TECHNOLIVING 2013: “Penyuluhan Olah Sampah Organik Skala Rumah Tangga dengan Metode Takakura”
Pada tanggal 6 Oktober 2013, tepatnya pada hari Minggu, FTIP Fair 2013 menyelenggarakan sebuah dalam rangka perayaan Dies Natalis Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran 2013 yang bertajuk “Penyuluhan Olah Sampah Organik Skala Rumah Tangga dengan Metode Takakura”. Acara ini dielenggarakan di Kp. Cikeruh RW 08 Desa Cikeruh kec.Jatinangor, kabupaten Sumedang.
Dalam acara ini sebelumnya dilakukan penyuluhan atau pemaparan materi dari dua pembicara yang ahli dalam bidang ini, yaitu Bapak Hermawan sebagai kepala UPT BLH dan Bapak Kharistya Amaru selaku Dosen FTIP. Selain itu juga dilakukan sharing mengenai apa itu composting dan metode takakura bersama teman-teman dari Klinik Tanaman Fakultas Pertanian Unpad.
Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan composting ini? Composting ini merupakan salah satu cara pengolahan sampah agar menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan yaitu dengan cara pembuatan takakura. Takakura sendiri merupakan alat pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga dengan bentuk yang praktis, bersih dan tidak berbau, sehingga sangat aman digunakan di rumah. Selain di gunakan dalam lingkungan rumah tangga, Takakura sendiri dapat di lakukan di sekolah yang memiliki banyak pepohonan atau tanaman hias lainnya.
Proses pengomposan ala keranjang takakura merupakan proses pengomposan aeraob di mana udara dibutuhkan sebagai asupan penting dalam proses pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah menjadi kompos. Media yang dibutuhkan dalam proses pengomposan yaitu dengan menggunakan keranjang berlubang, diisi dengan bahan-bahan yang dapat memberikan kenyamanan bagi mikroorganisme. Proses pengomposan metode ini dilakukan dengan cara memasukkan sampah organik – idealnya sampah organik tercacah - ke dalam keranjang setiap harinya dan kemudian dilakukan kontrol suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman air.
Keranjang Takakura merupakan alat pengomposan skala rumah tangga yang ditemukan Pusdakota bersama Pemerintah Kota Surabaya, Kitakyusu International Techno-cooperative Association, dan Pemerintahan Kitakyusu Jepang pada tahun 2005. Keranjang ini dirakit dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita yang mampu mempercepat proses pembuatan kompos.
Dalam acara ini dihadiri oleh lebih dari 30 warga sekitar Kp. Cikeruh RW 08 Desa Cikeruh kec.Jatinangor, kabupaten Sumedang. Warga terlihat tampak antusias saat pembuatan keranjang takakura ini. Dalam kegiatan ini dapat dilihat bahwa hal kecil yang bisa dilakukan mulai dari lingkungan kecil akan berdampak besar bila dilakukan oleh banyak orang. Dalam kegiatan ini diadakan controlling, yaitu pengecekan setelah dilakukan composting (1 atau 2 minggu setelahnya secara berkala).














