Mapaian 2
Aku adalah Aris Budianto, anggota Pramuka Penegak Ambalan Pakubuwono, yang berada di SMKN 30 Jakarta, karena berada di Jalan Pakubuwono VI, jadi nama ambalan kami Pakubuwono, hehehe, oiya, aku lupa kalo aku mau certain pengalaman aku selama mapaian generasi 2 ini, jadi begini ceritanya:
Pada tanggal 26 Agustus 2017, Ketika aku masih kelas 10, Ambalan Pramuka Pakubuwono melakukan kegiatan Mapaian 2, kegiatan ini dilakukan setiap tahun untuk meresmikan anggota yang baru bergabung di dalam ambalan. Lebih tepatnya mapaian ke 2, karena kelas 10 pada tahun tersebut, adalah generasi yang ke 2, Jadi Ambalan Pakubuwono itu baru ya, berdirinya pun belum satu tahun Ketika masuk SMK, diresmikannya yaitu pada tanggal 18 Januari 2017, wew masih sangat muda, jadi para pesertanya itu dari para siswa kelas 10, sedangkan panitianya itu sendiri dari kelas 11 dan 12 yang sudah mengikuti mapaian pertama, nah pada mapaian kali ini kami mengunjungi Stasiun Manggarai, Tugu Proklamasi, dan Danau Situ Lembang. Pada pagi harinya kami dikumpulkan di lapangan sekolah, untuk di cek perlengkapan dan benda-benda yang tak boleh dibawa, setelah pengecekan kami berdoa, dan mulai berjalan kaki menuju Stasiun Kebayoran, menaiki kereta arah Stasiun Manggarai. Setelah sampai di Stasiun Manggarai, kami bergegas menuju sebuah taman di dekat stasiun tersebut, para panitia berunding untuk memberikan kami tugas, nah tugasnya itu adalah kami diperintahkan untuk mewawancarai orang yang berada di sekitar Stasiun Manggarai kemudian kami mencatatnya, pertanyaan beragam, dari yang menanyakan, sudah berapa lama bekerja disini, rumahnya dimana, serta pertanyaan yang lainnya, setelah mewawancarai orang sekitar 10 menit, kami kembali ke tempat semula, dan bersiap-siap mengunjungi tempat selanjutnya yaitu tugu proklamasi. Cuaca yang panas, cukup membuat kami kehausan, jarak juga membuat kami lelah, waktu yang tempuh kira-kira 40 menit. Setelah lelahnya kami berjalan, kami akhirnya tiba di Tugu Proklamasi, kami menaruh tas dan segera mencari musholla untuk melaksanakan sholat dzuhur, setelah sholat kami bergegas menuju tempat kami menaruh tas, panitia memerintahkan kita untuk menampilkan tarian daerah yang sudah kami kuasai, dan paduan suara. Tak lama sesudah penampilan, kami dipersilahkan untuk menyantap bekal yang telah kami bawa di dalam tas. Tak lupa kami membaca doa dan menawarkan makanan kami pada kakak panitia, sesudah kami makan bersama, kami segera bergegas melanjutkan perjalanan menuju Taman Situ Lembang, perjalanannya sekitar jam 2 siang, namun matahari siang cukup membuat kami semua haus, setelah sampai di Taman Situ Lembang, sebelumnya kami tiba di tempat tersebut, para panitia telah menyembunyikan badge ambalan, nomor gudep, serta nama Ambalan Pakubuwono, nah kami semua diperintahkan untuk mencari badge tersebut di area sekitar taman dan kolam tersebut, setelah selama 45 menit mencari, sangga wanita berhasil menemukan badge-nya, sedangkan sangga pria belum berhasil menemukannya, padahal kami sudah mencarinya di sekitar kolam namun tetap tidak ada. Setelah sekian lama mencari, para panitia memerintahkan kami untuk berhenti, dan mereka menghukum dan memarahi kami karena tidak berhasil menemukannya, dengan cara skot jump dan push up. Setelah 30 menit menghukum kami, mereka menyuruh kami untuk melaksanakan sholat maghrib, tak lama setelah melaksnakan sholat maghrib, para panitia memberitahukan bahwa mereka menyembunyikan badge tersebut di dalam sebuah sepatu. Jadi semua hukuman yang diberikan kepada kami adalah sebuah peringatan bahwa dalam sebuah kelompok harus dapat bekerja sama, dan penjelasan tersebut merupakan akhir kata dari mapaian 2, setelah rangkaian kegiatan diakhiri, kami bergegas pulang menuju sekolah dan rumah masing-masing dengan perasaan lega dan tenang.












