabar bohong tentang orang yang dihasuti.
Orang yang hasut senantiasa tersiksa dan terbakar dengan sengatan dari dalam dirinya sendiri. Ia berperang dengan semua orang, hingga maut menjemputnya. Oleh karenanya, hasut dalam seluruh tahapannya adalah dosa. Setiap hari berlalu, sifat hasutnya bertambah besar dan dosanya bertambah banyak, sementara imannya semakin sedikit. Benar, hasut membakar keimanan seseorang, sebagaimana api melahap kayu bakar.
Terkadang hasut sedemikian besarnya sehingga membuat orang yang hasut melakukan bunuh diri, seperti peribahasa yang menyebutkan keledai menghendaki kematian agar dapat menyakiti tuannya! Kebodohan keledai membuatnya harus melakukan bunuh diri agar dapat membuat tuannya merasa rugi. Sebuah transaksi yang sangat aneh! Karena seratus persen perbuatan ini merugikan dirinya sendiri dan mungkin hanya satu persen yang merugikan orang lain. Hasut seperti ini. Karena mereka yang mengidap penyakit ini akan menutup mata dan telinganya.
Orang yang hasut telah memusnahkan perasaannya dan merusak inderanya. Ia tidak dapat berpikir dengan benar serta memilih dan memilah dengan benar. Oleh karenanya, dirinya yang paling pertama terbakar sebelum berusaha membakar orang lain. Tapi anehnya, orang yang hasut ternyata merasa gembira dan itu akibat dari kerusakan indera yang terjadi pada dirinya. Karena akal sehat tidak bekerja dengan baik dalam dirinya. Itulah mengapa orang yang terkena penyakit hasut merupakan bentuk lain dari orang gila.
Hasut Membinasakan Pribadi Malakuti Manusia
Bila kita katakan bahwa penghasut itu bukan manusia, maka kita tidak salah. Bahkan penghasut lebih rendah dan hina dari hewan dan binatang, karena binatang akan melarikan diri atau membela diri dari bahaya yang ada. Namun penghasut malah menarik segala bahaya pada dirinya dan dengan ikhtiar menjerumuskan dirinya ke dalam kobaran api. Hasut merupakan musuh yang paling buruk. Karena setiap permusuhan bisa dicarikan solusinya dengan kecintaan dan kasih sayang. Bisa ditenangkan dengan meminta maaf dan keramahan sehingga permusuhan berubah menjadi persahabatan. Akan tetapi, semakin menunjukkan persahabatan dan kasih sayang kepada penghasut, maka permusuhan, penentangan dan perlawanannya akan semakin meningkat dan membahayakan.
Bila akar permusuhan hilang di antara dua orang, maka permusuhan akan berubah menjadi persahabatan dan kedengkiannya akan tercabut. Namun kedengkian penghasut tidak akan pernah hilang. Seseorang kepada orang yang menghasutinya berkata, "Apa yang harus aku lakukan sehingga kau tidak menghasutiku?" Penghasut menjawab, "Aku ingin kau tidak berada di muka bumi!"
Terkadang permusuhan orang yang hasut dilakukan terhadap orang yang tidak pernah berbuat buruk kepadanya dan bahkan selalu membantunya dengan baik. Di sinilah ketika orang yang bersih hatinya ini semakin berbuat baik padanya, maka permusuhan penghasut akan semakin meningkat. Sebelum bahaya hasut merugikan orang yang dihasuti, pertama kali yang kena bahayanya adalah si penghasut. Seperti Iblis. Karena rasa hasutnya terhadap Nabi Adam as, dialah yang pertama kali harus menerima kehinaan dan kerugian untuk selamanya. Sebaliknya, Nabi Adam as mendapat kemenangan dan terpilih sebagai utusan Allah.
Terkait masalah ini Imam Shadiq as berkata, "Jadilah orang yang dihasuti dan jangan menjadi penghasut. Karena timbangan amal penghasut senantiasa ringan dan tidak bernilai. Sementara timbangan amal orang yang dihasuti akan menjadi berat dan bernilai karena perbuatan-perbuatan baiknya. Hasut membunuh iman, sementara ruhnya ibadah adalah iman. Oleh karena itu, penghasut tidak punya iman sehingga bisa memberatkan timbangan amal dan ibadahnya."
