Wishing you all a great week ahead!!! 👌 #Africa is a great place #LetsDoMore to Develop it together. Localizing #SDGs is 🔑 For #SusDev. 👌 (at Lagos, Nigeria)

seen from Australia
seen from China
seen from Spain
seen from Australia

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Australia

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Germany
seen from Malaysia
seen from T1
seen from Spain

seen from Germany

seen from North Macedonia

seen from Türkiye

seen from France

seen from Malaysia
Wishing you all a great week ahead!!! 👌 #Africa is a great place #LetsDoMore to Develop it together. Localizing #SDGs is 🔑 For #SusDev. 👌 (at Lagos, Nigeria)
Have You Heard about Sustainable Development?
Kata “Sustainable Development” pasti udah sering banget mampir ke pendengaran kita, sekarang apa-apa sering banget diembel-embelin pake kata ‘sustainable’ :D Kalo menurut Brundtland (1987) di WCED Report, pembangunan berkelanjutan itu diartikan sebagai pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengabaikan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebetuhan mereka. Hmmm ini materi yang cukup akrab dengan saya beberapa bulan kebelakang karena tuntutan TA (curcol). Inti konsepnya simpel (tapi penerapannya susah), bumi dan isinya ini bukan cuma untuk dinikmati oleh sebagian manusia atau penduduk bumi saat ini aja tapi penduduk bumi di peradaban berikutnya juga harus bisa menikmati hal yang sama. Alhasil muncullah konsep “keadilan intra generasi (satu generasi) dan keadilan intergenerasi (antar generasi)”.
Gagasan yang luar biasa memang, mencuri konsentrasi dunia dari segala level buat bisa mewujudkannya. Engga main-main, konsep ini bisa membuat perwakilan-perwakilan dunia duduk bareng untuk menyusun acuan kerangka pembangunan dari MDGs bertransformasi jadi SDGs (Sustainable Development Goals). Saking seriusnya buat mewujudkan itu sekarang marak banget konferensi tingkat nasional/internasional yang berbau sustainable.
Konsep ini mengintegrasikan 3 aspek agar bisa menjamin adanya keberlanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Apa sih tujuan dari susdev kawan?? Pada akhirnya output dari konsep sustainable development ini adalah human welfare (kesejahteraan manusia). Mulia ya? Yap, saya pikir sangat mulia. Kagum untuk Brundtland yang tingkat kepekaan nuraninya tinggi banget ditengah maraknya pembangunan yang banyak mengorbankan lingkungan+wong cilik karena hanya berorientasi profit dan kepentingan kaum elit semata. Konsep sustainable tentu muncul sebagai angin segar untuk masyarakat kecil sekaligus untuk para generasi Z (lahir tahun 1995-2010) dan generasi Alpha (lahir tahun 2011-2025) beserta generasi-generasi berikutnya yang hanya akan menikmati “sisa-sisa potensi & kekayaan alam” bila tidak adanya penerapan pembangunan berkelanjutan seperti yang dicetuskan Brundtland.
Jika kita banyak terkagum-kagum dengan pemikiran maupun penemuan ilmuwan Eropa, but eitsss, ada lagi yang harusnya ngebuat kita khususnya saya jauuh lebih kaguuum dengan satu ‘pemberian’ ini.
Al Quran, ya Al Quran. Jauh beribu tahun yang lalu sebelum Brundtland atau ilmuwan lainnya mencetuskan konsep keberlanjutan, Al quran sudah lebih dulu menerangkan pentingnya penerapan konsep keberlanjutan dan keadilan.
“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakannya pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.” (QS. Al Hijr:19-20)
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya Allah amat dekat kepada orang yang berbuat baik.” (QS. Al A’raf:56)
Al Quran juga lebih dulu menjelaskan perintah Allah agar manusia berlaku adil :)
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebijakan, memberi bantuan kepada kerabat dan Dia melarang melakukan perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl:90)
Sungguh indah dan lengkap kitab suci ini menjelaskan segala ilmu dan aspek kehidupan manusia. Engga heran banyak ilmuwan yang terkagum-kagum karena apa yang mereka temukan udah terlebih dulu ada dalam Alquran. Jadi inget waktu dosbing saya bilang, “E = mc2 (teori relativitas) akan tetap ada meskipun Einstein ga pernah menggagasnya, karena dia lahir dari kebenaran yang udah ada sejak awal tinggal dicari dan ditemukan sama orang yang mencari kebenaran itu” (Bapak kalo ngomong buat anak bimbingannya mikir keras maksudnya, karena ga nyampe :’D. Hehe. Tapi 100% setuju sama beliau)
So,,, apa yang masih ngebuat kita masih enggan mempelajari Al Quran sekaligus petunjuk manusia ini atau minimal sekedar membiasakan untuk membacanya? Kalo isinya aja, bisa menciptakan peradaban Islam sehebat Andalusia dengan penemuan ilmu pengetahuan yang luar biasa disaat bangsa Eropa mengalami ketertinggalan saat itu :)
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)
Africa Regional Report on the Sustainable Development Goals (2015)
A World That Counts: mobilizing the data revolution for sustainable development (2014)
Report of the Intergovernmental Committee of Experts on Sustainable Development Financing (2014)
The Future We Want of the UN Conference on Sustainable Development (2012)
Johannesburg Plan of Implementation of the World Summit on Sustainable Development (2002)
Agenda 21 of the UN Conference on Environment and Development (1992)