Saya pernah berujar pada ibu saya, kenikmatan terbesar dalam hidup adalah saat makan dan be-*l. Dan diikuti muka ibuk saya yang lempeng, wkwk but kalo bahasnya be*l kurang elegan lah ya. Jadi mari kita bahas makanan aja.
Oke, jadi pada intinya ada dua jenis makanan di dunia ini. ENAK dan ENAK SEKALI. Saya akan mengulik beberapa makanan asli Jawa Timur yang selalu saya rindukan saat ada di Solo dulu. (iyaa sekarang udh pindah, fyi aja :D)
1. SOTO LAMONGAN
Soto andalannya Jatim apalagi kalo bukan soto ini. Andalanqueeee. Soto lamongan ini khas dengan kuah yang kaya bumbu namun tetap bening. Dan topping andalannya adalah koya, kerupuk udang yang dijadikan serbuk. Jika disantap saat masih panas, hmm rasanya seperti wiskul sambil nginjak surgaNya Allah. *hmm mulai deh, tren sekarang. dikit-dikit bawa agama*
Sebenernya di Solo itu ada soto sih, cuman sotonya solo itu beningnya masyaAllah. Sebening embun pagi yang mengambang di dedaunan. Mungkin bumbunya cuma bawang sama kaldu aja apa yah, ah aku tak paham sebenernya. Tapi emaang kurang tasty aja sama lidahku ini. Bonus foto: Soto Lamongannya Cak Lan, Ketintang, Sby yah <3
2. TAHU TEK
Siapa sih anak muda gewl nan yahuii di barisan Mojokerto, Sby, Sidoarjo, Gresik yang gatau makanan ini. Berkomposisi kacang dan petis udang, makanan ini sering jadi penghibur saat malam menjelang. Makanan anak nokturnal udah pasti lah, makanan anak kurang kerjaan juga yang tengah malem keluar kelaperan. Hampir di setiap wilayah Surabaya terjamah oleh gerobak bapak penjual tahu tek, bahkan di gang-gang tikus pun (semacam kosku pas kuliah S1 dlu). Yang lewat jam 9 ada, jam 11 ada, jam 1 dini hari pun ada. Keberadaannya paling aku rindukan saat di Solo memang. Bagaimana tidak, kecambah dan kerupuk udang kecil-kecil yang sering dijadikan pelengkap adalah sajian yang paripurna. Konon katanya, dinamakan tahu tek karena suara “tek..tek” dari bapak penjual yang memukul kentongannya.
3. NASI LIWET
Deskripsi nasi liwet yang ada di kepalaku itu yaa seperti nasi liwet yang biasanya dimasak ibukku di rumah. Nasi lemes yang cukup dimasak dengan air banyak dan api kecil. Biasanya dipake makan sayur asem, sambel trasi, dan ikan. Hmmm ngetik doang aja udh bikin ngiler. Namun siapa sangka, nama “nasi liwet” ini menipuku saat di Solo. Ternyata nasi liwet yang dijual di Solo itu berbedaaa dg nasi bikinan ibukku. Nasi liwetnya solo itu nasinya hampir sama seperti nasi biasa, tidak terlalu lemas bahkan. Satu hal yang bisa saya katakan membuatnya berbeda adalah tambahan bumbu berwarna kuning-keputih-putihan di atasnya. Kurang paham bumbu tersebut terbuat dari apa, rasanya pun saya juga sudah lupa. Hikss maafkan atas deskripsi yang receh ini. Wkwk pokonya beda jugak sama nasi liwet yang ada di daerahku.
Oke, sebenernya mungkin masih banyak makanan lain, bahkan minuman lain yang berbeda dengan di daerah Jawa Timur. Karakteristik masing-masing makanan yang saya jelaskan pun ngga kaya sama sekali wkwk. Yah maaf, memang bukan se-expert Pak Bondan yang udah tenang disana. But enjoyyy <3