70′s OC
seen from China

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from China
seen from Japan
seen from United States
seen from China

seen from India
seen from Japan
seen from Japan
seen from Vietnam
seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
70′s OC
R.E.D Duta shampoo kucing @ezzarush at dialog bunyi spasial T A N G K A P #stage #stagephotography #stagephotographer #music #musicphotography #musicdocumentary #musicphotographer #concert #concertphotography #concertphotographer #spasial #band #bandphotographer #igmasters #instastage #instastageid #stageid #gigs #gigsphotography #gigsdocumentary #postrock #sonyalpha #instagood #postrockdiscovery #vsco #vscocam #justgoshoot #postthepeople #tangkap
Besok #KOROD gentayangan di acaranya @kelompokpemutarfilm lokasi di #spasial bareng 5 film pendek lainnya yang Bandung pisan. Don't miss it! #horror #infofilmpendek #infoscreening #filmindiebandung #filmpendek #filmpendekindonesia #shortfilm #shortmovie #screening
Playing "Miles Away" !! Yesss...this is one of our fav track from @goldfingermusic . Capture video from #CSWSpunk #cantstopwontstop . Cc @iwanhermawan456 @ijo_trombone @ugenxxx @toranarantaka @ugihdido @muhamadiqbal.hidayat . #lazymiddleclass #goldfinger #gigs #skapunk #bandung #spasial (at Spasial)
Playing "Bdg bdg" at #CSWSpunk #cantstopwontstop from @resolve_event last saturday . . A 📹 by @muhammadedwinsastranegara . #lazymiddleclass #lmc #skapunk #ska #bandung #bdgbdg #spasial (at Spasial)
#Repost @resolve_event (@get_repost) ・・・ Thank you Mr @askarockers from @rocket_rockers for wearing #CSWS official tees.. . Nb : Geser kiri untuk melihat image bagian belakang . Still available #CSWSpunk Official T-Shirt merch Only IDR.100K Available size S, M, L, XL . . Order / Booking : Follow IG @resolve_event Wa/Text : 081313535098 . . #csws #cantstopwontstop #melodicpunk #skapunk #bandung #tees #merch #poppunk #spasial
[Odonim] Data Spasial Jaringan Jalan di Indonesia dari OpenStreetMap
Open Street Map atau yang dikenal dengan OSM merupakan platform sekaligus komunitas kolaboratif dalam pemetaan yang berkembang dari hari ke hari dan semakin berusaha meningkatkan kualitas dan kredibilitas datanya.
Data yang disajikan ialah hasil analisa per grid pada data jaringan jalan OSM yang dapat diunduh untuk wilayah Indonesia pada http://download.geofabrik.de/asia.html.
Odonim ialah nama jalan. Penelitian kecil-kecilan kali ini mencoba melihat sejauh mana konsistensi, kesesuaian, kelengkapan dan tata cara penulisan yang ada di dalam kolom nama pada atribut data jaringan jalan tersebut. Secara visual dari geometri jaringan jalan OSM ini mendekati data spasial dari Peta Rupabumi Indonesia. Nah, saking penasaran dengan informasi atributnya maka dijelajahlah detil kontennya. Proses filter dan seleksi untuk memilah lumayan melalui beberapa iterasi. Secara sekilas, data pada wilayah perkotaan lebih kompleks dan secara kuantitatif dapat menggambarkan bagaimana kontributor berperan di sana.
Apabila melihat gambar di atas hampir ada komposisi yang seimbang antara data yang memiliki atribut nama jalan terisi dengan yang masih beum terisi dengan baik atau kosong sama sekali. Baik, di sini bersifat kualitatif karena untuk hitungan detilnya masih perlu diolah kembali lebih dalam.
Sekilas gambaran, betapa masih perlunya kita (terutama instansi pemerintah) untuk melakukan pengumpulan, pengelolaan dan diseminasi data spasial jaringan jalan yang lengkap dengan nama jalan (yang sesuai penulisannya dengan kaidah toponim).
Sekian cerita hari ini.
Enschede, 13 Februari 2017
Aji Putra Perdana
- Spasial itu Spesial -
Kunjungan Para Rombongan Kolibri Rekords Di Kota Bandung
Kolibri rekords membuka tahun 2017 dengan two-days showcase yang berjudul “who let the birds out”. Menurut saya ini merupakan sebuah langkah yang berani pun melepaskan dahaga bagi para pecinta gigs. Hari pertama showcase ini diadakan di koa Bandung, lokasi yang dipilih yaitu spasial yang menurut saya merupakan pilihan yang tepat karena tempat ini mengandung keintiman serta suasana yang berbeda. Kolibri rekords membawa semua rooster mereka seperti Bedchamber, Kaveh Kanes, Low Pink dan Gizpel, serta dua band yang paling terbaru dari kolibri rekords yaitu Grrrl Gang dan Seahorse. Saya sendiri sejujurnya penasaran dengan penampilan dua band terbaru dari Kolibri Rekords ini.
