To be the most developed Smart Enterprise in West Java at 2020.
Menjadi Smart Enterprise paling berkembang di Jawa Barat pada tahun 2020.
To achieve a global awareness that connected universally.
Tercapainya kesadaran global yang terhubung secara universal.
- Building company culture that aligned with current development, without losing character and traditional wisdom inspiration.
Membangun budaya perusahaan yang selaras dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter dan inspirasi kearifan tradisional.
- Building system of work that humanly, fair and well-faring for the progression of all company stakeholders.
Membangun sistem kerja yang manusiawi, adil dan menyejahterakan bagi kemajuan seluruh pemangku kepentingan perusahaan.
- Serving customers, orienting to universal humanity values.
Melayani pelanggan dengan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
Definisi Smart Enterprise
1. Integrate heterogeneous big data and empower knowledge workers to solve non-linear problems.
2. Leverage recent IT advances — chiefly from the consumer wave — to solve critical challenges in major industries.
3. Potential to harness network effects within industry verticals and become platforms, increasing innovation by enabling novel applications to quickly spread throughout the industry. (http://formation8.com/resources/the-smart-enterprise-wave/)
Peluang dari Terjadinya Transformasi Industri
- CEO (Chief Executive Officer)
Atau disebut juga sebagai Direktur Pelaksana/MD (Managing Director) adalah pejabat perusahaan level atas (eksekutif) atau administrator yang diberi tugas manajemen secara total terhadap suatu organisasi. CEO lebih sering (tapi tidak selalu) juga merupakan pimpinan perusahaan.Seseorang yang ditunjuk sebagai CEO sebuah korporasi, perusahaan, organisasi, atau lembaga biasanya melapor pada Dewan Direktur.
Ada 4 pekerjaan CEO yang membedakannya dengan posisi lain di organisasi.
Pertama, merumuskan pihak pihak luar yang benar benar berarti bagi organisasi alias ‘the meaningful outside’. Harus ditetapkan mana yang betul-betul berarti, meskipun ada beberapa stakeholder, yang paling dianggap penting adalah konsumen. Jadi kalo ada konflik satu sama lain, penyelesaiannya dengan mengutamakan pihak yang paling penting, yaitu konsumen.
Kedua, memutuskan mana bidang yang akan digeluti dan mana yang tidak. Tidak semudah yang dibayangkan, banyak CEO yang tidak mampu fokus dan serakah menginginkan terlalu banyak bidang. Contoh: P&G rela melepaskan produk selai kacang ‘Jiff’, karena dianggap tidak sanggup mendongkrak citra P&G sebagai pemain global, karena hanya orang US yang suka selai kacang. P&G juga secara tegas memutuskan untuk fokus pada produk produk laundry, pembalut bayi, perawatan rambut dan wanita saja. Karena secara strategic cocok dengan sasaran dan kompetensi mereka.
Ketiga, kemampuan menyeimbangkan kepentingan saat ini dan masa depan. Dengan cara menetapkan target pertumbuhan yang realistis namun mantab. Contoh: Lafley, CEO P&G mengkoreksi target pertumbuhan financial ke angka angka yang lebih realistis. Langkah tsb awalnya tidak populer dimata Wall Street, namun Lafley yakin nantinya akan menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Di bidang pengembangan organisasi Lafley bahkan terlibat secara langsung thd rencana karier dari 150 calon pemimpin potensialnya, karena dia percaya bahwa merekalah masa depan dari kelangsungan bisnis P&G.
Dan Keempat, mempertajam nilai nilai dan standar standar perusahaan. Nilai nilai perusahaan merupakan cerminan identitas kolektif perusahaan. Jika ingin sukses, maka nilai nilai perusahaannya haruslah terhubungkan dengan ‘meaningful outside’ serta relevan untuk saat ini dan masa mendatang. Sementara standar perusahaan merupakan harapan yang ditetapkan organisasi. Dalam sejarahnya, P&G merumuskan ‘trust’ (kepercayaan) sebagai nilai perusahaan.
Peran CEO adalah unik, CEO adalah pimpinan bisnis yang harus mampu menjadi ‘jembatan’ antara dunia luar dan dunia dalam organisasi.
- CFO (Chief Financial Officer)
Terkadang juga merupakan seorang bendahara perusahaan. Bagi banyak perusahaan CFO dilihat sebagai orang penting nomor dua dalam perusahaan (karena dalam mengelola hasil kuartalan sering tergantung pada pemahaman akan pembukuan keuangan). Intinya, CFO adalah pejabat perusahaan yang bertanggung jawab atas keuangan perusahaan.
- CIO (Chief Information Officer)
Merupakan jabatan yang relative baru relatif di jajaran ‘top executive’ perusahaan. Bertanggung jawab untuk sistem informasi internal perusahaan, terutama dengan kehadiran internet, terkadang bertanggung jawab atas infrastruktur bisnis elektronik perusahaan.
- CTO (Chief Technology Officer)
Merupakan jabatan pendatang baru lainnya dalam jajaran eksekutif puncak perusahaan. Jabatan ini bisa jadi merupakan dilihat sebagai posisi yang penting kedua atau ketiga khususnya di banyak perusahaan berbasis teknologi. CTO bertanggung jawab untuk penelitian dan pengembangan serta untuk perencanaan produk baru.
- CSO (Chief Security Officer)
Bertanggung jawab atas sistem bisnis dan keamanan komunikasi perusahaan.
- CCO (Chief Compliance Officer)
Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan dan karyawan telah sesuai dengan kebijakan internal perusahaan dan peraturan pemerintah yang berlaku.
- CKO (Chief Knowledge Officer)
Bertanggung jawab untuk manajemen pengetahuan organisasi.
- CMO (Chief Marketing Officer)
Adalah seorang eksekutif perusahaan yang bertanggung jawab atas kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi. Posisi ini paling sering melapor kepada CEO.
- COO (Chief Operating Officer)