Teruntuk orang spesial di hatiku, ketahuilah bahwa kau akan selalu menempati posisi istimewa di hidupku. Bahkan jika kita tak berkomunikasi sekalipun, kau tetap akan kucintai setulus hatiku..

seen from Singapore

seen from France
seen from Spain
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Belarus
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Italy
seen from France
seen from China

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from Indonesia

seen from Singapore
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Germany
Teruntuk orang spesial di hatiku, ketahuilah bahwa kau akan selalu menempati posisi istimewa di hidupku. Bahkan jika kita tak berkomunikasi sekalipun, kau tetap akan kucintai setulus hatiku..
Selamat Ulang Tahun
Pada suatu malam, di tengah-tengah perbincangan kita, kamu pernah berujar, "Aku tuh cuma satu-satunya di dunia ini. Kamu pun."
Ribuan malam telah aku dengar racauanmu beserta kepercayaan dirimu yang tinggi itu. Tapi baru kali ini aku mendengar kalimat paling percaya diri dari seorang manusia. Aku tak bertanya apa maksudmu. Nanti kamu pasti menjelaskan sendiri di kalimat selanjutnya.
"Sebab, ketika bapak dan ibu menginginkanku ada dua, yang hadir malah adikku. Aku yakin, kalau ada keinginan lagi, pasti mereka mencoba lagi," ujarmu lalu tertawa begitu lepasnya.
"Ngarang!" tukasku di dalam hati menyetujui menyetujui kalimatmu. Jika kamu menyebut diri hanya ada satu di dunia, bagiku kehadiranmu sangat berharga sehingga aku mau merayakan hari lahirmu setiap hari.
Tepat hari ini kamu berulang tahun. Aku ingin merayakan kehadiranmu dengan utuh dan penuh.
Segala doa baik terpanjat untukmu: untuk segala kesehatan, keselamatan, dan keinginan. Agar kamu selalu dapat merasa cukup meski ribuan orang berargumen bahwa manusia tak pernah merasa cukup.
Tolong, jangan hilang, jangan pergi. Sebab jika itu semua terjadi, aku tidak tahu ke mana harus mencari penggantimu yang katamu cuma satu itu.
Selamat ulang tahun.
Aku Berbeda, Aku Spesial
Aku tahu, Aku adalah orang yang sangat amat berbeda. Itu tampak sangat bodoh, memalukan, bahkan mengecewakan bagi diri sendiri apalagi orang lain. Tapi Aku percaya, berbeda karena spesial.
Semakin dewasa, semakin sadar ternyata Aku berbeda. Aku yang sebenarnya tak baik-baik saja tanpa sadar berusaha baik-baik saja di depan orang, menyembunyikan luka yang amat sangat dalam hingga tak bisa untuk diungkapan.
Menangis adalah caraku menenangkan diri dari sesak di dada yang tak kunjung lega. Ikhlas sudah ku coba, sedih sudah ku hindari. Tapi tampaknya itu sia-sia, pikiranku tetap saja kalut akan banyak hal yang ku khawatirkan.
Aku tak pandai berkomunikasi secara mata ke mata, sehingga aku tampak seperti orang bisu yang bodoh. Aku tak pandai menangkap segalanya sekaligus, sebab Aku perlu mencerna atas apa yang terekam oleh otakku. Kapasitas otakku kecil, sebab itulah Aku tak bisa mengingat kejadian demi kejadian. Overthinking memaksaku untuk memikirkan bagaimana menyelesaikan masalah secara satu per satu sekalipun butuh waktu lama.
Bisa dibilang aku seperti orang yang sedang hilang arah dan hampa, sebab itulah Aku seperti orang depresi. Aku orang yang sangat tidak mau membebani seseorang dengan keberadaanku, sebab itulah Aku menjadi seorang yang tanpa banyak kata dan malu tuk bercerita, sehingga orang menganggapku orang yang sedang murung atau menutup diri.
Aku spesial dan berbeda, hal ini Aku sadari secara tidak langsung ketika mama pernah bilang "Jangan banyak mikir yang macam-macam nanti kamu stress". Bahkan temanku baru-baru ini pernah mengatakan "Jangan terlalu mengkhawatikan banyak hal, satu per satu aja dulu".
Jika saja aku tidak terngiang-ngiang tentang mereka mungkin aku sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Sebab, Aku masih ingat ketika beranjak remaja aku pernah berusaha kabur dari rumah untuk menenangkan diri bahkan seringnya Aku bermain dengan imajinasiku sendiri.
Seberbeda itukah aku?
Sesungguhnya aku hanya ingin menjadi orang yang normal, normal untuk hal yang sangat sederhana seperti tidak mikir yang aneh-aneh sehingga bisa meminimalisir overthinking. Selain itu, Aku ingin tidur normal dengan amat sangat tenang layaknya orang-orang. Aku menyadari tidurku selalu gelisah sejak masuk dalam dunia perkuliahan hingga sekarang. Bahkan anehnya kalau lagi capek malah tak bisa istirahat, karena selalu berpikir gimana caranya badan gak capek, gimana caranya otak sama pikiran bisa sinkron dan sejalan.