Seperti biasa, acara mulai sedikit terlambat dari waktu yang telah ditetapkan. Sekitar pukul 5 sore acara akhirnya dimulai, dibuka dengan penampilan Grrrl Gang, band asal Yogyakarta , yang menurut saya sukses membuka perhelatan two-days showcase ini. Mendengar musik yang disuguhkan oleh Grrrl Gang, saya teringat akan album pertama Best Coast digabung dengan musik yang diciptakan oleh Seapony. Secara keseluruhan penampilan sangatlah apik dan memuaskan.
Grrrl Gang
Setelah itu, giliran Kaveh Kanes menampilkan semua lagu dari album ‘Capital’. Untuk Kaveh Kanes sendiri, ini merupakan ketiga kalinya saya menyaksikan penampilan mereka, dan tidak heran lagi dengan penampilan mereka yang selalu memukau, sesuai dengan tagline mereka “Kaveh Kanes moal gagal maen di Bandung”. Ya, sepertinya mereka tidak pernah mengecewakan tampil di Bandung, mungkin karna itulah saya jatuh cinta dengan band dari Kolibri Rekords yang satu ini.
Kaveh Kanes
Sehabis Kaveh Kanes menyudahi penampilannya, acara break untuk sementara karena waktu maghrib.
Acara dimulai lagi dengan penampilan Gizpel, band asal Jakarta ini melanjutkan keseruan showcase ini. Saya memang belum pernah menyaksikan penampilan Gizpel secara langsung, dan ketika mereka membawakan lagu-lagu dari debut EP mereka bertajuk ‘Short Distance’. Saya langsung terkesima dengan penampilan mereka. Kerapihan tempo drum disertai alunan riff jangle gitar nan syahdu merupakan alasan utama kenapa band yang satu ini patut diancungi jempol. Terlihat pada showcase ini, penonton masih belum puas ketika mereka menyudahi penampilan mereka. Namun apa dikata, mereka sudah kehabisan list lagu dan waktu rundown yang harus mereka patuhi.
Gizpel
Selanjutnya yaitu penampilan dari salah satu rooster andalan Kolibri Rekords yang selalu ditunggu-tunggu, Bedchamber. Pada perfomanya kali ini, mereka membawakan beberapa lagu dari EP Perennial mereka, lalu ada beberapa lagu baru, serta diselingi dengan pembacaan puisi oleh sang vokalis. Seperti DIIV dan Beach fossil yang digodok menjadi satu, Bedchamber menjadi salah satu yang menonjol malam itu, terlihat dari antusiasme para penonton saat menyaksikan mereka serta beberapa orang yang melakukan moshing disekeliling panggung.
Bedchamber
Setelah penampilan dari Bedchamber. Kali ini salah satu rooster terbaru dari Kolibri Rekords, Seahoarse unjuk gigi dihadapan penikmat musik Bandung. Lagu pertama yang bawakan oleh Seahoarse adalah mencover lagu milik Melody’s Echo Chamber berjudul “Some Time Alone, Alone” sebagai kado perkenalan dari mereka. Memasuki beberapa materi selanjutnya mereka membawakan materi yang telah dipersiapkan dalam song list termasuk salah satu single mereka berjudul “Cricket Choir”. Menuju akhir dari penampilannya, dan sebagai warming up akan kedatangan Warpaint di Indonesia, Seahoarse pun mencover salah satu lagu Warpaint yang berjudul “Disco//Very”.
Seahorse
Dan akhirnya acara pun hampir usai, yang kali ini ditemani oleh salah satu band dari kota Jakarta, yang sempat merilis EP Phases, ya mereka adalah Low Pink. Mengusung beberapa riif psychedelia dalam partisi musiknya, seakan membawa para pengunjung yang memadatai venue Spasisal pada saati itu menjadi lebih berwarna ditambah dengan berbagai efek cahaya lampu yang menyiari. Sebagai penampilan band terakhir pada showcase Kolibri Rekords, Low Pink pun tak lupa membawakan dua lagu andalannya seperti “Phases” dan “Someone For Your Days” yang juga beberapa diantara pengunjung sangat sangat dinikmati oleh pengunjung pada malam minggu itu.
Low Pink