Bisa gak sih?
Bukan cuma jatuh cinta sama anaknya. Tapi juga jatuh cinta sama ibuknya, bapaknya, adeknya, keluarganya.
Karena, di rumah aku juga gak cuma jatuh cinta sama mama, tapi aku jatuh cinta juga sama bapaku, mamas-mamasku, mbak-mbakku, ponakan-ponakanku, sama keluargaaaku.
Karena, aku gak bisa hidup jika gak dicinta! Kwk. Aku juga ingin hidup untuk mencintai.
Sepertinya semuanya sepakat, menikah itu bukan tentang dua orang, melainkan dua keluarga yang jadi satu.
Tapi kenapa hanya selesai di kalimat itu?
Jika dengan putra/putri-nya kita bisa kemudian rela untuk dinikahi/menikahi-nya. Bisa untuk kemudian saling sayang-menyayangi. Yang awalnya dua orang itu tidak saling kenal, kemudian jadi kenal, jadi sayang.
Bukankah dengan keluarganya pun demikian?
Keluarga asing yang awalnya tak dikenal, lalu kenal, harusnya kan setelah itu lalu sayang.
Jangan egois dong mau sayang dan disayang hanya dengan satu orang. Keluarganya juga.
Begitupun sang keluarga, ketika mengambil anak orang, atau kemudian mendapat anak orang, tolong sambutlah dengan sayang. Bukankah kini ia sudah jadi anakmu juga? Orangtua mana yang gak sayang sama "anak"nya?
Jika seorang suami dan istri bisa berusaha saling memahami, terbuka, agar bisa saling cinta; apakah tidak bisa hal itu juga dilakukan oleh anggota keluarga yang lainnya?
Saling memahami antara anak menantu dan ibu mertua, komunikasi yang baik, agar saling terbuka, agar saling cinta, contohnya.
Lagi sering dengar, ketika Ashanti dan Anang bilang: "Setelah nikah gak ada lagi belain anak sendiri atau anak menantu, soalnya keduanya sudah jadi anakku"
Bukankah benar demikian?
Juga tidak ada lagi membedakan ini ibuku, itu ibu mertuaku. Semuanya ibu. Cuma sekarang jadi punya ibu dua. Harusnya curahan kasih sayang justru semakin berlimpah. Rasa hormat dan bakti anak pun sekarang nambah, dari kebaktian satu anak, sekarang jadi dua anak. Doa anak shalihnya juga kian bertambah.
Masyaaa Allah.. Membahagiakan bukan?
Semoga saja jatuh cinta tidak hanya terjadi pada kalian berdua, tapi semua-mua anggota keluarga. Karena apa? Karena keluarga macam apa yang gak ada cinta?