Hassan bin Tsabit mengatakan, "Waktu itu saya masih kanak-kanak dan berusia 7 tahun. Di Madinah saya mendengar ada seorang Yahudi naik ke atas atap rumah dan berbicara lantang, "Bintang Muhammad, nabi akhir zaman telah terbit. Pada hari itu Rasulullah Saw telah lahir di Mekah. Penyakit jiwa hasut tidak mengizinkan orang-orang Yahudi menerima kebenaran dan mengikuti apa yang mereka ketahui dengan hati yang bersih. Bahkan mereka semakin memusuhi Rasulullah Saw dan memaksakan diri untuk mencegah kemajuan Islam. Orang-orang Yahudi merupakan musuh Rasulullah Saw dan Islam yang paling getol. Karena permusuhan mereka timbul dari hasut dan permusuhan yang timbul dari hasut tidak ada kadar dan ukurannya."
Mengenal Jenis-Jenis Hasut
Hasut memiliki banyak model yang muncul dalam pelbagai bidang. Jenis hasut dari sisi dampaknya bisa dibagi menjadi hasut yang merusak dirinya sendiri dan hasut yang merusak masyarakat. Berikut ini sekilas tentang jenis-jenis hasut:
Hasut kepada ilmu
Mereka yang sedang belajar dan menuntut ilmu ada yang merasa hasut akan keberhasilan dan kelebihan ilmu orang lain. Untuk itu ia berusaha menghancurkan kelebihan itu. Terkadang orang yang hasut dari jenis ini melihat seseorang yang begitu serius berlajar dan memiliki masa depan yang cemerlang. Ia mulai menciptakan segala bentuk penghalang guna menjegal orang itu, bahkan bila perlu orang tersebut sampai tidak dapat melanjutkan pendidikannya.
Sebagai contoh, ada sebuah rumah sakit yang memiliki seorang ahli bedah yang hebat. Pengalamannya selama melakukan operasi dan upayanya untuk menimba ilmu lebih jauh membuatnya semakin ahli di bidangnya. Terkadang bentuk hasut datang dengan cara mengangkatnya untuk posisi yang lebih tinggi agar tidak lagi berada di rumah sakit itu.
Hasut akan masalah remeh
Orang yang paling tidak layak adalah manusia yang memiliki sifat hasut terhadap hal-hal parsial dan tidak bernilai. Ia akan menghasuti orang yang suka tidur lebih darinya. Terkadang juga ia menghasuti orang yang makan lebih banyak darinya. Ada orang yang lebih gendut, iapun menghasutinya. Bila ada yang tubuhnya lebih tinggi darinya, ia menghasuti orang itu. Biasanya sifat hasutnya ini diungkapkan dengan kritik, sindiran atau cacian. Tapi terkadang sifat hasutnya ini ditampilkan dengan cara menasihati orang yang dihasutinya.
Terkadang sifat hasut jenis ini sampai pada batas dimana ketika seseorang ingin menyatakan kesukaannya ungkapan yang disampaikan justru terbalik. Seperti mengapa engkau tambah kurus, mengapa engkau sedikit makan atau mengapa engkau sedikit tidur? Seakan-akan mereka senantiasa mengintai tidur, makan, gendut, pakaian dan perbuatan sehari-hari orang lain. Kebanyakan orang-orang seperti ini orang yang tidak sehat dan tidak bisa bercanda. Mereka mengungkapkan hasut mereka dengan cara seperti itu.
Hasut kepada keluarga
Ada kalanya anak perempuan hasut kepada anak perempuan paman dan bibinya baik dari pihak ayah atau ibu, begitu juga sebaliknya, anak laki-laki hasut kepada anak laki-laki paman dan bibinya baik dari pihak ayah atau ibu. Bahkan banyak juga anak perempuan hasut dengan saudara perempuannya atau laki-laki dengan saudara laki-lakinya sendiri. Tidak jarang juga terjadi seorang ibu hasut terhadap anak perempuannya. Banyak kejadian bagaimana sebuah keluarga hancur akibat hasut yang terjadi di antara mereka. Hal itu dikarenakan setiap dari anggota keluarga memiliki sifat hasut terhadap lainnya. Akibatnya, mereka memutuskan hubungan keluarga ini dan berujung pada kehancuran keluarga.
