Perjalanan
2 Oktober 2016 menjadi titik nol perjalananku.
Perjalanan apa, ke mana, sama siapa? (Lagi posesif ceritanya?! Haha)
Lanjut yaaa ...
Setahun awal perjalanan, hidangan yang disajikan relatif bisa dikunyah. Entah kunyahannya sudah halus atau belum. Tentu dengan pertolongan-Nya, ku bisa melakukan aktivitas itu.
Dan ... waktu terus bergulir. Hari terus berganti. Seperti berbagai manusia yang singgah lalu pergi :)
Lalu, aku memasuki tahap baru. Tahun kedua. Dalam perjalanan kali ini, hidangan baru terhidang berbagai rupa dan rasa.
Manis. Asin. Sepat. Asam. Pedas. Getir.
Perlahan kombinasi rasa itu dikunyah. Ya, perlahan. Sembari memaknai, apa sesungguhnya manis, mengapa ini terasa manis, atau bahkan bagaimana bisa sebuah hidangan begitu getir.
Tema hidangan di fase ini selayaknya balita yang sedang diperkenalkan ibunya berbagai macam rasa makanan dan juga ... emosi.
Depok, 5 Februari 2019
Senandung dari Yaya menjadi teman saat aku menulis
















