Studying abroad is more than just attending school in another country. It is a life-changing journey filled with learning, adventure, and gr
seen from Türkiye

seen from T1
seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from T1

seen from United States
seen from Russia

seen from Australia
seen from United States

seen from Germany
seen from Yemen

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Saudi Arabia

seen from United States
Studying abroad is more than just attending school in another country. It is a life-changing journey filled with learning, adventure, and gr
Meet LiepU Erasmus+ student from Canary Islands
Meet Erasmus+ Bachelor student Claudia Artiles Gonzalez from Las Palmas University in #Spain, who is studying Primary Education at Liepaja University. What does she like about studies in Liepaja?
See video here: https://www.youtube.com/watch?v=T0pT24MzSJM&fbclid=IwAR2MfGkkOcXWsbdqcZWaf6YRKsIZhrk4lUSxb6u8EMG9nwUG6e4PnM-8gXo
Everyone has change to decide
29 Mei 2017. Aku hanya sedang bernostalgia dengan masa yang harusnya kupenuhi dengan rasa syukur, tapi aku lupa. Aku juga ingin menceritakan kembali dengan cara mengingat- ingat, tapi jika nanti ada yang tidak sesuai atau terlupa. Sungguh aku meminta maaf. Siang itu, lewat kecanggihan media sosial yang sering sekali dihujat. Aku mengetahuinya, aku tahu bahwa Allah mengabulkan salah satu doa yang sering kuaminkan. aku saja sampai terlupa kapan doa ini dipanjatkan, dan kapan doa itu berhenti diaminkan. Seringkali aku merasa bosan mendoakan yang kuanggap rasanya tidak mungkin. Mustahil, sungguah aku sungguh benci dengan kata mustahil. Pergi ke Sudan setelah kembali ke Qatar, rasanya aku ingin membuat konfrensi pers. Sekali lagi, ini bukan hanya masalah keberuntungan. Aku tak seberuntung itu untuk selalu mendapatkan apa yang kumau. Aku- kamu Tapi ada saatnya gue lebih nyaman ber gue-riya. Karena aku tidak mau menggurui siapapun, aku hanya ingin bercerita, semoga saja ceritaku ini bisa meyakinkan seseorang bahwa setiap orang mempunyai jalannya masing- masing. Setiap orang mempunyai hal masing- masing yang harus diperjuangkan. Jadi cukup tidak usah menjudge orang lain yang tidak sejalan dengan kita. Dan berenti menyalahkan diri sendiri, jika ada satu dual yang tidak sesuai dengan harapan. Guys, lo harus tahu sukses terbesar bagi gue disaat kita mampu mengapresiasi usaha kita dengan baik. Kita, Cuma diri kita yang bisa menghargai dan menghormati diri kaita dengan baik, tanpa cela. Gue selalu berusaha untuk berterimakasih pada badan gue yang jarang ngedrop disaat gue dengan jahat maksa diri gue buat ngejar deadline. Oke, Disaat gue mulai khawatir, gue harus masih berdoa agar Allah datangkan si jodoh, disaat gue selalu menghitung bulan, kapan 2017 akan berakhir dan belum juga muncul tanda- tanda. Disaat gue tahu “masa memujanya” sudah harus berakhir. Karena dia sudah menemukan dia yang menurutnya dan Allah sangat baik bagi dirinya. Jangan Tanya seberapa sakit hati gue. Dan gue yakin, berdiam di Indonesia bukan ide yang bagus. Tapi plis jangan hakimi gue dengan apapun. Gue masih bisa berdiri tegak, dan gue masih tak berubah menjadi siapaun, tetep menjadi diri gue, dan menurutt gue itu sudah sangat bagus, jadi tolong biarkan gue mengeluarkan rasa sakit gue dulu. Eh, disamping itu gue bersyukur, sangat amat bersyukur, dengan perginya ke sudan. Gue mulai menata mimpi gue yang sempet melenceng. Gue sangat bersyukur karena Allah sudah membukakan mat ague, gue mulai paham jalan mana, dan step apa yang harus gue jalani. Sekarang aku ingin ber- aku- kamu lagi. Agar semua terasa serius, sungguh semua bukan hanya luapan emosiku saja. Aku mulai menemukan apa yang aku mau dan akan kukejar. Tidak hanya pergi meninggalkan kenangan yang akan membuat sakit. Oh tidak! Aku terlalu egois jika move on hanya satu alas an aku berada di negri dua nil ini. Na, gimana akhirnya lo bisa ke Sudan? Dan kenapa Sudan? Lo tau kan gimana kehidupan disana? Terimakasih sudah banyak bertanya selama ini, terimakasih karena sudah membuat gue merasa sangat- sangat diperhatikan! Sungguh kondisi seperti ini yang selalu membuat berat untuk pergi lagi! Karena selalu sukses membuatku nyaman dan ingin kembali. Terimakasih sudah mau menerima gue begini adanya. Biar gue jawab keheranan kalian dengan keputusan gue. Pertama, sejak gue mulai melek tentang luasnya dunia luar, bahwa dunia ini lebih kejam dan lebih menantang dari hidup di pesantren. Gue sudah bermimpi ingin menjadi salah satu mahasiswa Durham University, kadang gue malu mau doain mimpi ini, tapi gue yakin Allah akan denger walau gue sendiri takut buat nyebutnya pake suara. Gue juga sering mengandai- andai, pengen banget belajar di Georgetown