Hasut kepada orang asing
Ada orang-orang yang hanya hasut kepada orang asing dan tidak punya masalah dengan dirinya sendiri atau keluarganya. Mereka ini dalam definisi hasut merupaka tingkat orang-orang hasut yang paling baik. Jalan untuk mencapai kebahagiaan di kalangan orang yang hasut semacam ini lebih terbuka. Karena sifat buruk ini tidak berakar dalam dirinya. Oleh karenanya, untuk mengobatinya lebih mudah. Teman dan keluarganya tidak melihat keburukan orang yang memiliki jenis hasut semacam ini. Mereka tidak berususan dengan orang-orang di sekitarnya. Orang-orang yang seagama dan memiliki keyakinan yang sama dengannya berada dalam ketenangan. Ia juga tidak mengganggu warga di sekelilingnya. Ia pada dasarnya tidak punya permusuhan dengan orang-orang setanah air, tapi seluruh keburukan dan permusuhannya dengan orang-orang asing.
Mungkin saja sebagian orang melihat penyakit hasut jenis ini sebagai satu keutamaan. Orang-orang yang menganggap baik ini terdiri dari orang-orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi dan memiliki fanatisme kekeluargaan atau kedaerahan. Sekalipun mereka juga rugi dengan sifat ini, tapi orang-orang di sekelilingnya justru beruntung. Tapi ada kebalikan dari jenis hasut sepert ini. Ia hasut terhadap orang-orang di sekelilingnya, tapi tidak dengan orang-orang asing. Ini model paling buruk dan rendah dari hasut.
Hasut akan popularitas
Ada orang yang hasut akan keutamaan orang lain, tapi ia memusuhi orang itu bukan dari keutamaan, tapi dari sisi popularitas yang diraih lewat keutamaan yang ada pada dirinya. Orang yang hasut popularitas orang lain akibat keutamaan yang dimiliki orang itu senantiasa akan merasa benci. Seperti saudara-saudara Nabi Yusuf as yang akhirnya memutuskan membawa beliau ke gurun pasir dan membuangnya ke dalam sebuah sumur. Ini merupakan contoh dari sifat hasut akan popularitas orang lain yang berasal dari keutamaannya.
Kerugian Akibat Hasut; Dari Dibenci Orang Sampai Usia yang Pendek
Banyak kerugian yang didapat oleh orang-orang yang suka hasut dan kerugian itu dapat dikelompokkan dalam dua bagian; kerugian yang kembali pada pribadi orang yang hasut dan kerugian yang menimpa masyarakat. Berikut ini beberapa kerugian yang terjadi akibat hasut:
Dibenci orang
Salah satu kerugian yang diderita oleh orang yang hasut adalah dibenci orang. Siapa saja yang hasut akan menampakkan keburukan dan sifat hasutnya di tempat ia tinggal. Keberadaannya membuat masyarakat merasa terganggu. Sebenarnya, ketika seorang yang hasut dibenci orang lain, hal itu merupakan dampak alami dari hasut itu sendiri. Karena setiap orang merasa tersiksa dengan racun yang ditebarkannya. Segala bentuk tuduhan dan ucapan buruk tentang orang lain, apakah itu secara langsung atau tidak sudah pasti membuat kesal dan marah masyarakat. Di sini berlaku kaidah bahwa siapa saja yang menjadikan warga di tempat tinggalnya adalah musuh, maka masyarakat juga akan melihatnya sebagai musuh.
Pada dasarnya, ketika seorang yang hasut berbicara tentang keburukan orang lain, ia sedang berusaha agar orang itu dibenci oleh orang lain, tapi sejatinya ia sendirinya yang dibenci orang. Seperti kata pepatah "Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri".