Jadi, tolong ya Aku, kamu itu harus kuat gak boleh sedih lagi, harus lebih ikhlas atas apapun yang sedang kamu usahakan. Selain itu, tolong jangan insecure ya, banyak bersyukur ya Aku! Semangat!!!
Love,
Dari Aku untuk Aku.
4/3/20
Is There Someone Special?
Pertanyaan itu dilempar pada saya, dan saya kembali bertanya pada diri sendiri hingga berjam-jam bahkan setelah kelar memberi jawaban. Ada. Jelas ada. Pikiran saya maraton panjang untuk sampai pada “siapa”. Banyak nama. Banyak kenangan. Adalah prinsip dasar saya bahwa tiap manusia itu spesial, sekalipun keterbatasan bagi saya menghargai tiap-tiapnya dengan layak. Saya jatuh hati pada manusia; bagaimana mereka berinteraksi, passion mereka, falsafah individual dan cita-cita mereka. Saya bisa menjawab siapapun dan itu merupakan jawaban yang tulus. Tapi mengapa sebagian nama muncul teratas terhadap pertanyaan ini mengalahkan sebagian lain?
Banyak hal bisa membentuk chemistry: kecocokan minat, wawasan, visi hidup hingga pola pikir. Banyak hal bisa melahirkan sayang: proses berbagi pengalaman, rasa empati, atau sebab terbiasa. Itu semua tidak spesial bagi saya. Itu alamiah. Seseorang jadi spesial karena bertahan. Ada begitu banyak celah pada saya untuk digunjing, tapi ada orang-orang yang bertahan untuk tidak mengutuk saya dari belakang. Ada begitu lebar parit yang dibangun di sekitar kediaman saya, tapi ada orang-orang yang bertahan untuk tetap mendekat. Ada begitu banyak manusia yang saya lihat, tapi ada orang-orang yang bertahan untuk menyapa walau tak terlihat. Dunia saya mungkin ramai cinta, tapi saya belajar bagaimana merayakan cinta dari mereka yang bertahan.
Barangkali orang lain punya definisi yang beda, tapi berdasar pada pandangan saya, saya tahu bahwa kita semua pernah atau sedang berjuang dan diperjuangkan. Saya paham jika seseorang ingin menjadi spesial bagi orangtuanya, rekan kerjanya, atau sahabat kecilnya. Bagi yang bertahan, semoga mendapat tempatnya. Jika belum, tengok dulu aja tempat kita. Is there someone special?
Amal Spesial, Manajemen Hati
Amal Spesial, Manajemen Hati
Mari kita coba lakukan sebuah amal spesial. Mari kita tiru bahkan kita improve amal tersebut, sehingga kita dapat bersaksi di hadapan Allah dengan amal spesial kita, dan mudah-mudahan Allah balas dengan kenikmatan berupa surga yang tiada terbayangkan oleh jangkauan pikiran dan imajinasi manusia.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2ZCeh9d
Kata tetua bijak, manusia memiliki sendiri hari-hari spesialnya. Ada hari ketika ia dilahirkan, hari mulai belajar merangkak, hari mulai berjalan hingga bisa berlari.
Manusia tumbuh besar dengan hari-hari. Jatuh, bangun, sakit, sehat, tertawa, menangis, sendirian, ramai, sukses, gagal, semua dilalui bersama hari-hari. Tentu termasuk salah satunya hari ketika kita bertemu dengan pasangan hidup.
Tere Liye, Dalam buku Eliana. Hal 85
Jadi ceritanya beberapa jam yang lalu, oppa upload foto kalau doi jadi model mv band DickPunks (kok gak enk ya nama bandnya 😂)
Bertebaran lah langsung di Instagram, dan serius kaget saya doi manis sekali di foto ini 👇👇👇
See? kayak masih kuliah, eh sumpah yang motoin bagus sekali 😘, kalau mau liat mv nya, di menit-menit terakhir doi nari-nari manjahh gt (apaan 😬).
Tertiba saja mataku terpaku. Melihat langkah dan senyummu kala kau tak lagi disampingku. Apa kabar? Sudah bahagiakah kau disana? Apakah kau sudah tulus memaafkanku, atas kesalahanku bak anak kecil yang dengan enaknya melemparkan boneka saat sedang pundung? Lucu ya, lucu sekali mengingat kisah itu. Air mataku mulai menetes satu persatu, walau hanya didalam kalbu. Kau ingat? Perihal dulu saat kau mengayomiku seperti adik kandungmu sendiri. Saat kau bersedia membuka lebar-lebar telingamu untuk mendengar segala celotehanku. Saat kau peduli akan perjuangan ibu melahirkanku. Dan kau sangat menghargai kehadiranku. Memori itu masih tersimpan rapih dikepalaku. Dikala yang lain menganggapku tidak ada, menyipitkan matanya seolah aku bukan makhluk istimewa, mengabaikan setiap perkataanku seolah hal itu tak berguna, namun kau berbeda. Lakumu waktu itu, berhasil membantah semua ketidakpercayaanku, meruntuhkan sekat yang berdiri kokoh yang membuatku selalu ragu. Lalu, mengapa kau berlaku seperti itu? Mengapa lakumu sangat cepat menyentuh hatiku? Jujur aku ingin tahu apa alasanmu. Sebab, aku ingin berterima kasih saja. Dari sekian banyak manusia, dari sekian banyak orang yang pernah aku temukan, hanya dirimu yang bisa mengingatkanku pada ayah.
-healerhere
Tangsel, 4 Januari 2018
22:56 WIB