University, sumpah menurut gue lulusan sana keren- keren banget! Atau gue ngefans bangetsama Prof A. Efendi dari UM, diluar itu, para dosen JBSA UNJ juga sangat inspiratif ditambah lagi beliau- beliau selalu mendukung langkah anak- anaknya. I am so proud of being a part of them! Dan pada Akhirnya Allah mentakdirkan hal lain dalam hidup gue, setelah gue lulus tahun 2015, gue diberi kesempatan buat menjadi bagian dari Sekolah Alam Cikeas, you know, ini adalah pengalaman yang mahal banget, gue belajar banyak walau Cuma setahun disana. Dan pada akhirnya, lahi- lagi Allah memberikan nikmatnya yang sesungguhnya sering membuat gue malu. Ngerasain belajar di Qatar adalah pengalaman yang gak pernah ada bandingannya. Walau gue banyak ngeluh karena labilnya diri gue. Tapi setahun di Qatar membuat gue sadar karena Allah selalu akan memberikan hasil sesuai dengan kadar usaha kita, jika kita belum puas dengan hasil yang kita peroleh, berarti usaha kita masih dipertanyakan. Okeh, emang ceritanya panjang banget sampai akhirnya gue bisa sampai di negri yang sedang di-embargo Negara paman sam ini. Sebelum gue berangkat ke Qatar, para dosen yang super baik, selalu nyemangatin gue dan temen gue buat bisa nerusin s2 disana, gue harus bisa pulang dengan ijazah s2. Dan nasehatin ini pun tertanam dan tumbuh baik di hati dan pikiran gue (walau kadang bikin setresss). Dari sebelum, saat dan ketika mau pulang, gue selalu nyari berbagai kemungkinan gue bisa lanjut s2. Gue udah coba apply di kampus yang ada di Qatar. Gue udah jalanin semua langkahnya sampe rasanya gumoh dan keinginan nikah semakin kuat hahaahaha. Gue sampai lupa sebenernya gue hatus tidur waktu malam hari, pagi atau siang. Jujur gue memang merasa sangat dan sangat tertekan sampai akhirnya Allah membuat semua jelas, bahwa gue belum diberikan kesempatan buat lanjut s2 di negri super keren ini. Dan lo tahu gimana reaksi gue? Pada akhirnya, tanpa ada tangisan dan masih selalu dipenuhi rasa penasaran kenapa gue bisa gagal. Gue memutuskan untuk tidak kerja selama 6 bulan nanti setelah balik ke Indonesia, gue mau memberikan waktu buat diri gue dulu menikmati masa tanpa beban apapun. Dengan bangga gue bilang ke semua orang, gue mau jadi pengangguran dulu guys, wkwkwkwkwkw. Tapi Allah berkata lain, setelah secara tidak begitu berharap namun tetap sungguh- sungguh, akhirnya gue melamar s2 di Khartoum International institute for Arabic Language (KIIFAL), yang infonya gue dapet dari grup alumni JBSA. Dan ternyata Allah memang menyiapkan jawaban lain dari doa- doa dan usaha pagi, siang, malam selama ini. Sungguh Allah pasti tahu yang terbaik, aku hambanya, kita hambanya hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Allah pilihkan Sudan menjadi tempatku menuntut ilmu, Allah sungguh Maha penyayang, Allah sungguh tak mau jikalau aku terlalu terlena dengan indahnya hidup foya- foya selama di Qatar kemarin. Sungguh Allah, sangat Maha Bijaksana menempatkan aku di buminya ini, agar lebih banyak belajar dan bersyukur. Sungguh Allah selalu tahu yang paling cocok untuk hambanya. Plis tolong bersabar sedikit, Allah sungguh selalu rindu pada kita, agar kita tak bosan mengadu pada- Nya, Allah rindu kita menangis dan mengadu padaNya. Allah sungguh rindu. 10 Juni 2017 Berada di Indonesia untuk kurang lebih satu bulan menyiapkan segalanya sungguh bukan hal yang mudah, sungguh! Rasanya sungguh sakit menyakinkan sanak saudara juga kerabat kalau keputusan gue ini sungguh baik, insyaAllah. Pro-kontra karena masalah tempat, usia dan beasiswa yang tidak full selalu saja diperdebatkan. Terkadang gue pengen ngomong, sungguh mental gue sebenernya belum siap, jadi tolong jangan tambah beban dengan tidak mendukung keputusan gue. Sungguh ini semua insyaAllah baik, gue akan balik lagi secepat mungkin dan menjalani kehidupan normal gue lagi. *LOL 31 juli 2017 And the day is coming. Secara spesifik tidak ada rasa yang benar- benar mewakili hari ini. Entah takut, ragu, senang, bangga atau apalah. Sungguh aku juga tak paham. Aku hanya bertekad saat itu untuk tidak mengeluarkan air mata didepan siapa pun kecuali Allah. Guys, kalian selalu punya alasan untuk berdoa, kalian, oh No! kita selalu punya hak untuk berharap juga berusaha. Hobi gue yang paling sering gue lakuin dengan istiqomah adalah mengkhayal. Gue selalu merasa bahasa saat berkhayal, entah kenapa gue selalu berkhayal hal baik atau buruk. Tapi mengkhayal yang baik- baik menurut gue merupakan salah satu terapi mental agar kita merasa lebih baik dan tenang. Dan Allah selalu bersama prasangka hambanya, jadi tak ada salahnya jika kita sering memviasualisasikan mimpi- mimpi kita kan! Selamat bermimpi dan jangan lupa istiqomah berkhayal Tapi, hati- hati agar tidak jatuh nantinya!