Tidak tenang
Orang yang hasut senantiasa dalam kondisi terbakar dan hidupnya dalam kondisi tidak tenang, cemas dan tidak ada waktu yang indah baginya. Jarum hasut akan terus menancapkan dirinya di hati orang yang terkena penyakit ini. Orang-orang Perancis mengatakan "Karat memakan besi, sementara hasut menghancurkan hati". Orang yang hasut senantiasa merasa tersiksa menyaksikan orang lain mendapat nikmat. Sebagaimana nikmat Allah Swt tidak ada akhirnya, maka azab yang menimpa diri orang yang hasut juga tidak ada ujungnya.
Ketenangan, keindahan dan kebaikan adalah pengertian yang tidak pernah dilihat kenyataannya oleh orang yang mengidap penyakit hasut. Rasulullah Saw bersabda, "Orang hasut adalah manusia yang paling tidak tidak bisa merasakan kenikmatan dan kelezatan."
Seorang hasut yang kaya dan kuat sebenarnya lebih sedikit merasakan ketenangan ketimbang seorang fakir yang lemah, tapi hatinya bersih. Betapa banyak orang kaya yang menghasuti ketenangan yang dimiliki orang miskin. Orang yang hasut bahkan tidak bisa tidur dengan nyaman. Karena penyakit jiwa juga berdampak pada kualitas tidur orang.
Lemah dan sakit-sakitan
Rasa cemas, sedih dan tidak tenang yang menyerang jiwa orang yang hasut membuatnya perlahan-lahan menjadi lemah. Kondisi ini membuat dirinya lebih mudah terkena penyakit. Sifat hasut mengambil kenikmatan tidur dan makanan dari orangnya. Hidupnya hanya mengeluh. Imam Ali as berkata, "Badan yang sehat berasal dari kurangnya sifat hasut. Sifat hasut tidak membiarkan badan tetap sehat. Hasut seperti penyakit yang mengurangi kesehatan badan dan membuat orang yang hasut menjadi kurus dan lemah."
Orang yang hasud seperti sapi yang setiap harinya menghasilkan 9 ember susu, tapi setelah itu semua susu itu ditumpahkannya dengan tendangannya. Ini ciri khas orang-orang yang hasud. Bila seseorang berusaha membantu sesama dengan perbuatan baik dan layak diberi penghargaan, tapi hasut akan membuat semua itu sia-sia. Perilaku orang yang hasut akan membuat seluruh pengorbanannya hilang dari benak orang-orang. Bila ia telah melakukan ribuan perbuatan baik kepada seseorang, ketika ia berbuat hasut terhadapnya, maka semua yang telah dilakukan itu seperti tidak pernah ada, bahkan ia melihat segala perbuatan baiknya itu sebagai keburukan.
Ibadah menjadi sia-sia
Satu lagi dari kerugian yang bakal menimpa orang yang hasut adalah rusaknya segala ibadah yang dilakukan. Ibadah yang pada dasarnya layak mendapat pahala dari Allah Swt, akan menjadi rusak karena sifat hasut yang dimiliki. Bila seseorang yang hasut melakukan shalat tahajjud di malam hari dan berpuasa di siang hari, bila sifat hasutnya tidak bisa hilang, tidak jelas apakah ia mendapatkan keuntungan dari ibadah itu atau tidak. Apakah ia bisa meraih derajat yang tinggi di surga atau tidak. Begitu buruknya sifat hasut sehingga apa yang dilakukan kebanyakan melanggar perintah Allah Swt dan membuatnya sebagai hamba pendosa.
Umur pendek
Orang yang hasut pendek umurnya. Karena ia lemah dari sisi fisik dan untuk ia harus siap menghadapi kematian. Siapa saja yang kekuatan fisiknya berkurang akibat penyakit, maka kemampuannya untuk menangkal mikroba berbahaya juga semakin kecil. Depresi yang dialaminya membuat penyakitnya semakin kuat dan badannya bertambah lemah. Ketika cengkeraman penyakit berbahaya semakin kuat menyerang badannya, maka upaya untuk membebaskan diri darinya menjadi sangat sulit. Setiap hari berlalu dan penyakitnya semakin bertambah, sehingga ia menemui kematian. Di sisi lain, balasan Allah Swt terhadap orang-orang yang hasut juga tidak membiarkannya tenang setelah kematian.













