Thinking about Mac and Dennis getting rid of all their old furniture and replacing it with inflatable blow-up furniture.
seen from United States

seen from Azerbaijan
seen from United States
seen from Singapore
seen from China
seen from China
seen from Saudi Arabia

seen from Italy

seen from Germany
seen from Germany

seen from Lithuania
seen from Jordan
seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from Indonesia

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Canada
Thinking about Mac and Dennis getting rid of all their old furniture and replacing it with inflatable blow-up furniture.
hey brain, if we could write something. idk. more lighthearted once in a while, that would be Great
butimalwaysalana
god damn it kat now that damn song is stuck in my head
Y U DO THIS TO ME
Belajar Dewasa
Belajar dewasa dari seorang anak bernama Bayu.... dalam film Garuda di dadaku.Seorang anak yang telah ditinggal ayahnya, dan hidup beserta ibu juga kakeknya, begitu sangat menghargai dan mencintai ibu dan kakeknya tanpa menghiraukan perasaan dan kebahagiaannya sendiri. Dia korbankan cita-citanya untuk belajar sepak bola.... dia lebih memilih untuk mengikuti apa yang telah dirancang sang kakek untuk masa depannya. Berusaha menjadi anak yang baik dan penurut karena dia ingin menyenangkan dan membahagiakan sang kakek dan ibunda tercinta. Meskipun untuk itu dia harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Bercermin dari kisah itu.... sebagai orang tua, orang yang lebih dewasa dari segi usia, pengalaman dan kematangan.... sudahkah kita memberikan kebahagiaan kepada sang anak ? ataukah kita menjadi orang tua egois yang hanya bisa mendikte seorang anak tanpa menanyakan apa yang sebetulnya sang anak inginkan ? apa yang sebetulnya bisa membuat sang anak bahagia ? Kadang apa yang dianggap orang tua terbaik bagi seorang anak bukanlah benar-benar terbaik..... Seorang anak adalah seorang manusia pula.... dia memiliki jiwa sendiri, pikiran sendiri, keinginan sendiri.... Dia bukanlah barang properti milik kita yang bisa kita atur jalan hidupnya.... dia bukan boneka.... tetapi seorang anak adalah buah hati milik Tuhan yang berjiwa yang dititipkan pada kita untuk kita jaga hati, perasaan dan kebahagiaannya......
Rebutan apa sih....?
Terbangun dari tidur nyenyak gara-gara suara pukulan kentongan hansip yang nyaring banget. Mau tidur lagi jadi susah, akhirnya nyalain TV, bolak-balik ganti-ganti chanel akhirnya berhenti disalah satu stasiun TV. Acaranya seru....banyak orang teriak-teriak, kayaknya rusuh banget, my hubby yang ikutan nonton malah ketawa-ketawa, kayak liat dagelan aja. Rupanya acara pemilihan ketua partai....pesertanya sudah pasti orang-orang besar, punya jabatan tinggi, berpendidikan tinggi pula.... Tapi kok kelakuannya kayak anak-anak ya, masih mending anak-anak kalo dibilangin atau ditegur masih nurut, kalo ini kayak orang tuli semua, gak ada yang mau denger....yg ada semuanya malah ikut ngomong....protes ini itu, interupsi atas ini itu...saling sahut-sahutan, semuanya ngerasa paling bener sendiri. Sementara di jajaran depan para kandidat yang berkepentingan langsung atas pemilihan itu malah terdiam dengan wajah BT tentu saja. Adegan-adegan itu malah bikin kita berpikir, gimana bisa ya mereka mendengar keluh kesah rakyat kalo mereka seperti orang tuli begitu ? Cuma bisa bicara, menuntut untuk didengar tapi gak mau mendengar. Mengurus organisasinya aja berantakan......, gimana nanti kalo mereka masuk jajaran pengurus negara ya ? Serem juga..... Rupanya para pembesar yang katanya memiliki jabatan dan pendidikan tinggi berasal dari kalangan terhormat dan terpelajar..... tidak selalu memiliki jiwa yang besar ya....
Menata Diri
Melihatlah dengan pikiran yang bersih, Mendengarlah dengan hati yang jernih, Agar ketika kita berbicara kita bisa berbicara dengan kepandaian diri, Agar ketika kita bersikap kita bisa bersikap bijak dan besar hati, Belajar menata pikiran, hati dan perasaan akan lebih baik dari pada mengumbar kemarahan, iri hati dan dengki yang tidak terkontrol, karena.... itu semua hanya akan memperlihatkan betapa dangkal dan bodohnya kita.
Nikmatilah hari ini....
Pikirkanlah hal-hal positif, kendalikan emosi diri, berbicaralah dengan tenang tanpa terburu-buru agar kelak tidak akan ada penyesalan atas perilaku, sikap atau perkataan kita. Hadapilah segala sesuatu hal yang terjadi dengan senyum mengembang, menikmati dan mensyukuri nikmat serta karunia ilahi akan lebih memberikan kedamaian dan ketenangan dihati Jangan pernah menyesali sesuatu yang telah lewat, jangan pula mengkhawatirkan hal-hal yang belum pernah dan belum tentu terjadi, nikmati saja hari ini seperti syair sebuah lagu..... "hari-hari datang dan pergi... yang kemarin bukan hari ini... bergembiralah... berbahagialah... nikmatilah hari ini......"