Shawn and Camila via Twitter.
seen from United States

seen from Russia

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Philippines
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from India

seen from Russia
seen from United States
seen from China

seen from India
seen from China
seen from United Kingdom
seen from China
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from South Korea
Shawn and Camila via Twitter.
"Masa lalu hanyalah sejarah dan bukti bahwa kau pernah disana. belajarlah dari sejarah maka akan kau ukir sejarah yang jauh lebih indah.." #throwback #travel #vacation #seoul #korea #1aprile2016 to #7april2016
(Mulai)Positif Thinking, STOP Overthinking
Memang tipe manusia yang suka menerka-nerka suatu kejadian, suatu keadaan, sampe menerka-nerka perasaan yang dirasakan orang lain. Padahal apapun yang dinilai orang lain belum tentu sama dengan realita yang dijalankan oleh orang yang lain. Memang sifat manusia yang selalu "mengomentari" setiap kejadian. Mulai kejadian alam yang sedang terjadi sampai kajadian yang dialami oleh makhluk lain. Ada beberapa orang yang dengan sengaja membuat orang lain berspekulasi lain terhadap apa yang dia lakukan ataupun yang dia rasakan. Dan itu sah sah saja, mungkin ada yang memiliki alasan ingin mengetahui watak orang-orang disekitarnya atau mungkin memang senang mencari perhatian orang lain. Sebagian lain mungkin ada yang ingin belajar untuk tidak begitu cepat memberikan kesempulan terhadap apa yang diamatinya, tidak mengambil spekulasi sendiri terhadap suatu kejadian. Setiap orang berhak untuk menilai dan dinilai, tapi akan lebih bijak jika penilaian yang diberikan memang benar-benar penilaian objektif bukan karena premis awal yang belum tentu merupakan hal yang sedang terjadi. Yuk belajar positif thinking dan stop untuk overthinking. Kenali dulu apa yang terjadi baru jatuhkan kesimpulan terhadap apa yang sudah terjadi. Jangan suka menilai sesuatu yang belum jelas, ga baik ga baik, sudah cek semua premisnya belum... FA, Depok 7 April 2016 (Hanya opini pribadi)
அந்த ஒரு நாள்
என் காதில் ஒளித்துகொண்டிருக்கும்
இந்த வாழ்நாள் முடியும்வரை
அந்த நொடி ஒரு திருப்புமுணை
-Syuaeb-
“Panggil aku ahmad!, panggil aku syuaeb!. Nama panjangku ahmad syuaeb!, kalian mesti ngerti betapa besarnya namaku itu.” seorang anak laki-laki usia 12 tahun berteriak entah ke siapa, di tengah keriuhan pasar sekejap teriakanya ditelan kasak-kusuk pembeli dan penjual.
Lalu pagi itu, dia bagai “wong edan” teriak sana -sini tidak ada yang menghiraukan, mereka sedang sibuk ngrumpi anjloknya harga cabai dan bawang merah atau keributan kecil antara pedagang dengan si penagih karcis yang berpenampilan mirip preman. Petani rugi besar tahun ini, tahun dimana curah hujan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
“Namaku syuaeb, namaku ahmad syuaeb, namaku begitu besar. namaku diambil dari para nabi. Kalian tahu? atau jangan-jangan kalian tak hafal nama 25 nabi yang wajib diketahui?. Dasar rendahan!, miskin!, kalian sialan!.” suaranya mulai bergetar tetapi menggebu, dia mulai putus asa sudah. sandal merek “Swallow” ia lemparkan ke pemuda yang kebetulan lewat di depannya. seketika sendal terbang dan mengenai kopiah hitam pemuda itu hingga jatuh ke tanah yang basah dan kotor.
Pemuda itu melirik tajam ke arah syuaeb, seperti ingin mmencengkramnya. mengulitinya dan menelanya mentah-mentah. Syuaeb membalas dengan tatapan yang tak kalah tajam, “Hei, pemuda yang diselimuti kepalsuan, aku tidak takut padamu!, serang aku jika kau mau. Tuhan memihakku hari ini, jangan macam-macam denganku, aku syuaeb, aku ahmad, namaku di ambil dari para nabi, namaku begitu sucinya dan mengalir doa ibuku, ayahku. “Dasar anak biadab!, terkutuk kau bocah tengik!”. pemuda itu membalas. syuaeb terbawa suasana diapun tak mau kalah, “Duhai pemuda yang bersih pakaianya, yang kotor kopiahnya, hatinya. hahahaha memalukan sekali kau, duhai pemuda yang berselimut dusta”.
suasana semakin menegangkan, tanpa ragu pemuda itu berlari ke arahnya sekali kibas bogem mentah dilayangkanya ke muka syuaeb. sekilat kemudian tubuh kecil syuaeb terpental, lalu tersungkur ke tanah di genangan air keruh, bau dan pekat. Syuaeb telah terkapar merdeka. Pada muka memarnya terlihat senyum puas. “ Hahaha...Tuhan lihatlah, Aku menang lagi. Amarah makhluk terkutuk benar muncul bagai gejolak api yang membakar tubuhnya, menjilat hatinya. Tidak aku melihat padanya kesabaran, Amarah telah menghanguskannya. Aku menang TELAK!”.
Kawanku syuaeb jangan marah, nulis ini malam-malam jadi saja aku ngawur. Watakmu jadi 180 derajat terbalik. Hahahha kau orang baik.