Peresean is a traditional art of Sasak people involving two men armed with rattan cane and shield,
seen from Poland
seen from Denmark
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China
seen from Germany

seen from Germany
seen from Germany
seen from Japan
seen from United Kingdom
seen from Russia
seen from Spain

seen from France

seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from Ukraine
seen from Australia
seen from China
seen from Brazil
Peresean is a traditional art of Sasak people involving two men armed with rattan cane and shield,
Pohon yang di belakang, namanya Pohon Cinta (Berada di Desa Sade, tempat tinggalnya Suku Sasak). Ini hanya pohon nangka yang sudah mati, karena sering sebagai tempat bertemunya muda mudi yang lagi kasmaran maka disebutlah Pohon Cinta... . . #desasade #sukusasak #lomboktengah #lombokislands (di Desa Sade, wisata budaya Suku Sasak Lombok-Tengah) https://www.instagram.com/p/B_od92iBLv8/?igshid=17t5mwicen2em
Kenal Lebih Dekat Budaya Suku Sasak di Desa Sade, Lombok Dusun ini berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dusun inipun menjadi salah satu tujuan wisata di Lombok. Dari luar, keunikan perkampungan ini hanya tampak dari bentuk rumah adat dan bahan pembuatan rumah, seluruh beratap ilalang. Ketika di dalam, kampung lebih menarik dan unik sekali. Hampir setiap rumah menjual kerajinan dari kain tenun, sampai pernak pernik seperti gelang, gantungan kunci sampai hiasan kecil buat di rumah. Etalase produksi kerajinan mereka di balai atau bangunan berdinding sebagian—digunakan menata kain atau kerajinan. Balai (bale) ini berada di depan atau samping rumah. Bahan pembuatan rumahpun dari bahan alami, yakni, tanah liat, sekam padi dan beratap alang-alang. Yang unik cara mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau atau sapi. Bertujuan untuk untuk mengendapkan debu dan menghindari binatang seperti nyamuk. #indonesiakaya #lombok #sukusasak #sadelombok (at Desa Sade Objek Wisata Budaya Lombok Tengah)
Kenal Lebih Dekat Budaya Suku Sasak di Desa Sade, Lombok Untuk atap alang-alang, waktu penggantian berkisar antara lima sampai 15 tahun. Makin rapat pemasangan makin tahan lama. Kala memasuki rumah ini, harus menunduk karena bangunan dibikin pendek. Bermakna sebagai tanda menghormati pemilik rumah. Sedang anak tangga dari rumah bagian luar ke dalam ada tiga. Ini bermakna, paling atas itu Tuhan, kedua ibu dan ketiga ayah. Ketiga unsur yang harus dihormati. Jadi rata-rata rumah di sini punya tiga anak tangga. Pekerjaan masyarakat Sade ini mayoritas bertani, untuk tambahan pendapatan itulah, hampir semua warga menjadi perajin tenunan. Untuk benang tenun, warga membuat sendiri dengan memintal kapas. Tak hanya membuat benang sendiri, pewarnaan mereka juga menggunakan warna-warna alami dengan memanfaatkan tumbuhan atau tanaman sekitar. #indonesiakaya #lombok #sukusasak #sadelombok (at Desa Sade Objek Wisata Budaya Lombok Tengah)
Kenal Lebih Dekat Budaya Suku Sasak di Desa Sade, Lombok Siapa yang tidak mengenal kain ikat khas Lombok?? Mengunjungi perkampungan Suku Sasak di Desa Sade memberikan pengalaman yang berharga untuk kita agar mencintai dan melestarikan kebudayaan ini. Peran pemerintah dan pihak swasta sangat dibutuhkan untuk dapat mempromosikan perkampungan ini agar terkenal di mancanegara. #indonesiakaya #lombok #sukusasak #sadelombok (at Desa Sade, wisata budaya Suku Sasak Lombok-Tengah)
Bubye Lombok. I see you when I see you🙋 . . . #rumahsasak #desaadat #sukusasak #lombok #westnusatenggara #ntb #travel #travelphoto #traditionalhouse #hijabtraveller #instatravel #travelporn #vscotravel #amazingindonesia #beautifuldestinations #damniloveindonesia (at Sasak Village, Lombok)
Cintailah budaya indonesia ... 💕❤️ and once again I'm so lucky to have u all .. ❤️❤️ ❤️#sukusasak #bajuadat #sukusasaklombok #cintaindonesia #loveindonesia #pesonaindonesia (at Desa Sukarara Tenun Tradisional Sasak Lombok)
Sawah Tadah Hujan dan Menenun. - Kali ini kita berkesempatan mengunjungi perkampungan Suku Sasak di Desa Sade, Lombok Tengah, NTB. - Masyarakat Sade mayoritas bertani, meski masih menggunakan sawah tadah hujan yang hanya sekali tanam dalam setahun. Hasil panen mereka simpan di Lumbung dengan bangunan khusus khas Suku Sasak. - Hampir semua warga Sade menjadi perajin tenunan. Untuk benang tenun, warga membuat sendiri dengan memintal kapas. Warna kain pun mereka hasilkan dari berbagai warna asli tumbuhan, seperti warna orange yang dihasilkan dari warna kunyit yang di campur kapur sirih. - #suku #sukusasak #lombok #tengah #ntb (at Desa Sade, wisata budaya Suku Sasak Lombok-Tengah)