Honestly
Me: I still wonder if I made the right decission or not. Honestly, gue ga punya pilihan lain selain fokus sama terapi gue Ceu. Gue, jadi inget scene textnya Alexandra and Wina di bukunya mbak Ika Natassa, Twifortiare 2.
Tia: ...hhemm
Me: Gue suka kata-katanya Wina, waktu ngademin Alex as a best friend should be like.
"Wina: "Kadang kita dikasih pilihan yang sulit hanya untuk nunjukkin ke kita, mana sebenernya yang buat kita lebih penting dan lebih berharga, Darl. It's like the universe's way of making us aware of things that matter of the most."
Tia: Owaala ambyar lo itu karena kehamilan lo nanti toh :(((. Yaudah ceu, makanya pokoknya lo fokus sehat dulu. Cuan-cuan lo bisa berkembang dimana saja. Dan gapapa nangis aja, let it hurt, udah gitu songsong lagi hari baru. Intinya lo kontinyu terus, kesehatan lo prioritas nomor 1. Semuanya akan mengikuti. Stay positive, kontrol apa yang lo bisa kontrol aja saat ini. Sisanya, let it happend just happend, make a dua, and having faith on his miracle.
Me: Iyaa Ceundill, thanks a lot. I'll do my best to take a recovery of myself. Hanya saja, tinggal bagaimana caranya, supaya gue gak terlalu have a guilty feeling about this reality, for my patner and kiddo in future. Titik jejak gue, adalah mereka-mereka yang suffering enough dengan vonis yang sangat berat. Gue harus banyak bersyukur tentang itu.
Tia: Sure...
Continue...
Ruang Rencana











