Mas, Sakitmu Berkah part xxx (lupa)
Tanggal 2 Desember 2016. Tahun lalu, saya sedang berada di Kota Arek-Arek Surabaya pada tanggal segini. Bersama partner-partner bertumbuh terbaik.
Poin utamanya bukan pada lomba tersebut, melainkan pada my support sistem yang secara tidak langsung telah memberikan saya begitu banyak kenikmatan, rezeki dari arah yang tiada saya sangka-sangka.
Desember 2016, berkesempatan mengikuti lomba di kampus FK Unair. Hasil lomba, kontingen kami mendapat juara 1. Tapi bukan tim saya saat itu.
Sebenarnya, ketika berangkat, saya meninggalkan rumah dalam keadaan Kakak Laki-laki saya sedang rawat inap di rumah sakit jiwa. Kesekian kali keluar masuk rumah sakit, dan tahun 2016, pada bulan November hingga Desember itu, setidaknya barangkali ada 6x si Abang ganteng rawat inap di rsj yang pada tahun selanjutnya menjadi tempat saya belajar tentang salah satu pendekatan Metode Pengobatan Spiritual pada Gangguan Jiwa melalui Penelitian Skripsi yang telah sidang akhir Agustus lalu.
Bahagia itu, barangkali sesederhana ketika kita menemukan apa yang menjadi daya tarik bagi kita. Yang memperjuangkannya, membuat kita rela jatuh bangun tawa tangis, tapi tetap memancarkan cahaya mata kegembiraan.
2017. Bulan maret, saya akhirnya menemukan bahwa dunia gangguan jiwa , pendekatan metode spiritual, dan lain lain itu sangat sangat menarik !
Mengantarkan saya, pada tahun 2017 menjejakkan kaki di MTQMN dengan karya tulis mengenai metode spiritual untuk pengobatan gangguan jiwa. Dan selaras dengan penelitian skripsi saya pun.
Kalo potongan takdir itu berhubungan, kalo peradaban itu berkesinambungan, barangkali saya harus sangat bersabar, dan bersyukur.
Bersabar, atas pelannya kesembuhan Abang Ganteng satu itu. Bersabar atas ketidak stabilan mood Bipolarnya yang suatu saat bisa meledak, marah di depan umum, atau berteriak pada waham waham halusinasi yang mengganggunya.
Bersyukur, karena potongan takdir kehidupan, mengantarkan saya memasuki dunia medis, sebagai manusia yang memperantarai turunnya kesembuhan dari ALLAH. Bukan, tertakdirkan menjadi sosok yang diuji dengan sakit seperti Abang Ganteng saya itu.
Sungguh, mempelajari bagaimana halusinasi, dan sebagainya itu, membuat saya benar-benar menyadari, bahwa begitu beratnya menjadi Abang Ganteng.
1. Doi tidak pernah meminta sakit, tapi ALLAH berikan ujian sakit kepadanya. Sungguh, dari tiga anak Ayah Ibu, Abang Ganteng ini yang paling penurut, paling nerima, paling rajin solat dan sunah lainnya saat bertumbuh pada masa kecil hingga sebelum sakitnya. Dan sayu lagi, yang paling cerdas di antara kami.
2. Bila sedang serangan, halusinasi dengarnya muncul, betapa sangat menderitanya seseorang yang mendengarkan berbagai suara, suara yang bahkan mengajaknya bicara seolah olah suara tsb nyata ! Padahal tidak ada ! Coba bayangkan, kita berada di lingkungan yang terlalu berisik saja sudah pusing, apalagi setiap saat duniamu begitu berisik dan tak ada wujud manusianya! Ohya, ini bukan tentang bisikan setan ya , sungguh berbeda .
Daan, pertanggal segini, satu tahun sudah Abang Ganteng tidak rawat inap di rsj. Satu kemajuan bagi saya, bagi Ayah, dan keluarga. Saat satu tahun kondisi Abang Ganteng semakin membaik. Saat setiap malam saya masih bisa menikmati sepotong steak ala kadarnya atau bahkan nonton film di bioskop meski saya tertidur lantaran terlalu lelah.
Ayo Abaang Ganteng, sudah sejauh ini kita melangkah. Aku tahu dirimu tidak pernah menyeran untuk sembuh, terbukti dengan berbagai bahkan hingga 4 butir obat yang kau minum dengan resep dokter setiap hari. Yang membuatmu berjuang melawan kantuk.
Aku tahu kesabaranmu sungguh besar, terbukti dengan bertahannya dirimu menunggu rumah dikala hari kerja lantaran kami tidak tega membiarkanmu pusing muter-muter dengan mobil di luar sana. Aku pun tahu, toleransimu begitu besar, terbukti dengan kau bunuh waktu dengan tidur panjangmu jika adik manismu ini harus lembur ujian, jaga, maupun tugas negara lainnya.
Aku tahu, perjuanganmu, perjuangan kita sudah sejauh ini.
Maka, barangkali kita hanya perlu bersabar lebih lagi dan berdoa lebih kencang lagi, semoga ALLAH lekas memberi kabar bahagia dari Langit sana.
Kabar baiknya, ALLAH akan menaikkan derajat orang-orang yang sabar Bang, mari bersabar lebih lagi, sembari menyiapkan diri, menerima hadiah terbaik dari ALLAH selepas ini.
Mana tahu, salah satunya dipertemukannya dipersatukannya dirimu dengan wanita berhati malaikat di dunia ini.