Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah.
demikianlah Syu’aib berkata kepada kaumnya | QS. Hud: 88

#dc comics#batman#dc#bruce wayne#dc universe#dick grayson#dc fanart#tim drake#batfam#batfamily


seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Australia
seen from Slovakia
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Algeria
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Ukraine
seen from Pakistan

seen from Ukraine
seen from India
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Ukraine
Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah.
demikianlah Syu’aib berkata kepada kaumnya | QS. Hud: 88
-Syuaeb-
“Panggil aku ahmad!, panggil aku syuaeb!. Nama panjangku ahmad syuaeb!, kalian mesti ngerti betapa besarnya namaku itu.” seorang anak laki-laki usia 12 tahun berteriak entah ke siapa, di tengah keriuhan pasar sekejap teriakanya ditelan kasak-kusuk pembeli dan penjual.
Lalu pagi itu, dia bagai “wong edan” teriak sana -sini tidak ada yang menghiraukan, mereka sedang sibuk ngrumpi anjloknya harga cabai dan bawang merah atau keributan kecil antara pedagang dengan si penagih karcis yang berpenampilan mirip preman. Petani rugi besar tahun ini, tahun dimana curah hujan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
“Namaku syuaeb, namaku ahmad syuaeb, namaku begitu besar. namaku diambil dari para nabi. Kalian tahu? atau jangan-jangan kalian tak hafal nama 25 nabi yang wajib diketahui?. Dasar rendahan!, miskin!, kalian sialan!.” suaranya mulai bergetar tetapi menggebu, dia mulai putus asa sudah. sandal merek “Swallow” ia lemparkan ke pemuda yang kebetulan lewat di depannya. seketika sendal terbang dan mengenai kopiah hitam pemuda itu hingga jatuh ke tanah yang basah dan kotor.
Pemuda itu melirik tajam ke arah syuaeb, seperti ingin mmencengkramnya. mengulitinya dan menelanya mentah-mentah. Syuaeb membalas dengan tatapan yang tak kalah tajam, “Hei, pemuda yang diselimuti kepalsuan, aku tidak takut padamu!, serang aku jika kau mau. Tuhan memihakku hari ini, jangan macam-macam denganku, aku syuaeb, aku ahmad, namaku di ambil dari para nabi, namaku begitu sucinya dan mengalir doa ibuku, ayahku. “Dasar anak biadab!, terkutuk kau bocah tengik!”. pemuda itu membalas. syuaeb terbawa suasana diapun tak mau kalah, “Duhai pemuda yang bersih pakaianya, yang kotor kopiahnya, hatinya. hahahaha memalukan sekali kau, duhai pemuda yang berselimut dusta”.
suasana semakin menegangkan, tanpa ragu pemuda itu berlari ke arahnya sekali kibas bogem mentah dilayangkanya ke muka syuaeb. sekilat kemudian tubuh kecil syuaeb terpental, lalu tersungkur ke tanah di genangan air keruh, bau dan pekat. Syuaeb telah terkapar merdeka. Pada muka memarnya terlihat senyum puas. “ Hahaha...Tuhan lihatlah, Aku menang lagi. Amarah makhluk terkutuk benar muncul bagai gejolak api yang membakar tubuhnya, menjilat hatinya. Tidak aku melihat padanya kesabaran, Amarah telah menghanguskannya. Aku menang TELAK!”.
Kawanku syuaeb jangan marah, nulis ini malam-malam jadi saja aku ngawur. Watakmu jadi 180 derajat terbalik. Hahahha kau orang baik.