Hakim Vonis Ustaz Ponpes di Sumenep Suntik Kebiri Kimia, Kasus Pemerkosaan Terungkap Saat antar Santriwati Curhat
Sumenep, EDITOR.ID,- Majelis hakim Pengadilan Negeri Sumenep menjatuhkan hukuman suntik kebiri kimia selama 2 tahun kepada M Sahnan (51). Pemilik Yayasan Ponpes sekaligus ustaz di Arjasa, Sumenep ini diajukan ke meja hijau karena memperkosa 8 santriwati anak asuhnya.
Tak hanya dikebiri kimia, Sahnan juga divonis hukuman penjara 20 tahun. Tragisnya para korban justru diperkosa Sahnan saat menimba…
SEBANYAK 20 anak meninggal dunia di Sumenep akibat campak. Data ini merupakan angka kumulatif kematian sejak Februari hingga Agustus 2025.
SEBANYAK 20 anak meninggal dunia di Sumenep akibat campak. Data ini merupakan angka kumulatif kematian sejak Februari hingga Agustus 2025.
Data ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan, khususnya dengan menggalakkan imunisasi massal.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, penyakit campak saat ini menjadi ancaman serius dan disebut-sebut sebagai salah satu penyakit yang paling menular.
Dalam kunjungannya ke Sumenep, Madura, Kamis (28/8) ia menegaskan campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
“Campak itu satu orang bisa menularkan ke 18. Jadi memang penyakit ini yang paling menular,” ujarnya.
Meskipun tingkat penularannya tinggi, Menkes Budi menyebut campak bisa dicegah dengan vaksin yang sangat efektif.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyoroti peningkatan kasus campak di Indonesia akibat menurunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam be
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyoroti peningkatan kasus campak di Indonesia akibat menurunnya cakupan imunisasi rutin lengkap dalam beberapa tahun terakhir. Kejadian Luar Biasa (KLB) campak kembali muncul, salah satunya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Direktur Imunisasi Kemenkes dr. Prima Yosephine menyebut cakupan imunisasi lengkap sempat mencapai 92% pada 2018, namun turun menjadi 87,8% pada 2023. Penurunan ini berdampak langsung pada lonjakan kasus.
“Pada 2022 tercatat lebih dari 4.800 kasus campak konfirmasi, meningkat menjadi lebih dari 10.600 kasus di 2023. Tahun 2024 sempat turun menjadi 3.500 kasus, namun 2025 kembali naik, hingga Agustus sudah tercatat lebih dari 3.400 kasus,” jelas dr. Prima, Senin (25/8).
Tren serupa terjadi pada laporan KLB campak. Tahun 2022 ada 64 KLB, naik menjadi 95 pada 2023, turun menjadi 53 pada 2024, namun hingga Agustus 2025 sudah kembali muncul 46 KLB.