Tadi pagi keponakan aku merengek minta diantar pergi jajan ke warung. Awalnya aku gak mau nganter hehe tapi ya namanya juga anak kecil kemauannya harus dituruti. Kalau nggak, nangis kejer deh. Daripada bikin ribut dirumah kan? Hehe. Setelah kembali lagi ke rumah, aku meminta tolong kepada ponakanku itu untuk mengambil sesuatu. Tapi dia membantah tidak mau. Aku coba bujuk dengan bilang maaf, tetep aja tidak mau. Aku bilang saja kepadanya “Kan tadi sudah dianterin beli jajanan, kenapa bibi minta tolong gak mau?” Begitulah.. lalu dia langsung melaksanakan apa yang aku perintahkan. Haha.
Sebetulnya setelah kejadian itu aku jadi mikir. Aku mencoba mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Ini dari sudut pandang yang berbeda. Kita bisa belajar dari anak kecil yang nalurinya cuma mau apa kata dia aja. Itu mengajarkan kalau kita berbuat baik, atau melakukan sesuatu, atau membantu pertolongan yang membutuhkan uluran tangan kita, lantas jangan meminta harapan dia juga akan sebaliknya kepada kita. Bisa dibilang “jangan pamrih” lah kalau udah nolongin orang. Toh yang penting kita udah berbuat baik. Ya, ketika kita menolong orang diluar sana, jangan berharap meminta balasan apapun kepada orang itu. Karena merasa udah nolongin. Kalau bisa lupain aja apa yang pernah kita lakukan. Ikhlas aja. Semata-mata karena Allah. Walaupun ya katanya ikhlas itu gak bisa disebutin. Syukur-syukur kita diberi balasan didunia dengan mendapatkan kebaikan orang lain juga kepada kita. Kalau tidak, Allah pasti memberikan pahala diakhirat nanti. Allah akan memberikan balasan kebaikan walau itu hanya sebesar biji jarah. Itu janjiNya, bukan?
Jadi, belajar itu gak harus melulu disekolah, belajar itu gak harus melulu sama orang pinter, atau harus sama orang yang lebih tua dari kita. Dari seorang anak kecil yang polos pun kita bisa belajar apapun dari mereka. Kalau kita mau berfikir dan selalu mau ambil hikmah dari setiap kejadian itu.
Kata Guru ku di pesantren bilang :
Setiap tempat adalah kelas
Setiap orang adalah guru
Setiap kejadian adalah pelajaran