SuKsMa 🙏🙏🙏 #Repost @singarajanow (@get_repost) ・・・ Di tengah kesibukannya di dunia birokrasi, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Buleleng Gede Komang, tetap menyisakan waktu untuk ngayah sebagai penari Wayang Wong. Termasuk tampil untuk kepentingan upacara keagamaan. PEMENTASAN Wayang Wong dari Sekaa Wayang Wong Guna Murti, Desa Tejakula, Buleleng di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, pada Selasa (18/6) lalu, sudah berlangsung separo jalan. Di belakang panggung, di bawah naungan beberapa jenis pepohonan, Gede Komang sudah siap dengan pakaian Patih Prahasta. Sosok patih senior Kerajaan Alengka pimpinan Rahwana. Kebetulan pementasan Wayang Wong duta Kabupaten Buleleng ini mengambil judul Gugurnya Patih Prahasta dalam pementasan di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 itu. Dengan kata lain, Gede Komang saat itu berperan sebagai tokoh utama cerita yang dipentaskan. Tapi, saat itu belum waktunya bagi Gede Komang untuk masuk ke tengah panggung. Dia mesti menunggu untuk beberapa saat. Sehingga dia pun memilih duduk di tempat yang teduh. Di kesempatan itulah, Gede Komang menyempatkan diri bercerita mengenai awal mula dirinya terlibat dalam seni pertunjukan Wayang Wong. Sebuah kesenian yang kini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Via @koranbaliexpress #singarajanow #wayangwongtekajula #buleleng (di Buleleng, Bali, Indonesia) https://www.instagram.com/p/BzFW_Ydg2m4/?igshid=11cral5q62t8g