Pak Cik, sudah selesai aku membacanya. Kalau kata urang Banjar, sudah tuntung. Tak perlu waktu lama, sehari saja cukup. Karena tulisanmu selalu membuatku lupa waktu. Nasib baik masih ingat bernafas. Karyamu selalu membuatku terpesona. Gaya tulisan yang ringan, humor yang lugas dan kisah cinta yang bersahaja. Hob yang membenci pohon delima, romansa dengan sang kekasih, semangatnya menjadi seorang badut. Cerita sepasang remaja yang mencari cinta pertama. Pembela dan Layang-layang. Wangi kenanga dan ratusan lukisan. Tentang sirkus yang begitu hebat, hiburan bagi rakyat. Satu bab yang paling berkesan adalah, "Siapa yang Pegang Mik, Dia yang Berkuasa." Macam menyindir keadaan sekarang. Siapa yang memiliki kontrol terhadap media, bebas melakukan apapun termasuk melupakan kewajibannya untuk memberikan suguhan yang mengedukasi masyarakat. Siapa yang menyangka, kebiasaan lama suka menghirup lem, justru membuat seorang pemuda menjadi pencium handal. Hidungnya mampu membedakan bermacam aroma dan menebak 90% selalu benar. Sirkus Pohon, menjadi buku yang tak akan pernah aku pinjamkan. Sebab ada aturan tak tertulis bagi pecinta buku. Pertama, jika kamu meminjam buku dan buku itu bagus, jangan dikembalikan. Kedua, jika kamu mempunyai buku dan ternyata buku itu sangat bagus, jangan pernah dipinjamkan. Sukses selalu, Pak Cik @hirataandrea . Semoga kita dapat berjumpa. Salam dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan 😊 #KaryaKe-10Andrea #bookstagram #book #SirkusPohon #photographs #bnwphotography #bookworm #andreahiratabooks #splashmania__ #gallery_of_splash









