Mau dengar salah satu bukti, hebatnya rencana Allah dalam menggulingkan tipu daya kaum munafik dan kafir? Simak penuturan ustadz @doniriw “OBROLAN BENDERA SEBELUM ILC” 🏴🏳️👇🏻 ... Siang hari sebelum debat ILC bertema #Reuni212, kami mengobrol ringan soal bendera Usmani & bendera Rasulullah . Di dalam obrolan itu ada ust @FelixSiaw yg malamnya jadi salah satu nara sumber ILC. Ada juga mas @deni.je.jogja yg meneliti dan menulis thesis tentang al Liwa & ar Roya . Obrolan bermula ketika seorang rekan membagi sebuah posting di media sosial . Posting itu mengatakan bahwa bendera hitam & putih bertulis lafadz syahadat itu bukan bendera Rasulullah SAW tetapi bendera HTI . Mereka mengklaim memiliki bukti otentik. Karenanya, posting itu disertai foto bendera Usmani berwarna hijau . Ust Felix yg memang punya pengetahuan luas soal Khilafah Usmani mengemukakan bahwa itu salah satu bendera Usmani, bukan bendera warisan Rasulullah . Pembahasan jadi tambah seru ketika mas Deni Je turut membagikan thesis hasil penelitiannya; Penelitian Thesis S2 UGM yg membahas soal bendera Rasulullah dan seluruh turunannya . Jadi pembahasan soal bendera itu sudah clear siang itu . Dari sisi akademik bisa dipertanggung jawabkan melalui thesis Deni Je . Secara faktual bisa dipertanggung jawabkan dari pengalaman Felix Siauw yg berkali-kali berkunjung ke museum-museum peninggalan Islam . Kami sama-sama terperangah sembari senyum simpul ketika malamnya di perdebatan ILC, Permadi Arya menggunakan argumen itu untuk menyerang . Katanya; bendera hitam & putih itu bendera HTI. Sementara bendera Rasulullah adalah bendera Usmani berwarna hijau . Dalam pepatah jawa itu disebut "kaya nguyahi segoro". Artinya seperti menggarami samudera . Maka hasilnya adalah seperti yg kita lihat bersama . Semua itu bukan kebetulan, melainkan kuasa Allah . Ketika Allah sudah berkehendak untuk menyingkap kebatilan menunjukkan kebenaran, maka tak ada yang mampu menghalanginya . Semoga kita semua tidak gengsi untuk mengambil kebenaran yg telah Allah tunjukkan dengan begitu terangnya . Selangkah demi selangkah Allah membimbing kita menuju kemenangan, melalui ujian dari kesombongan orang-orang jahil















