Smangadh & Ketenangan
Seperti judul. Mungkin itu yang sedang menjadi ambisiku saat ini. 'Smangadh', ya sebuah ejaan yang sengaja kubuat tak sempurna dan sudah aku pakai sejak SMA. Tepatnya dimulai tahun 2007. Ketika segala smangadh ku akan dunia sastra dan musik begitu mendidih.
Dan ketika waktu ini, aku ingin mengembalikannya. Supaya kembali menjadi penyemangat. Namun, apa daya. Usiaku tak lagi belasan tahun seperti dulu. 34 tahun. Lalu, apa yang dicari oleh manusia diusia pertengahan ini? Dan setelah kubuka kitab-kitab yang teronggok di sudut-sudut otakku. Ternyata 'Ketenangan'.
Percuma memiliki ribuan liter smangadh, tapi nyatanya tak ada ketenangan. Rasanya seperti berlari dalam tong setan. Sumpek yang ada, dan percuma saja. Tak akan pernah sampai tujuannya. Semua berputar dan kembali ke asal.
Lalu, ketenangan seperti apa yang dibutuhkan manusia pertengahan sepertiku ini? Itu yang masih menjadi polemik. Terkadang aku ingin memecahkannya bersama seseorang. Seseorang yang mungkin sudah menemukan caranya lebih dulu dari aku. Dan aku ingin menghabiskan waktu berjam-jam dengannya hanya untuk mendiskusikannya. Tak akan aku debat bila diskusi itu tak sesuai dengan jalan fikiranku. Tenang. Aku bukan tipe manusia seperti itu.
Bagiku, dalam sebuah diskusi aku ingin menjadi pendengar dahulu, mencerna setiap apa argumennya. Dan selesai itu semua, baru aku akan berganti berargumen dan paling lebih banyak argumen tanya balik atau persetujuan yang akan aku beri. Dan dari yang tak setuju pasti akan aku simpan sebagai PR-ku.
Dan semoga, lekas waktu kedepan nanti. Aku menemukan manusia itu, yang mana akan menjawab dari segala tanyaku tentang ketenangan. Supaya smangadh ini tak lagi sia-sia.








